
setelah kiriman surat yang pertama itu, aku tak kunjung menerima surat lagi. bahkan, sampai tiga bulan kemudian, batas waktu yang dia katakan padaku. seharusnya dia sudah kembali lagi untuk memenuhi janjinya, namun batang hidungnya tak juga muncul di depan pintu untuk menjemput ku, bahkan sepucuk surat pun tak kunjung ku dapati lagi. sedih sekali rasanya, seolah aku sekarat di hantam badai kekecewaan yang amat dahsyat.
aku berusaha mencari kabar tentangnya, namun hasilnya menyedihkan. nomor ponselnya pun tak bisa di hubungi. bayang-bayang buruk tentangnya mulai menghantui pikiranku. Mungkinkah dia berubah pikiran dan menetap di sana? jatuh cinta pada perempuan lokal dan hidup bersama dan melupakan aku di sini? rasa kecewa ku semakin memuncak memikirkan pengkhianatan ini.
mungkinkah aku ini baginya hanya sebuah fase dari petualangan hidupnya yang rumit dan liar. aku hanya sebuah jalan, bukan tujuan. aku tak lebih dari angka nol, yang ada namun tak eksis, yang hadir namun di anggap absen.
tiap kali aku mengenang masa-masa yang telah kami lalui bersama, aku merasakan diriku seperti orang bodoh yang buta. janji-janji dan kata-kata manis yang dia ucapkan tak lebih dari siasat untuk mengelabui hatiku. ku pikir dia hanya menjadikan ku alasan agar bisa tetap aman tinggal di negara ini selama penyelidikan, agar dia bisa mendapatkan pengakuan sebagai warga negara dan memiliki kebebasan.
karakternya yang dulu ku puji-puji kini jatuh menjadi citra penipuan terencana berkedok menolong dan cinta, lengkap dengan ketangguhan dan janji-janji indahnya. dia adalah lambang pengkhianatan paling sadis, sosok manusia yang mencintai kemanusiaan dan hadiah dari setiap tujuan hidup yang buruk dan sesat tetapi dia mampu melupakan dan menginjak hati yang terseok-seok mengagumi dirinya.
Terakhir, aku selalu bertanya pada bibi Rosy. namun bibi Rosy hanya bisa diam dan tersenyum. namun, ada lagi yang dia katakan semalam saat aku berkeluh kesah tentang Morgan, "Suatu saat nanti, pasti akan ada surat lagi yang di kirim tuan Morgan," katanya.
__ADS_1
surat? untuk apa?!
aku sudah terlanjur sadar, aku bukan lagi perempuan dalam hidupnya. dia mungkin telah memiliki perempuan lain yang segalanya melebihi diriku. bukankah aku ini hanya putri manja dari keluarga yang telah bangkrut? tak lebih dari benalu yang menumpang hidup padanya?
tetapi, Ah! Dasar Bodoh! apa yang ku pikirkan? mungkinkah Morgan pria yang seperti itu? kenapa aku mesti merasa rendah? bukankah itu sama saja menjatuhkan diriku sendiri? bukankah itu justru membuatku semakin terpuruk, karena disesaki berbagai prasangka buruk tentangnya? kenalan aku tidak mengambil sisi baiknya, agar jiwaku tetap terlindung dari amarah yang bisa menghancurkan ku?
Dengan berat hati, perlahan-lahan aku mengevaluasi pengalaman singkat yang rumit ini. setiap waktu ku coba menepis pikiran buruk itu, sesekali aku kembali ke rumah lama kami berdua Morgan untuk melepas kerinduan. bunga, jam dinding, kursi, kasur, bantal dan selimut. semua yang ada di rumah itu adalah kenangan tentang Morgan yang akan selalu ku ingat bila aku merindui sosoknya.
di tengah lamunanku, Tiba-tiba suara tangis seorang anak terdengar, besar sekali. segera ku bangkit dari tempat duduk dan mencari sumber suara. hingga sampailah aku di taman samping rumah, anak-anak sudah ramai berkerumun.
ku perhatikan Lily yang terus menangis sambil memegangi lututnya yang berdarah.
__ADS_1
"Dia terjatuh dari pohon karena ingin mengambil layangan yang tersangkut di salah satu dahan, Maaf Nona Bella, bisa tolong ambilkan Obat merah di kamar ku?"
"Oh, tentu bisa. tunggu sebentar!" kataku segera berlari menuju kamar bibi Rosy.
sesampainya di kamar, ku cari obat-obatan yang di maksud bibi, tetapi tak kunjung ku temukan. hingga ku coba merogoh laci di meja samping ranjang. namun bukan obat merah yang ku temukan, melainkan sepucuk amplop berisi surat.
aku sedikit penasaran, karena di samping amplop itu juga ada perangko yang belum terpasang bentuknya sama persis dengan yang pernah tertempel di surat Morgan sebelumnya. jadi ku putuskan untuk mengambilnya, dan ku buka surat yang ada di dalam amplop.
surat yang belum ada tanggal pengiriman, hanya ada isinya. apa maksud semua ini?
...****************...
__ADS_1
📌 mampir ya kak