
"Aku bukan warga asli dari negara ini, mungkin jika kamu masih mengingat kejadian yang menimpa Chiko dan lainnya, para perompak itu mengatakan mencari seseorang, dan orang yang mereka cari itu adalah aku, Leandro."
"Jika mengatakan soal kriminal, ku rasa tidak sepenuhnya salah Isabella. aku memang melakukan tindak kriminal, kriminal kelas berat. jiwa ku ini tak bisa di katakan aman, karena itu berulang kali aku mengkhawatirkan tentang kamu. aku memang perampok, rampok informasi. aku adalah tentara elite dari negara lain yang melakukan tindak kriminal di sini, yang ku lakukan itu Spionase."
Ku coba telaah ucapan Morgan, hati dan pikiranku beradu seakan tak ada yang bisa ku lakukan selain bingung. sejauh apapun aku mencoba untuk mengerti, sejauh itu pula akal ku mati.
"Warga Negara Lain?" kataku menyeringai.
Morgan menarik nafas, hingga kembali bicara;
"Alexander Miraz, kamu ingat kan?"
"Aku dan dia berasal dari negara yang sama, aku menyukai musik yang di mainkan dan tiap lagu yang di nyanyikan olehnya. itu semua karena aku paham arti dan makna tiap bait liriknya, dan ku rasa kamu pun mengerti ketika aku mengatakan ini. akhir-akhir ini kamu sering mengatakan bahwa aku terlihat seperti orang asing dari negara lain... kenyataannya memang benar begitu." Ucapnya Kembali.
__ADS_1
Suasana hari ini begitu sunyi, meskipun malam belum datang. dari luar mulai terdengar bunyi rintik air berjatuhan. kini di tengah keheningan, tiap kalimat dalam buku They Kill Them All yang di tulis oleh Morgan jadi terngiang. Dialah sang pemeran utama protagonis pria di sana, seorang agen Elite tentara yang mencoba menguak dan mencari informasi negara lain.
"Kenapa kamu juga merahasiakan ini padaku, Morgan? apakah kamu juga tidak mempercayai aku karena aku warga negara sini? atau kamu justru memanfaatkan diriku demi kelancaran persembunyian identitas asli mu yang sebenarnya, kalau kamu tinggal bersama atau bahkan menikah dengan warga lokal, jelas tak akan ada yang mencurigai kamu kan?"
"Jadi agen yang memata-matai negara lain itu bukan hal yang sederhana seperti dalam pikiran mu Isabella! bahkan keluarga ku saja tidak di perbolehkan tahu tentang pekerjaan yang ku lakukan sekarang, mereka hanya tau aku tentara yang jarang pulang karena bertugas layaknya alat pertahanan negara. hanya karena kamu adalah pasanganku, bukan berarti semua harus kamu ketahui. aku mencintai kamu, sampai secara tidak langsung aku mengkhianati kode etik ku sendiri hanya untuk menjelaskan padamu."
aku sedikit Tersentak ketika dia berbicara dengan nada tinggi terhadapku, ku rasakan bahwa dia benar-benar kecewa padaku yang egois. seakan aku ini merasa paling tersakiti karena ketidakjujurannya, padahal dia menanggung beban yang begitu berat.
"Apa yang akan terjadi, jika aku atau ada orang lain yang tahu tentang identitas dan tujuan kamu di sini?"
"Maksud kamu Mati? memangnya siapa yang akan membunuh kamu, Morgan?"
"Aku pernah berbuat suatu kesalahan, hingga nama ku di ketahui oleh kelompok Araster. mereka adalah mafia busuk di negara ini, dan ketika mereka bebas mereka mencari ku, Leandro. bahkan dengan siapapun yang memiliki hubungan denganku, bisa mati. itu lah alasan, mengapa mereka tega menghabisi Chiko dan yang lain sekali tebas."
__ADS_1
kemudian dengan mata berkaca-kaca Morgan melanjutkan ucapannya, "Resiko hidup ku itu berat Isabella! karena itu lah aku berat hati untuk menerima kamu dulu, karena jika aku merasakan kehilangan kembali karena tugas yang ku emban. aku telah gagal jadi seorang ayah dan pasangan. maka lebih baik aku melihat kamu bahagia dari kejauhan, asal kamu tetap hidup."
Aku membisu, terdiam kaku beberapa saat. ku pahami kini, Mengapa Morgan begitu khawatir dengan kemampuannya melindungi aku. aku seperti gadis pemakan simalakama, di satu sisi tak pernah ada pasangan yang mengharapkan adanya kebohongan dan misteri di antara mereka namun di sisi lain seandainya aku tahu kejujuranmu berdampak rumit. maka aku lebih memilih untuk menutup mata dan telinga tentang kebenaranmu. Morgan, maaf kan aku sudah menjadi duri.
"Aku sangat mencintai kamu, Isabella. bukan aku tak ingin berkata kebenaran atau sengaja tak terbuka padamu, tetapi aku juga mencintai tugasku sebagai penggerak pertahanan dan kemanusiaan. karena itu ku putuskan, biarlah kamu mengenalku sebagai seorang kriminal, pria gondrong tukang rampok, miskin dan pengangguran."
...****************...
Ada dua hal yang Ingin Author sampaikan malam ini :
📌 Mohon maaf karena author hanya bisa up bates situ dulu ya kak, 🥺. besok author lanjut lagi, karena tanpa terduga kondisi kesehatan author kurang baik. tapi mari kita berjuang bersama, okay? karena kalian adalah keluarga kami di Criminal : Aku mencintai Penjahat!
dukungan cinta dari kalian semua benar-benar sangat berharga untuk kami. sehat dan bahagia selalu kak ❤ dimanapun kalian berada, kami menyayangi kalian semua.
__ADS_1
📌 Kami berikan pula Rekomendasi Karya terbaik dari sahabat tercinta di bawah ini; (pastikan mampir woke?)