Criminal : Aku Mencintai Penjahat!

Criminal : Aku Mencintai Penjahat!
Lupakanlah Morgan


__ADS_3

Demikianlah, akhirnya besok siangnya aku memenuhi permintaan kak Maya untuk datang ke taman menemuinya. demi kelancaran sesuai yang di perintahnya, aku sampai cari-cari alasan untuk pergi tak ketahuan oleh Morgan. jadi aku menyuruhnya membeli oven listrik untuk membuat roti panggang di pusat perbelanjaan yang jauh ada di pusat kota.


saat sampai di taman, ternyata sudah ada kak Maya yang duduk sambil menikmati kopi. dia sangat cantik dan manis, dengan pakaian casual yang sangat elegant cocok sekali untuk tubuhnya yang tinggi. sejujurnya aku sedikit tak percaya diri, karena penampilanku yang sangat biasa, tidak sebanding dengannya.


"Hai, Isabella!" katanya berteriak memanggil namaku.


dengan senyum lebar, aku membalas lambaian tangannya. semua terlihat baik-baik saja, dan kak Maya pun tetap ramah seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya dulu. tetapi, entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, tentang pertemuan hari ini.


"Ini!" katanya kembali saat aku sudah berdiri di depannya, dia menyodorkan segelas kopi yang di beli di outlet merek terkenal. pasti mahal.


"Terima kasih, kak."


"Sama-sama, duduklah Isabella."


dia meneguk kembali kopinya dan mengulum bibirnya yang kenyal. merah dan sedikit kehitaman, karena warna lipstiknya yang merah pekat. di topang dagunya yang runcing dan halus. dia tersenyum lagi, sambil matanya terus menatapku, seakan sedang menyelidiki perasaanku dengan berbagai pertanyaan tersembunyi di dalam kepalanya.


aku tak bisa berbuat apa apa selain mengikuti kehendaknya, sebab tidak mudah bagiku untuk menghadapi tipe perempuan seperti ini. dari penampilannya saja, sudah terlihat jelas dia memiliki keluasan wawasan dan ketajaman pikiran. dengan semua itu, dia akan mudah menangkap batas terjauh dalam otakku, bahkan menangkap setiap detail perasaanku.


tak ada pilihan selain mengikuti kemauannya, sebab jikalau aku melarikan diri sama artinya aku menghindari topik pembicaraan yang akan di sampaikan nya.


"Kak Maya ingin membicarakan apa? Apakah ini tentang Morgan?"


dia tetap diam, hanya tersenyum simpul.


"Maaf kalau aku terkesan sembrono, sebab Aku meminta Morgan untuk membeli barang agar bisa menemui kakak di sini tanpa di ketahui olehnya. aku khawatir dia akan pulang sebelum aku ada di rumah."


"Kamu memerintah Lean... ah, salah! maksudku Morgan membeli barang?" katanya sambil tertawa kecil.

__ADS_1


lalu aku yang kebingungan hanya memberinya jawaban polos, "iya.. "


lantas jawabanku itu di sambutnya dengan tawa mengejek. seakan Aku dan Morgan terlihat sangat konyol di matanya. namun, aku tidak tersinggung sama sekali. aku menyadari bahwa kak Maya sama sekali tidak seperti yang aku duga sekarang. mungkin aku terlalu berlebihan, karena perasaanku yang gelisah.


"Maaf, maaf Isabella. aduh! ha ha aku masih tidak menyangka saja. Morgan orang yang tidak bisa di perintah, dia orang yang cukup sulit di atur dan di kendalikan. tetapi jauh di dasar pikirannya, dia orang yang sangat bisa di andalkan. dan tak akan berbuat sesuai keinginannya saja. aku mengakui bahwa kamu sehebat itu karena bisa memerintah nya membeli suatu barang, pasti kalian sangat akrab, ya kan? "


dikatakan demikian pun jawabannya dengan tegas adalah tentu saja! , kami adalah sepasang kekasih dan sudah tinggal bersama untuk waktu yang cukup lama. tentu aku berhak meminta pertolongan dari nya, dan dia wajib memberikan pertolongan, begitu pula sebaliknya.


kak Maya menggosok-gosok matanya menghapus air mata yang keluar karna dia tertawa berlebihan. aku terus memandanginya heran. lalu setelah itu dia meraih kedua tanganku dan menggenggamnya erat-erat, menatapku begitu tulus, aku menangkap situasi, kali ini dia sangat serius.


"Isabella," katanya.


kini situasi kami sedikit lebih tenang, kak Maya bersikap lebih santai dan aku pun menanggapinya dengan hal yang sama.


"Menurut kamu Morgan itu orang yang seperti apa?"


"Kak... "


belum selesai aku menjawab pertanyaannya, kak Maya sudah menyambar lagi. "Saat kau bicara pada Morgan, kau bisa melihat bahwa dia sebenarnya orang yang sangat baik. dan kenyataannya memang begitu, dia orang yang sangat baik. mungkin lebih baik dari siapa pun yang pernah kamu temui, tetapi dia tidak sadar bahwa kebaikannya itu dapat di salah pahami. Terlebih jika menganggap kalau kebaikannya itu, hanya untuk dirimu saja. Terutama... "


"Pada seorang gadis sepertimu." kata nya sambil kembali tersenyum simpul. dia menatapku dengan tatapan mengintimidasi.


aku memahami apa yang di maksudkan olehnya, rupanya dia menganggap bahwa aku yang salah paham terhadap kebaikan Morgan selama ini. sehingga aku yang terpancing emosi, langsung menyambar ucapannya.


"Kamu pun telah salah paham tentang perasaan Morgan, kak Maya. kamu bicara begitu seakan kamu sudah mengetahui seperti apa Morgan. seakan kamulah pemilik perasaannya. jika yang kamu maksudkan barusan adalah aku yang telah berharap pada perlakuan baik Morgan, kamu telah salah besar. dia memang baik, seperti yang kamu katakan barusan. karena itu aku jatuh cinta padanya, aku berjuang untuk bisa bersama dengannya dan berjuang agar dia menerima perasaanku."


"Dari awal aku menyadari bahwa Morgan bukan hanya baik pada diriku saja, jika aku yang salah paham pada kebaikannya itu adalah urusanku. aku tidak mengatakan bahwa dia baik padaku karna dia menyukaiku. tetapi aku berjuang untuk meneruskan rasa cintaku, apakah dia menaruh perasaan pada seseorang, itu adalah urusannya."

__ADS_1


Aku meluap-luapkan isi hati ku pada kak Maya, dan dia meresponnya dengan senyum simpul dan bertopang dagu. dia menatapku penuh haru, meskipun bisa ku pahami bahwa terdedah perasaan duka dan bersedih hati di lubuk hatinya untukku.


"Lupakanlah Morgan, Isabella." katanya.


aku tak mampu berkata-kata lagi, mengapa aku jadi terbawa suasana pada seseorang yang tak ada hubungannya dalam ikatan antara aku dan Morgan. mataku memanas, sejujurnya aku tak gampang termakan ocehan orang lain terutama yang membuatku jadi pesimis. tetapi entah mengapa, saat kak Maya yang mengatakannya hati ku sangat patah. kak Maya terlihat sangat tulus, bukan karena dia tak mendukung hubungan kami, atau dia merasa cemburu padaku dan Morgan. bukan pula karena dia tak menyukai diri dan kepribadian ku. tetapi sungguh karena ada alasan lain, yang dia tak mampu mengatakannya terang-terangan.


"Tidak bisa! aku tidak akan pernah melupakan Morgan. kami sudah menjadi sepasang kekasih, kak Maya, aku mencintai dia, begitu pula dia."


kak Maya diam sejenak dan senyum simpul, "hubungan kalian tak akan berhasil, Isabella. hidup Morgan tidak se-sederhana yang kamu pikir. dia adalah orang kompleks dengan segala masalah. Morgan yang kamu kenal, bukan lah dia yang sebenarnya."


aku membeku, ku cerna susah payah ucapan kak Maya, "Apa Maksudnya?" kataku.


lalu dengan tenang, dia membuka tasnya dan mengambil sebuah buku, "Bacalah... buku ini sangat bagus, karena di tulis berdasarkan kisah nyata dan di ambil dengan data akurat yang di kumpulkan penulisnya langsung. Aku yakin kamu akan paham. dia (Morgan) memiliki sambungannya di rumah."


ku ambil buku itu dari tangannya, He Killed Them All, judul yang unik, namun juga sangat mematikan. ku buka halaman pertama, aku sedikit terkejut karna aku nampak tak asing dengan isinya. ini mirip buku yang aku baca waktu itu, buku yang di tulis oleh Morgan. buku yang menceritakan tentang Seorang Tentara dari negara lain yang menjadi agen untuk memata-matai tindakan ilegal seorang ilmuwan dan pejabat pemerintah untuk memusnahkan anak-anak dan genosida di kota tertentu dalam sebuah negara, hanya untuk mengurangi jumlah penduduk.


hatiku langsung risau setengah mati, apa maksud semua ini?


"Kalau kamu sudah paham, aku harap kamu memikirkannya baik-baik Isabella. berjuanglah! cinta memang tidak salah, dan mencintai orang itu tidaklah berdosa. tetapi cinta juga bisa mendatangkan sakit jika kamu gagal menghadapinya."


kak maya bangkit dari tempat duduk, dia tersenyum seakan menaruh empati pada kami. kemudian pergi...


...****************...


📌 Mampir ke teman Morgan kack, ini bagus banget seriusan. Karya baru dari Momy Ida 🥳


__ADS_1


__ADS_2