Criminal : Aku Mencintai Penjahat!

Criminal : Aku Mencintai Penjahat!
First Time, Darling!


__ADS_3

Ketika Fajar datang, aku masih memeluk tubuh Morgan. masih ku ingat dengan jelas bagaimana kami melalui malam panjang bersama. sampai rasanya aku tak rela bila harus melepaskan dirinya.


Aku tak pernah ragu untuk mengatakan iya, ketika dia akhirnya menyatakan perasaannya. aku percaya bahwa Morgan tulus mencintaiku dan akan berusaha untuk membahagiakan aku. bahkan aku yakin, dia akan melindungi aku bagaimanapun caranya.


hingga saat aku menyerahkan cinta dan mengekspresikan keromantisan serta kemesraan semalaman. aku bermanja di tubuhnya, otot-otot itu rupanya bersih dari tatto, semacam seni lukis di tubuh agar terlihat macho dan sangar. cocok sekali, kan dengan image nya sebagai seorang penjahat? tetapi rupanya dia tidak memilikinya.


Dapat ku ingat juga saat dia merengkuh dan membenamkan kepalanya di dadaku, “Aku tidak akan berubah, Morgan. Aku janji tidak akan membiarkanmu kesepian, melewatkan malam di depan televisi sendirian setelah merampok. Setiap malam, aku akan menemanimu menikmati rembulan. seperti yang selama ini sering kau lakukan. Ku akan menyanyikan satu-dua lagu untuk mu, sebelum kau tertidur di pangkuanku. lalu aku akan memelukmu sapanjang malam sampai fajar datang. Kau setuju begitu?”


Ia menatap sendu ke dalam bola mataku, ku pahami bahwa ketakutan nya tentang hubungan kami tak seketika sirna setelah aku mengatakan hal untuk menenangkannya.


"Aku khawatir itu hanya untuk satu atau dua bulan saja, Isabella... "


lantas aku segera meletakkan jari telunjuk ku di depan mulutnya, sehingga ucapannya tak lagi ia lanjutkan.


"Ssttt," kataku, "Hentikan bicara yang tidak perlu, Morgan. sekarang kau adalah milikku, dan aku adalah milikmu. selamanya aku akan membersamai kamu, mengikuti setiap langkahmu. kita akan selalu bersama-sama tak akan ada yang memisahkan kecuali maut yang datang menjemput."


Aku memegang kedua tangan Morgan yang menahan tubuhku.


“Sesekali pasti akan ada hambatan, Morgan. Sesekali pasti akan ada kerikil, tetapi aku mencintai kamu dan aku sudah siap dengan segala resikonya, aku tahu siapa orang yang ku cinta, dia adalah seorang kriminal yang berbuat dosa. maka tentu aku pun sadar apa yang akan ku hadapi jika menjadi bagian dari hidupnya. Tapi itu tidak akan pernah mengubah pandangan dan perasaanku, Morgan. Percayalah. Ingatkan aku jika aku mengabaikan mu. Kita akan jaga api cinta itu tetap hangat membara. Ranjang pengantin kita akan abadi menjadi ranjang pengantin. Cinta dan gairah tidak akan pernah padam di situ. Percayalah...”


Cahaya yang temaram menyembunyikan titik air mata yang jatuh, tapi tak bisa menyembunyikan anggukan kepalanya. Ia percaya...

__ADS_1


alangkah indah, tetapi sayang matahari sudah menyingsing tanda pagi sudah datang. ketika aku membuka mata, rupanya Morgan sudah tak ada di kasur. aku kebingungan, cemas, takut. aku takut kehilangan dia...


tetapi kemudian, Pria yang ku cari muncul. dia berdiri di muka pintu sambil tersenyum, tentu aku sangat menyukainya, sebab kini sosoknya jadi lebih melekat.


Morgan membawakan aku secangkir coklat hangat, "Selamat Pagi," katanya setelah menghampiriku.


"Aku buatkan coklat panas untukmu."


aku menyambutnya dengan semangat, jarang-jarang Morgan membuatkan aku minuman atau sarapan. akan tetapi, rupanya bukan hanya itu yang ingin dia berikan.. ada satu lagi,


Cup


"Terima kasih, Sayang." Kataku,


"Sayang?"


"Kita adalah kekasih sekarang, jadi wajar kan kalau panggil pasangan dengan sebutan itu?"


"Tidak, Tidak masalah Kamu bebas panggil aku dengan sebutan apapun. aku menyukai semua dari dirimu."


Meledak...

__ADS_1


bohong sekali jika aku tidak senang, rasanya aku akan terbang menuju awan sekarang. Morgan adalah pria yang kaku soal hubungan, jadi setiap ucapan darinya akan terdengar sangat romantis dan penuh gairah membahagiakan.


"Tetapi ada yang lebih cocok." katanya.


"Apa?"


"Darling."


Aku jadi hening, agak kebingungan. lalu dia kembali berkata sambil menggosok rambutku lembut. "Ha.. Ha itu sebutan untuk pasangan, di negara tempat Alexander Miraz berada."


"Ah, wajar saja. bahasa asing!"


"Lebih keren tapi, ya kan Darling?"


Darling, aku menyukai sebutan itu. terkesan sangat elegant dan mahal. Morgan, kamu bahkan lebih pintar di banding orang-orang kaya yang selama ini aku temui.


...****************...


📌 Pokoknya Mampir ke sini, ini cerita bagus pake banget. author ga tanggung jawab kalau candu 🪓😇


__ADS_1


__ADS_2