
Di siang hari yang cerah ini, Morgan mengajakku jalan-jalan kami berkencan di danau. Morgan memancing dan aku duduk di sampingnya, memang jadul sekali tetapi bagiku ini sangat romantis. menikmati waktu berdua, menikmati asmara yang baru tercipta hingga api cinta itu menyala-nyala membakar hati dan jiwa kami berdua.
Setelah satu minggu berhubungan sebagai sepasang kekasih, Aku benar-benar merasakan seperti apa di ratu kan oleh pasangan. Morgan sangat perhatian, setiap pagi dia membuatkan aku coklat panas dan malamnya dia memelukku erat hingga pagi datang. begitu terus...
Saat duduk menikmati air danau, aku mengingat sesuatu saat membuka layar ponsel untuk mengabadikan moment kebersamaan kami hari ini. ku lihat tanggal yang tercantum di pojok kiri layar ponsel, hari ini tanggal 14 Februari, hari spesial untuk mengungkapkan perasaan pada seseorang.
benar, hari ini adalah hari kasih sayang. biasanya, di hari kasih sayang, selalu diwarnai dengan bunga mawar dan cokelat. aku terus memandangi Morgan, apakah dia ingat tentang hari ini? apakah dia telah menyiapkan sesuatu untukku, ya?
"Ada apa?" katanya.
"Oh, maaf. apakah aku mengganggu mu, Morgan?"
"Tidak, kamu menatapku terus. apa ada yang salah?"
"Tidak ada."
Morgan tak mengidahkan diriku lagi setelah aku menjawab pertanyaannya. aku coba berpikir positif, mungkin dia sengaja pura-pura cuek padaku untuk nanti memberikan kejutan.
"Morgan... " kataku lagi. aku terus memperhatikan dia, Morgan begitu memikat bahkan setelah kami jadian. dia tak kehilangan kesempurnaannya di mataku.
"Apa?"
"Kamu tampan sekali hari ini, kamu dandan rapi sekali meskipun brewokan dengan janggut yang sangat lebat, lalu rambut bergelombang yang sedikit panjang. kamu tetap terlihat berkarisma."
"Kamu benar-benar gadis nakal. menggoda pria itu tidak baik!"
bibirku mengerut begitu juga kening, "Kamu tidak mau memuji penampilan ku juga hari ini? aku pakai cat kuku hanya untuk keluar bersama mu."
"Kamu selalu cantik Isabella, tidak akan ada yang berubah karena kamu akan selalu bersinar seperti apapun penampilan kamu."
dia mencium keningku, Sentuhan Morgan sangat sensasional. selalu mampu membuatku melayang, begitu pula tiap kata yang dia ucapkan, seperti bom atom Albert yang meluluh lantakkan hatiku.
"Morgan... Kamu ingat tidak ini hari apa?"
"Monday." jawabnya singkat.
"Senin?" tanyaku sedikit kebingungan karena dia kembali menggunakan bahasa asing.
__ADS_1
Morgan mengangguk, begitu pula dengan bulu matanya yang sangat lentik, naik turun menutupi bola matanya yang indah dan cerah.
"Bukan, bukan soal Senin. ada lagi Morgan, hari ini ada peringatan apa?"
"Apa, ya?" aku menatapnya penuh harap, semoga Morgan mengingat tentang ini agar jadi hari kasih sayang pertama yang kami ukir. "Oh, aku ingat!"
"Sore ini aku harus pergi menemui Maya, dan malamnya akan menjalankan misi di suatu tempat."
Sial, rasanya ingin ku buang Morgan ke danau. di hari kasih sayang ini dia malah ingin menemui perempuan lain. dia nampaknya memang tak ingat perihal hari ini, aku sangat marah.
"Merampok?"
"Begitulah... " jawab Morgan.
Kemudian, karena suasana hatiku berantakan aku minta untuk kembali pulang ke rumah. sepanjang waktu aku terus cemberut, Morgan pun menyadari emosi ku yang meledak-ledak, setiap dia bertanya aku hanya diam bahkan sampai ku bentak oleh begitu kesal.
"Kamu mau coklat panas? atau mau aku buatkan Barbeque Steak? "
"Tidak usah, lebih baik kamu pergi sekarang, ini sudah Sore. kak Maya pasti sudah menunggu kamu!"
"Kamu ingin sesuatu? nanti aku bawakan kalau sudah pulang, ya?"
"Kasar sekali... Apakah ada yang salah, Sayang? suasana hatimu sangat buruk setelah pulang dari danau." Morgan mengelus kepalaku lembut sekali, tetapi karena masih marah, tanpa ragu ku tepis tangannya.
"Sudah sore, Pergilah!" jawabku ketus.
Morgan menatapku kebingungan, antara sedih atau apa karena ini pertama kali nya aku merasa dia benar-benar merusak suasana hatiku. bukankah aku ini kekasihnya? mengapa dia malah dengan santai mengatakan akan menemui kak Maya. ku rasa aku masih bisa menahan emosi saat dia melupakan perihal hari kasih sayang, tetapi aku langsung kebakaran janggut saat dia malah ingin menghabiskan separuh waktu dengan perempuan lain.
dan sekarang, ada hal yang lebih menjengkelkan. bukannya memahami bahwa aku sedang marah dan menemani aku, dia malah benar-benar pergi meninggalkan aku di rumah.
...****************...
Tidak terasa hari mulai gelap. aku dalam jendela aku memperhatikan panorama malam, hatiku jadi cemas karena langit sangat kelam. di ufuk Selatan sudah mendung halilintar pun sesekali datang.
bagaimana Morgan, dia belum kembali bahkan ketika hari mulai berkelahi. ada halilintar ribut, dan air berjuta kubik turun berbarengan seperti serangan panah.
aku terus melihat ponsel berharap ada telpon atau minimal pesan singkat dari Morgan. aku mengkhawatirkan keadaannya, meskipun sebenarnya aku masih sangat marah. aku ingin menghubungi kak Maya, untuk mencari tahu keadaan Morgan. tetapi sayangnya aku tak menyimpan informasi kontak nya.
__ADS_1
aku hampir tertidur karena hawa dingin dan bau aspal yang terkena air hujan masuk melalui kisi-kisi jendela kamar. kemudian aku langsung terbangun ketika ku dengar suara sepeda motor di bawah. langsung ku buka jendela, benar itu adalah Morgan yang baru saja memarkirkan kendaraannya di depan rumah.
aku cepat-cepat mengambil handuk dan turun ke bawah. ketika ku lihat Morgan berlari terburu-buru di tengah hujan.
Mataku terbelalak saat Morgan datang membawa beberapa tangkai bunga mawar merah yang merekah. sangat indah.
"Maaf, aku belum terlambat kan? ini belum jam dua belas malam. berarti masih hari kasih sayang."
"Aku membawakan kamu bunga ini," sodor Morgan.
Aku mematung di depan tangga. ku sadari aku telah lupa, bahwa romantisme bukan sekedar meniru adegan di film saja, yang terkadang justru tidak nyata. aku juga lupa, bahwa sebenarnya romantis itu datang dari berbagai cara, seperti yang dibawa oleh kekasih ku sekarang.
Akhirnya Aku menerima 12 tangkai mawar yang masih basah karena tersiram air hujan. aku pun sedikit terkejut, ketika ku perhatikan satu persatu bunga yang di berikan nya padaku,
"kenapa ada satu mawar plastik di sini?"
Masih dengan sabar sambil mengelap wajahnya, Morgan menjawab, "aku memang sengaja membawa 11 mawar segar dan setangkai mawar plastik. Bagiku, aku akan mencintaimu hingga si mawar plastik itu mati..."
aku membisu dan langsung Merasa bersalah karena ledakan kemarahan yang ku lakukan padanya, aku menangis berurai air mata dan memeluk Morgan. "Maafkan aku, aku sudah berpikiran jelek padamu..."
11 tangkai bunga mawar segar itu memang cantik seperti di film yang Ku lihat, tetapi setangkai mawar plastik yang dibawa Morgan itu berarti melambangkan cinta yang abadi dan tak pernah mati.
Morgan tidak membalas pelukan ku dan malah berusaha mendorong tubuhku menjauh darinya, "Jangan peluk aku dulu, Isabella. tubuhku basah kamu bisa masuk angin."
"Tidak Masalah! biarkan aku memelukmu sebentar."
aku benar-benar terharu dengan Morgan, dia pria sempurna dengan sifat manly dan kepeduliannya. seharusnya aku tak perlu berpikir jelek dan marah begitu padanya, dia bukan pria murahan yang gampang berbagi rasa.
setelah puas melepas haru, Morgan mandi dan aku menunggunya sambil menikmati Estetika bunga yang di berikan nya padaku. ini bunga yang mahal, kelihatan dari bentuk, warna, dan ukuran kelopaknya yang merekah. warnanya sangat memikat berwarna merah cerah. lalu tiba-tiba ponselku bergetar.. sebuah notifikasi pesan singkat dari nomor tak di kenal. siapa?
Halo Isabella, senang sekali bisa berkomunikasi lagi denganmu. ini aku Maya, aku mendapatkan informasi kontak mu dari Morgan.
Isabella, bisakah kita bertemu besok siang? tunggulah di taman tempat kita pertama kali bertemu dulu. ada sesuatu yang ingin aku katakan. tetapi tolong rahasiakan ini dari Morgan, ya?
"Apa yang ingin di katakan oleh kak Maya, sampai aku harus merahasiakannya dari Morgan?"
...****************...
__ADS_1
📌Mampir mampir, cerita nya bagus pasti ketagihan. di jamin bergaransi seumur hidup 🪓😇⬇️⬇️