
"Jangan pernah panggil Alisa, dengan sebutan pelac*r!"
Bella tertegun. Segitu cintanya Aldo dengan Alisa. Hati Bella sakit, dadanya sesak.
Tangan Aldo masih membekam mulut Bella. Basah, karena air mata Bella. Bella mulai terisak.
"Kenapa nangis?" Aldo tersenyum sinis. "Sadar, kalo yang pelac*r tu lo?"
"Aldo stop!" Raisa berusaha menghentikan Aldo, Kalimat Aldo bisa saja melukai Bella. Padahal Bella benar-benar menyayangi Aldo. "Bella itu pacar lo, Al. Wajar aja kalo Bella marah kalo lo pelukan sama cewek lain."
Bungkaman Aldo terkepas. Lagi-lagi Aldo tak bisa menahan emosinya. Memejamkan maniknya sesaat, Aldo kembali menatap manik Bella. Berucap lembut. "Sorry Bel.."
Tersenyum kecut. Bella menghapus air matanya kasar. "Gue emang pelac*r, cewek brengs*k, gue gobl*k, lo emang gak pantes jadi cowok gue. Pergi! Lo pantesnya sama Alisa, cewek yang lebih gobl*k dari gue!"
Menggertakan bibirnya. Tangannya mengepal, tatapannya kembali tajam. Aldo geram. Bella memang memancing emosinya kembali. "Udah gue bilang, jangan sebut Alisa seperti itu!"
"Al, emang Alisa siapa lo sih?" Kini Samuel bersura, ia sangat bingung dengan Aldo saat ini. Pacarnya Bella tapi malah membela cewek lain didepan Bella.
"Al, lo jelasin semuannya deh, kita juga perlu tau apa hubungan lo sama Alisa?" Darel ikut bersuara. Bella sampai terisak seperti itu, Aldo tetap saja membela Alisa.
Tak menjawab pertanyaan dua temannya. Aldo menatap Bella, tak membiarkan cewek dihadapannya ini hilang dari pandangannya.
"Gue setuju..." Bella balas menatap tajam manik Aldo. "Kalo lo..."
Bella memberi jeda. cowok dihadapannya masih mendengarkannya. "Jadian sama Alisa si cewek pelac*r itu!"
Buk!
"ALDO!" Teriak serempak, teman-teman Aldo dan Bella.
Tubuh Bella terdorong menghantam dinding. Cewek itu merintih kesakitan. Meluruskan pandangannya, Aldo masih berdiri, tatapannya kembali dingin.
Melangkah, menghampiri cewek yang ia dorong. Tangan Aldo terulur ketembok, Bella tersudut. "Gue udah bilang sama lo, jangan panggil Alis.."
"Sebutan itu emang pantes buat cewek kaya dia!" Memotong kalimat Aldo. Bella mendorong tubuh Aldo, hingga Aldo terdorong selangkah kebelakang.
Tak mau mendengarkan Aldo yang terus-terusan membela cewek lain. Bella berlari, pergi. Dua temannya segera mengikutinya.
Sesaat, Aldo diam. Setelah ini dia tidak tau apa Bella masih bisa didapatkannya lagi. Nyaris melangkah untuk mengejar Bella. Tangan Aldo ditahan. Aldo menoleh.
Buk!
Satu pukulan mendarat pada pipi kanan Aldo. Aldo terhuyun kebelakang. Lagi-lagi Nando marah padanya.
"Pertama Bella." Nando tersenyum kecut. "Kedua Alisa."
Menegakkan tubuhnya kembali. Aldo tersenyum miring. "Lo jauhin Alisa, dia milik gue!"
Aldo melenggang pergi begitu saja. Mata Nando terbelalak tak percaya. Apa maksud Aldo, Alisa miliknya?
*****
Memasuki ruangan kelasnya yang mulai ramai. Alisa duduk dibangkunya.
"Ciee yang dapetin kak Aldo.." Goda teman sebangku Alisa.
Menoleh, Alisa menatap temannya itu bingung. "Apa maksud kamu?"
__ADS_1
"Semua udah pada tau kale." Cewek itu cekikikan. "Tadi lo pelukan sama kak Aldo kan?"
Tak menjawab. Alisa kembali meluruskan pandangannya.
"Beritanya cepat menyebar sih, lo tau kan, kak Aldo itu cowok nomor satu disekolah ini."
Tak menghiraukan ocehan temannya. Alisa berpikir, andai semua siswa disekolah ini tau, siapa Aldo sebenarnya, mungkin mereka tak mau mengidolakan cowok bermarga Altair itu.
"Eh, berarti nasib kak Bella gimana?"
Alisa menoleh, menatap teman sebangkunya yang masih bicara padanya.
"Kak Bella itu masih pacaran kan sama kak Aldo?" Cewek itu menoleh, menatap Alisa dengan sorot khawatir. "Alisa, lo tau kan kak Bella itu siapa?"
Alisa mengangguk, tentu saja ia tau. Bahkan semua siswi selalu menggosipkan tentang senior cantiknya yang bernama Bella itu, dan Aldo juga bilang Bella pacarnya.
"Selain terkenal karena cantik dan genitnya, Kak Bella itu juga ditakuti para juniornya. Lo gak takut apa ngerebut Kak Aldo dari Kak Bella?"
Tersenyum manis. Alisa menghela nafas. "Aku gak bakalan ngerebut kak Aldo dari kak Bella. Jadi kamu gak usah khawatir, soal pelukan tadi gak usah dibahas lagi ya."
Sebenarnya cewek itu masih bingung, kenapa tiba-tiba Alisa pelukan dengan Aldo. Tapi Alisa sudah tak mau membahasnya lagi.
*****
Malam semakin larut. Diruang tengah, empat cowok itu masih saling diam, menatap kosong.
Aldo masih memikirkan tiga hantu yang menjadi pengikutnya itu, belum juga menemuinya setelah kematian Beni. Saat ini Aldo benar-benar membutuhkan mereka. Apa mereka sudah kembali ke akhirat?
Sedangkan Darel dan Nando satu pemikiran. Memikirkan ada hubungan apa sebenarnya antara Aldo dan Alisa?
Arghh, sumpah gue penasaran banget sama rahasia Aldo, tapi gimana cara nanyanya ke Aldo. Samuel mengacak rambutnya kesal.
"Sam, ikut gue yuk!" Ajak Aldo.
Serempak menoleh. Tiga temannya itu menatap Aldo bingung. Samuel mau diajak kemana oleh Aldo.
"Kemana?" Tanya Samuel penasaran.
"Antar gue kerumah Bella!" Pinta Aldo datar. "Gue mau jelasin semuannya ke dia."
"Lo harusnya juga jelasin ke gue, Alisa, kan gebetan gue!" Protes Nando kesal.
Untuk apa Aldo harus menjelaskannya pada sikeribo itu. Aldo berdiri, menatap Nando dingin. "Gue udah jelasin ke lo, jangan pernah dekatin Alisa tanpa ijin gue!"
Aldo melenggang pergi. Samuel mengikutinya.
"Emang dia siapanya Alisa sih?" Mata Nando masih menatap pintu yang baru dilewati Aldo. Sangat ingin memukul wajah Aldo lagi.
"Apa Aldo sudah jadian sama Alisa?" Tebak Darel asal-asalan.
Menggeleng lemas. Nando merasakan firasat buruk, selanjutnya mungkin dia harus mencari pengganti Alisa lagi.
*****
Tisu berhamburan di lantai kamar. Tangisan seorang cewek terdengar semakin keras.
Bella terus-terusan menangis, sampai air matanya kering. Raisa dan loli setia berada disampingnya, untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Bel, lo mau sampai kapan nangisnya?" Raisa sudah pusing mendengar tangisan Bella sejak pulang sekolah tadi.
Raisa tahu betul sahabatnya itu jarang sekali menangis. Bahkan berantem dengan Ayahnya pun tak pernah menangis. Baru pertama kalinya Raisa melihat Bella menangis, dan penyebabnya adalah Aldo.
"Bel, jangan nangis terus dong, nanti make up lo luntur." Loli capek, sejak tadi tangannya bolak-balik mengambil lembaran tisu untuk Bella.
Tak menghiraukan ucapan dua temannya. Bayangan Aldo dan cewek bernama Alisa itu terus terngiang dikepalannya, membuat Bella tak bisa berhenti menangis.
Telponnya bergetar. Raisa membuka pesan yang dikirim Samuel. Mungkin Samuel berhasil mencari tau rahasia Aldo, pikir raisa.
Samuel
"Sa, buka pintu rumah lo, gue sama Aldo udah ada didepan pintu nih."
Raisa
"Ngapain lo kesini?"
Samuel
"Udah, tinggal bukain gitu aja ribet banget sih lo!"
Raisa menatap Bella dan Loli bergantian. "Samuel kesini sama Aldo."
Bella menghentikan tangisnya. Menatap Raisa bingung. "Ngapain mereka kesini?"
"Gue juga gak tau, Samuel ngirim chat ke gue, sekarang mereka udah didepan rumah." Raisa nyaris berdiri, tangannya ditahan Bella.
"Lo berdua.." Bella menatap Raisa dan Loli bergantian. "Temuin mereka, dan jangan bolehin mereka ketemu gue!"
"Termasuk Aldo?" Loli memastikan. Bella mengangguk lemas.
Raisa menghela nafas, Segitu bencinya Bella dengan Aldo. Raisa berdiri meninggalkan Bella, diikuti Loli dibelakangnya.
Sedangkan Samuel dan Aldo masih berdiri, menunggu pintu rumah terbuka.
"Disuruh buka pintu aja lama banget sih!" Samuel hampir mengirim pesan lagi, namun pintu perlahan terbuka.
Hanya Raisa dan Loli yang menemui mereka. Aldo tau Bella pasti tak ingin menemuinya. "Mana Bella?"
"Dikamar, dia gak mau ketemu sama lo!" Jawab Raisa jujur.
Tak menghiraukan ucapan dua cewek dihadapannya. Aldo menerobos masuk begitu saja, melewati Raisa dan Loli yang menghalanginya masuk rumah.
Aldo melangkah menuju salah satu ruang, mungkin itu kamar Bella.
Raisa dan Loli hendak mengejar Aldo, namun lengannya sudah dicekal Samuel. Mereka menoleh, menatap Samuel bingung.
"Udah biarin Aldo sama Bella berduaan dikamar," Samuel tertawa jail. "Mending kita bicarain tentang rencana kita buat cari tau rahasia Aldo."
Raisa dan loli saling menatap, kembali menatap Samuel lalu mengangguk setuju.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa Like and Comment.
Author hobi baca Comment dari kalian hehehe..
Jangan bosen baca cerita COWOK MISTERIUS
__ADS_1