Criminal : Aku Mencintai Penjahat!

Criminal : Aku Mencintai Penjahat!
Mau Bercumbu Denganku?


__ADS_3

Malam tiba-tiba terasa kian sunyi, sepanjang jalann Morgan menggenggam tanganku sayang, malam begitu panjang dan kelabu, sementara ilusi terus menggerayangi kepalaku. Ku sentak tanganku, dan ku dorong tangannya dari tanganku saat sampai ke rumah.. Sejak pertemuan tadi, hatiku jadi kalut. Aku sudah terlanjur merusak semuanya, jadi lebih baik jika aku juga yang menyelesaikannya.


Ku pandangi dia, Dia masih sibuk melepas jaket. biasanya kami saling mengerti dan menghargai. Mungkin karena aku terlalu tenggelam dalam lamunan, atau karena perasaan bersalah yang amat besar. Kami membisu sejenak. Dia menimang-nimang dua kaus di tangannya sepertinya sedang memilih yang mana akan di pakai. Sementara aku terus memandanginya.


“Morgan, kamu membuat aku terbunuh sebelum kematianku.” kataku dalam hati.


Aku mengagumi ketangkasan dan kebaikan sekaligus caranya menjelaskan dasar pemikirannya dalam menjalani pilihan hidupnya. Dia tampak lebih matang dari usianya. Pertolongan telah membuatku tenpa sadar memasuki dunianya, sementara dia memasuki duniaku. Dia adalah seorang Kriminal, perampok, pemberontak, tetapi di kehidupan gelapnya dia seperti menyimpan sejuta misteri yang tak diizinkan orang lain untuk menjamahnya.


Bagaimana aku bisa menjadi kekasih lelaki semacam ini? Perempuan mana yang mampu? Oh, kak Maya salah satunya. Tetapi apakah kak Maya tahu siapa Morgan ini sebenarnya?, perempuan mana yang mampu? Siapa yang sanggup melayani gairah kebengalannya? Kalau tahu Morgan itu adalah seorang Kriminal, seorang perempuan lembut, baik hati, dewasa pun cerdas seperti Kak Maya mungkin akan berpikir dua kali.


Aku melamun panjang di kamar mandi, aku mengenakan kembali dress panjang berwarna merah yang kupakai saat pertunangan dan pakaian yang pertama kali aku pakai saat menginjak rumah ini. Benar-benar aku membenci diriku sendiri, bagaimana aku bisa menyakiti orang seperti itu, bahwa aku sangat mengerti dan menghormati cintaku pada Morgan, itu adalah perkara lain. Tetapi, bila aku memperjuangkannya dengan melukai hati kak Maya, itu akan menghilangkan nilai cintaku ini.


Tapi jika aku di usir langsung tanpa sempat memperjuangkan cintaku ini, sama saja akan menyesal. Belum tentu aku bisa bertemu Morgan kembali. Maaf kak Maya, seperti katamu : Kamu menyukai dia kan? Maka kamu harus memperjuangkannya juga. Aku menghela nafas, lalu keluar dari kamar mandi.


“Morgan.” Kataku


Dia yang masih sibuk memilih pakaian tidur langsung menoleh padaku. “Hei, kamu sedang apa? Kenapa pakai baju itu? Nanti kedinginan, aku kan sudah belikan baju baru. Pakai sana!”


“Begini, Morgan...”


“Aku dengar ceritamu, tapi ganti baju dulu.”


“Begini...”


Morgan diam sejenak lalu menatapku tajam,“Bicara setelah ganti baju, ya?”


Namun aku tak tinggal diam, aku tak akan kalah lagi pada tatapan intimidasi seseorang. Aku balik menatapnya, dengan wajah yang serius“Dengarkan, mungkin kamu memang tidak memikirkan hal yang begitu. Tapi aku juga wanita.”


“Iya, aku juga tahu itu.”

__ADS_1


Aku berjalan mendekati Morgan yang memang tidak jauh dari jarakku sekarang.


“Kurasa, aku tidak buruk-buruk sekali, meskipun umurku memang tidak sematang kak Maya dan kamu. Aku memang terlihat lebih frontal, tapi aku menyukainya. Aku belum perah berhubungan dengan siapapun, tapi aku menarik kan?”


“Hmm..Mungkin”


“Mau bercumbu?” kataku kembali.


Morgan yang tadinya malu-malu, langsung mengalihkan muka, kembali menatapku. Dengan nada sedikit tinggi, dia marah-marah padaku. “Sudah ku bilang aku akan mengusir mu, kalau mencoba menggodaku lagi!”


Aku refleks meremas kuat lengan baju yang ia pakai, “Memangnya kenapa? Kenapa? Apa ini semua karena kak Maya?” lalu tanpa ragu aku menaikkan tanganku, melingkarkannya di batang leher Morgan, “Apa kamu tidak ingin melakukannya denganku? Apa kamu sama sekali tidak memikirkannya?”


“Hei, Hei hentikan!”


“Kalau tidak dijawab, aku tidak akan berhenti!”


“Kamu benaran tidak tertarik padaku? Bahkan jika aku melakukan ini untuk kamu?” sambung ku kembali.


“Tentu saja aku tertarik, mana ada cowok yang tidak tertarik jika di goda begini!” Morgan lalu meraih tanganku kembali, menggenggamnya erat, membuat jantungku berpacu cepat seperti ada dinamo yang berputar-putar di dalamnya. Wajahku langsung panas, memerah.


“Kenapa kamu malah jadi malu setelah menggodaku begitu!”


“Ma, maaf.”


“Cepat menjauh, atau aku akan benar-benar Marah!”


Morgan menyuruhku duduk di kasur dan dia duduk di kursi depan ku, kami mulai bersikap lebih tenang, tidak hanyut dalam perasaan masing-masing. Akupun merasa sedikit lebih nyaman, begitu juga Morgan. Dia duduk dengan santai seperti biasanya. Aku memberanikan diri membuka omongan.


“Begini, sebenarnya.... aku ingin terus hidup mandiri bersama kamu. Tapi memungut perempuan manja dan tidak berguna seperti aku ini pasti sangat merepotkan kamu, bukan?” kataku, “makanya aku berpikir harus menawarkan imbalan lain.”

__ADS_1


“lalu menjadikan tubuh kamu sebagai imbalannya?” timpal Morgan.


Aku mengangguk, “Awalnya aku juga tidak mau, karena ini hal yang sangat murahan. Aku sering lihat di lingkunganku ada banyak kok yang berhubungan begini, semua pria pada dasarnya sifat birahinya adalah hewan buas yang siap memangsa jika sudah lapar, terutama jika mangsanya menyerahkan diri. Dan seorang perempuan yang lemah, demi bertahan hidup akan melakukan apapun, termasuk menjadi kupu-kupu pemuas nafsu. Makanya aku tidak mengerti, kenapa kamu mengizinkan aku untuk tinggal disini? Aku tidak memberikan apapun padamu, kamu sudah biasa hidup sendiri, pasti membereskan rumah adalah hal yang gampang kan? Padahal aku begitu merepotkan dan tidak berguna, tetapi kamu tetap bersikap baik padaku. Karena kamu terlalu baik, aku jadi berpikir agar tidak dibuang, sampai cemas dan ketakutan.”


“kamu...” Ucap Morgan.


“Aku tidak mengerti. Aku benar-benar ingin menjadi berguna untuk Morgan, berguna untuk kamu.”


Tanpa ku sadari Morgan bangkit dari tempat duduk, dia meraih pundakku. Menenggelamkan diriku kembali dalam pelukannya.


“Apa? Sesak!” kataku merintih, saat Dekapan Morgan begitu kencang, membuat aku kesulitan bernafas, “A, ada apa Morgan? Sesak! Lepas!”


“Tidak mau!”


“Dengar baik-baik, kamu itu sangat cantik, lekuk tubuhmu juga ideal. Berparas cantik, meskipun kamu manja tapi kamu mau belajar. Kamu sangat sempurna. Tapi aku, aku tidak jatuh cinta padamu. Dan aku tidak akan pernah bercumbu dengan perempuan yang tidak aku cintai. Aku menghargai pendapatmu tentang pria dengan birahi seperti hewan buas, tetapi kamu jangan sampai menjadi kupu-kupu yang mau menyerahkan dirimu dengan mudah, hanya untuk bertahan hidup.” Sambungnya.


Mataku membulat, menatapnya berkaca-kaca saat dia kemudian melepaskan dekapannya.


“Dengar ya, aku menolak!” Tegas Morgan kembali.


“Kamu hanya akan mencumbu perempuan yang kamu cintai. Berarti itu kak Maya?”


“Haa..?!”


“Kak Maya kekasih kamu, kan? Kamu tidak menolak saat dia memeluk kamu. Aku melihatnya di ujung jalan, saat keluar cari angin.”


Tiba-tiba Morgan menyentil Keningku, “Dasar, Sok tahu! Aku kan sudah bilang bertemu dengan Rekan lama, dan Maya itu adalah rekanku. Dia memang orang yang suka tiba-tiba begitu, karena dia orang yang mudah akrab. Bukan hanya padaku kok, dengan semuanya juga begitu. Aahh, omong-omong jadi ini alasan kamu tidak kembali ke rumah tadi?”


“Aku fikir kalian berpacaran, dan kamu akan bawa Kak Maya mampir ke rumah. aku takut kalian jadi salah paham karena ada aku di sana!” jawabku lemas.

__ADS_1


“Bodoh, mana ada wanita yang mau dengan seorang penjahat!”


Seandainya kamu tahu, apakah kamu tidak sadar? Memangnya tidak terlihat? Ada, jawabannya ada. Dia perempuan yang berdiri di depan kamu sekarang.


__ADS_2