Criminal : Aku Mencintai Penjahat!

Criminal : Aku Mencintai Penjahat!
Surat Penawar Rindu


__ADS_3

Sebulan setelah kepergian Morgan, di sebuah sore yang mendung di mana kucing-kucingku telah masuk ke dalam rumahnya di samping halaman, di mana aku hendak membaca koran pagi, mataku tiba-tiba di kejutkan oleh sebuah amplop yang tergeletak di atas meja, dengan prangko bergambar lanskap kota yang penuh dengan gedung pencakar langit : tempat Morgan berasal.


betapa gembiranya aku! Dengan hati-hati ku buka kertas tertutup itu, kemudian ku baca suratnya dengan sepenuh hati :


Untuk Isabella


Kekasihku yang Ku Sayangi


Salam,


semoga kesehatan selalu menyertaimu.


Sebelumnya, aku mohon maaf atas keterlambatan ku mengirim surat, karena banyak sekali urusan yang harus aku selesaikan. kamu di sana bagaimana? menyenangkan bukan bersama Anak-anak?


aku sudah kembali ke negara ini, sedikit rindu. tentang kota ku sendiri, ya memang indah kota ini. di ujung utara ada sungai kecil yang mengalir juga ada perahu-perahu kecil yang kami sebut gondola, dan di pinggirnya bangunan dengan arsitektur yang khas Mediterania dengan sentuhan abad pertengahan. ini adalah kota di negaraku yang paling banyak di kunjungi turis. oh, pernah suatu kali untuk menenangkan diri karena rinduku padamu, aku naik gondola, aku melihat patung yang mirip denganmu. terutama gesturnya yang kurus dan cantik. aku sampai memanggil namamu, karena terlalu berkhayal sampai tukang gondola menoleh padaku, menyadarkan aku bahwa itu hanyalah ilusi.


kapan kita bisa pergi bersama ke sini? ha ha..

__ADS_1


tapi sejujurnya aku tak berharap kamu menyusul ku, karena aku sudah begitu jauh...


seandainya aku bisa meminta, aku memohon pada Tuhan untuk di berikan kembali kesempatan untuk dapat menciummu di atas perahu, lebih indah lagi saat purnama datang, air menjadi kemerahan karena tercampur warna bulan, dan angin lembut bertiup dari langit yang gelap.


aku ingin merengkuh tubuhmu disini, memelukmu hingga fajar datang, hingga kesunyian yang menguasai ku hancur berkeping-keping...


agar semua orang tahu betapa tersiksanya aku karena rindu...


terakhir, tentang pekerjaanku di sini, tak ada kendala yang serius. aku berharap semoga permasalahan ini cepat selesai...


sekian dulu, salam sayang dan rinduku untukmu.


Morgan. L.


Ku cium surat itu. rindu yang tertahan dalam diriku perlahan mencair oleh kata-katanya yang hadir dalam tulisan, namun seakan aku tengah merasakan dia bicara langsung di dekatku sambil menggosok punggungku dan dia tersenyum. suaranya mengambang di udara, menggetar di sekeliling telingaku. sementara mataku menerawang jauh, menembus kegelapan malam yang kelabu, dengan bintang mungil yang berserakan bagaikan mutiara yang mustahil untuk ku petik.


"Kak Bella? ayo masuk waktunya makan malam!"

__ADS_1


Sentuhan Lily di pundakku, menyadarkan ku dari keharuan dan kerinduanku padamu Morgan. tetapi paling tidak, yang pasti membuatku tenang dengan kehadiran surat ini adalah aku mengetahui bahwa kamu baik-baik saja, dan kamu berhasil selamat sampai ke negaramu. semua itu lebih dari cukup...


hanya tinggal dua bulan lagi, aku akan menunggu dengan sabar. tak bisa ku alihkan khayalan saat ilusi pernikahan dan kau melamar ku secara romantis seperti yang kau harapkan di dalam surat, naik perahu sambil menikmati bangunan yang arsitekturnya seindah yang kau gambarkan.


"Ah, Lily mengagetkan! baik, ayo masuk."


Ku seka air mata, dan bergegas masuk kembali bersama Lily. di dalam rupanya Anak-anak dan bibi Rosy sudah menunggu di meja makan, mereka menyambut ku dengan tawa penuh suka cita.


hingga ketika makan malam usai, aku kembali ke kamar. kertas surat Morgan kembali ku cium aromanya, adakah aroma Morgan disini? ku sentuh surat itu seperti aku menyentuh jemari nya yang menuliskan ini. ku rindu sekali padamu, sayangku...


ku simpan baik-baik surat itu di dalam buku tentang agen yang di tulis Morgan waktu itu, semua ini adalah harta berharga yang wajib ku lindungi dan ku hargai walau hanya secarik kertas kosong dan amplop coklat.


...****************...


📌Halo Kak, author ucapkan terima kasih untuk dukungan kalian pada Morgan dan Isabella. Terima kasih sudah menemani kami sampai bab ini, kami mencintai kalian semua.


📌Jangan lupa mampir ke karya teman kami ya!

__ADS_1



__ADS_2