
Dia bernama Morgan. semua orang tahu dan mengakui, dia memanglah tangkas dan berani. aura karismatik nya memancar tak hanya dari pahatan fisik yang menggambarkan kejeniusan sangat pencipta dalam menciptakan nya, sebagai pelipur lara bagi setiap makhluk lemah yang kalah melawan takdirnya, sebagai penghibur bagi dunia yang sedih, juga sebagai cermin misterius yang menggugah, sehingga siapapun yang melihat ingin mengenalnya secara lebih dalam.
untuk menjelaskan tentang dirinya baik fisik ataupun kisah jalan hidup yang dipilihnya secara detail, mungkin perlu sebuah bukunya tersendiri, dengan dukungan pengetahuan yang pas. mengenalnya secara langsung dan ikut masuk dalam kehidupannya yang rumit, lalu di masukkan dalam untaian kata dalam rajutan kecantikan, morfologi, rasa, gaya hidup, serta pengetahuan kriminalitas dan kenegaraan.
dan sepanjang apapun aku menulisnya, tak akan pernah mampu menjelaskan Morgan sedemikian rupa. tapi, setidaknya ia telah membuka berbagai kemungkinan yang memampukan kita menerawang kehidupan dan visualisasi nya secara imajiner, tentang sesosok pria berandalan yang menggetarkan, dagu dan otot tubuhnya yang sensual, dan leher yang halus berlatar belakang jakun jantan yang menonjol. sebuah aura manly yang citranya tak hanya memberi kesan tentang tumbuh dalam pengertian duniawi, namun juga pada pengertian surgawi.
awal bertemu denganku, ku pikir hanya akulah di sini yang menyembunyikan kebenaran tentang diri, namun beberapa hari yang lalu sebuah pertemuan dalam emosi yang memuncak, pria yang mengaku kriminal miskin ini mengungkap tabir kebenaran tentang dirinya.
dia adalah seorang agen mata-mata rahasia, tetapi bukan untuk tujuan keuntungan pribadi atau negaranya semata. ada alasan lain yang sangat mulia. dia berusaha menyelamatkan negara ini dari perbuatan ketidakmanusiawian, penghancuran, pemusnahan, dan lain sebagainya hanya untuk mengurangi jumlah penduduk dan uang. sadis... adapun yang membuatku lebih berbesar hati adalah saat ku ketahui ternyata Chiko dan anak-anak panti yang lain ternyata adalah korban perdagangan manusia yang di selamatkan Morgan.
pantas jika ia begitu di cintai...
kini, ku ketahui pula alasan mengapa ia menolak ku dulu. selalu mengatakan resiko, resiko, resiko... apalah resiko jika memang harus berakhir di kantor polisi, tidak masalah bagiku. tetapi nyatanya, resiko yang dikhawatirkannya lebih dari itu. dia mengajarkan aku, bahwa jika kamu mencintai seseorang dengan tulus, maka kamu akan bahagia bila seorang yang kamu cinta bahagia meski tidak denganmu.
...****************...
__ADS_1
"Mau kemana?"
kataku sambil memasak di dapur, ketika ku lihat Morgan datang sambil memasang jaket kulit andalannya.
"Aku pergi sebentar menemui Maya, ya?"
Kak Maya? Ah, aku baru teringat satu hal. aku mendapat petunjuk tentang Morgan dari kak Maya, bahkan kak Maya memiliki sambungan buku tulisan Morgan. Siapa dia? dan apa hubungan di antara mereka?
"Morgan, ada hubungan apa antara kamu dan kak Maya? kalian terlihat akrab sekali, bahkan kak Maya tampak sangat mengenal kamu. boleh aku tahu dia sebenarnya siapa?"
Morgan memandangi ku dan tersenyum simpul, lalu kepala ku di elus nya lembut. "Hanya Rekan Kerja, dia pemimpin di cabang lain. kalau diibaratkan sebagai struktur perusahaan, mungkin aku adalah pemimpin di cabang perusahaan A, dan dia perusahaan B. begitulah... "
"Isabella, kami ini bukan agen dari badan intelijen. sederhananya, anggap kami hanya tentara yang bekerja sama untuk kemanusiaan dengan menyembunyikan identitas. Bagaimana?"
baiklah, sekarang rasanya aku memiliki koneksi pada pemikirannya. tiap kalimat yang di katakan nya sekarang terasa sangat mudah untuk ku cerna. syukur, ternyata kak Maya memang sungguh hanya teman.
__ADS_1
"Aku pergi dulu boleh?" katanya kembali
"Ada keperluan apa? apakah pekerjaan?"
"Tidak boleh tahu, ha ha ha... aku butuh pendapat darinya."
"Memangnya kalau pendapat dariku, apakah tidak bisa?"
"Bisa, aku ada satu pernyataan dan butuh pendapat dari mu."
"Apa? ayo katakan, aku pasti akan menjawabnya dengan lantang."
"Isabella, bagaimana pendapatmu tentang pernikahan?"
...****************...
__ADS_1
📌Mampir ya kesayangan kami, ke Novel kak SyaSyi ❤