Criminal : Aku Mencintai Penjahat!

Criminal : Aku Mencintai Penjahat!
Ketahuan oleh Kekasih


__ADS_3

“Isabella...!!!”


Kami seketika terkejut, seketika suara Morgan terdengar keras memekik. Jantungku langsung berdegup-degup keras. Oh, sungguh gawat. Kenapa Morgan malah muncul di saat yang tidak tepat begini, saat aku sudah menceritakan tentang orang yang ku sukai pada pacarnya. Sungguh aku hilang muka, aku tak tahu harus bagaimana, apalagi aku sudah mengatakan pada perempuan yang baru ku ketahui namanya ini adalah Maya. Kak Maya pasti sadar bahwa orang yang ku maksud dari tadi adalah Morgan, pacarnya.


“Kak..anu...” aku tergagap-gagap, bolak-balik menatap Morgan dan Kak Maya.


“Kamu sedang apa? Kenapa kamu ada disini?” Morgan mendekati kami dengan nafas terengah-engah.


“Lean...” ucap kak Maya pelan, matanya membulat saat melihat Morgan datang. Namun Morgan memotong ucapannya. Ku perhatikan Morgan menatapnya dengan tatapan tajam seperti menekan.


“Bella, kemari lah sebentar”


Tak ada yang bisa kulakukan selain menuruti perintahnya, aku berjalan mendekatinya. “Apa yang kamu lakukan, sih? Buat cemas saja!” Katanya padaku, wajahnya memang terlihat sangat khawatir dengan keningnya yang mengkerut.


“Maaf”

__ADS_1


Aku lalu memalingkan Muka, mmenoleh ke belakang. Ku lihat Kak Maya berdiri mematung memperhatikan kami, raut wajahnya terlihat sangat kecewa. Bagaimana ini? Aku benar-benar merasa sangat bersalah sekarang, kerena telan menjadi duri di dalam hubungan mereka.


“Loh? Apa orang yang kita ceritakan dari tadi itu adalah...”


“Kak...kak Maya maaf, aku benar-benar minta maaf soal Morgan!” kataku memotong.


Kak Maya terlihat semakin kebingungan, dia pasti sangat terkejut dan kecewa dengan kelakuanku. “Morgan?”


“Kamu punya penjelasan yang meyakinkan untuk ini semua kan Bella?” Timpal Morgan, aku kembali merubah pandanganku padanya. Morgan menatapku tajam, seakan menekan.


Morgan menghela nafas panjang, mungkin dia lega. Apakah dia sungguh mengkhawatirkan keadaanku? Atau dia cemas karena aku bertemu dan mengobrol dengan kekasihnya? Yang pasti di situasi yang sulit begini, aku berulang kali seperti terkucil karena perasaan bersalah. Namun aku menjadi terheran saat Morgan malah bertingkah begitu mengenalku dekat di depan pacarnya sendiri. Menunjukkan seoalah-olah memang kami sudah tinggal bersama, Bukankah ini berarti dia meledakkan bom di hubungannya.


“Morgan...!” tiba-tiba kak Maya maju ke depan, berada di tengah-tengah aku dan Morgan.


“Jadi Isabella ini keluarga kamu ya?” Sambungnya.

__ADS_1


“Mana ada, jangan Asal Bicara!” jawab Morgan ketus.


“Eh, tapi kalian tinggal bersama.” Kak Maya lalu mengalihkan muka, memandangku. “Benarkan Isabella?”


Aku terdiam, benar-benar membisu. Kak Maya pasti sangat marah dan sangat membeciku. Beruntungnya dia tidak mengatakan soal perasaanku pada Morgan, dan mungkin saja dia akan memarahi dan meminta Morgan untuk mengusirku secepatnya. Wajar saja, wanita mana sih yang terima kekasihnya tinggal bersama perempuan lain, apalagi perempuan itu memiliki perasaan padanya.


“Sebaiknya kalian bicarakan ini baik-baik, selesaikan masalah kalian dulu. Aku pulang dulu, tapi lain kali ceritakan padaku semuanya dengan jelas!” Tegas kak Maya, namun tetap dengan nada bicaranya yang lembut.


“Baiklah.” Jawab Morgan Singkat.


Kak Maya tersenyum, meraih tanganku dan menggenggamnya erat-erat. “Sampai Nanti ya, Isabella.” Lalu ku jawab dengan anggukkan saja.


Kak Maya lalu pergi meninggalkan kami, dia melambaikan tangan seperti tak ada beban sama sekali dengan kejadian ini, Morgan juga begitu.


“Kita juga pulang, yuk.” Ucap Morgan.

__ADS_1


“Iya, ayo pulang.”


__ADS_2