Criminal : Aku Mencintai Penjahat!

Criminal : Aku Mencintai Penjahat!
Menjadi Kriminal Juga


__ADS_3

Aku menoleh keluar, dan benar saja Morgan sudah menyingkirkan kursi di balkon. Ia melangkah masuk menuju ke arahku. Apakah dia melihatnya?


“A, apa?” kataku terbata-bata ketika Morgan kini berdiri di hadapanku.


Dia diam sejenak, menatapku sedikit tajam. Lalu menjawab, “Rambutmu di bagian belakang masih acak-acakan,tuh. Ada debu juga sedikit.”


“Eh?”


Segera aku meraba-raba kepala, untungnya Morgan bukan mengatakan yang aku khawatirkan, sepertinya dia memang tidak melihat saat aku memegang benda kesayangannya itu. “Bilang dong, dari tadi!” aku pura-pura menggerutu padanya.


“Ha ha ha! Aku mau pergi dulu keluar, tapi makan siang di sini kok!”


“Hari ini akan aku buatkan, Sup Miso dengan kubis, ya.”


Sambil mengenakan jaket, Morgan menjawab. Dia menatapku dengan mata yang berbinar-binar, “Tambah Ikan bakar dengan garam dan kecap ya?”


“Hm, serahkan saja padaku.”

__ADS_1


“Ya.”


Kenapa ya, Morgan tidak mau menyentuhku? Meskipun ini juga pertama kali buatku, memang tidak etis sih, tetapi kalau Morgan...aku tidak keberatan sama sekali. Padahal kalau sekadar mengerjakan tugas rumah, kan tidak ada untungnya sama sekali untuknya. Padahal seorang penjahat, tapi malah berpikir untuk memperbaiki Moral dan melatih seorang gadis lemah jadi berguna.


Ya, memang aku merasa ada kemajuan saat tinggal bersama Morgan, aku bisa mandiri, mengerjakan tugas rumah, Masak, dan yang di luar perkiraan ketika aku berani maju untuk membela orang lain. Tetapi , Meski dia bilang tidak tertarik sama sekali denganku,


“Seharusnya tetap ada sedikit nafsu kan?”


Seharian menunggu Morgan setelah pergi sejak pagi tadi, dia bahkan belum pulang sampai sekarang. Sup dan ikan yang sudah ku buat tadi juga sudah mendingin di atas meja, aku suntuk membaca buku seharian.


“Tidak ada pekerjaan lain... sampai kapan aku bersembunyi terus begini?


Ku rasa, aku bukan hanya mengkhawatirkan soal diusir atau tidak, tetapi yang lebih aku khawatirkan adalah jika Morgan menemukan tambatan hati, dan jatuh cinta pada wanita lain, aku sangat cemburu. Jika Morgan bertekad, untuk mengubahku menjadi perempuan yang berguna, aku juga bertekad untuk selalu berada di sampingnya, bagaimanapun caranya. Walau harus menjadi kriminal juga sekalipun. Terkesan licik sekali, tapi aku akan memastikan Morgan terus menjadi seorang penjahat, jangan sampai bertobat. Agar yang aku khawatirkan, tentang wanita itu tidak secepatnya terjadi.


Jika aku menjadi kriminal juga, sama dengannya. Aku pasti akan lebih berguna untuknya kan? Dan dengan begitu aku bisa terus berada di sisinya, tidak akan menutup kemungkinan dia akan menyukai aku juga.


“Aku, kenapa sih?”

__ADS_1


DRRT..DRRT.!


Lamunanku pecah saat ku dengar ponselku bergetar, ada notifikasi pesan masuk dari Morgan,


Maaf, sepertinya aku tidak jadi makan siang di rumah. Masih ada sedikit urusan dengan rekan lama ku. Kalau sudah selesai aku akan langsung pulang, makanannya pasti akan aku makan


“Rekan? Begitu, ya.”


Kalau Rekan, berarti sesama penjahat juga kan? Tapi, apa rekannya itu adalah seorang perempuan? Kenapa aku jadi berpikir berlebihan begini. aku lalu memutuskan pergi ke wastafel untuk membasuh muka, lalu kembali melanjutkan membaca buku di kamar, sambil menunggu Morgan Pulang.


...****************...


Aku menaruh buku ke atas meja, lama-lama juga bosan sampai malam begini Cuma baca buku. Aku mengamati buku itu, Sebuah benda bersampul merah dan tidak terlalu tebal itu, isinya cukup menggairahkan, terutama kemampuan penulisnya yang mampu membahasakan tulisannya dengan gaya yang mudah di pahami namun tetap segar. Seperti sebuah pengalaman pribadi..


Cerita seorang Agen Penyelidik yang tak wajar, gara-gara misterinya bukan dalam rangkaian pembunuhan. Melainkan sebuah permainan politik yang menyangkut ilmu pengetahuan, dimana seorang ilmuwan misterius, menyeludupkan sebuah teori menyesatkan dengan melakukan perdagangan manusia, di dominasi anak-anak, genosida terhadap kelompok tertentu di negaranya, untuk membantu pemerintah melalui sebuah terobosan dengan mengurangi jumlah dan pertumbuhan penduduk yang menjadi beban negara. Benar-benar menguasai alam pikiran para pembacanya, sedangkan sosok ilmuwan itu sendiri tetap menjadi teka-teki. Begitulah..


“Sepertinya buku ini masih memiliki lanjutan...” kataku. “Akhir ceritanya masih menggantung”

__ADS_1


“Kenapa Morgan suka baca buku begini, sih. Tanggung tanggung...”


__ADS_2