Delima

Delima
Hasrat yang keliru.


__ADS_3

Ntah kenapa sikap Zahwan bertambah dingin dari biasanya. Mungkin karna dia sedang sibuk.


Baru juga aku memikirkan nya, dia mengirimiku pesan. Dan itu berisikan screenan pesan dia bersama seorang wanita. Dengan hastag..


"Gak tau kenapa ko aku balik lagi seperti dulu yang suka banyak kontekan dengan wanita."


"Emmm... bagus deh!!" Balasku.


"Emang gak kenapa-kenapa?"


"Ngga lah.. itu kan hak kamu!!"


"Mmmmm jadi makin sayang deh!!"


"Mmmmm!" Balas ku singkat.


"Kalo aku nikahin wanita ini gak papa?"

__ADS_1


"Ngga dong... itu hak kamu. Lagian kalo emang ada yang bikin kamu nyaman ya monggo!. Saran aku, kalo kamu di hadapkan dengan dua hati. Pilihlah dia yang baru.. karna selain lebih baru, banyak hal baru yang akan kamu dapatkan"


"Siap" Balas nya singkat.


Semakin hari, Zahwan semakin intim dengan wanita itu.. mesti hanya lewat chattan karna beda kota. Hingga tiba di mana dia marah-marah gak jelas lewat chat kepadu.


"Kamu kenapa sih? ada masalah sama dia?" Balasku.


"Sotoyyyy... emang nya kenapa?" Balas nya.


"Ya marah-marah gak jelas aja!!"


"Ya.. habis kalo kamu ada masalah.. dengan siapapun itu... mau melampiasin kesiapa lagi kalo bukan sama aku?"


Pesan itu hanya ceklis dua biru, Ntah dia malas membalas atau lagi sibuk, dan beberapa saat kemudian diapun membalas.


"Abis ngeselin banget... marah-marah cuma karna gak balesin chat dia. Mana maun nya di manja terus.. dia orang berada dan anak dari orang terkemukan.. makanya kalo kita nikah dia minta paket 50jt plus mahar di atas 30gm...dia bilang itu sudah jadi kebiasaan di lingkungan dia katanya."

__ADS_1


"Mmm ya bagus dong,' jadi kamu bisa usaha lebih giat lagi supaya bisa nikahin dia hmm.." Balas ku.


Jujur,sebenernya sakit mengetahui itu. Aku yang selama ini, nggak berani bentak dia.. malah dia yang sudah jadi makanan sehari-hari membentak ku. Aku yang gak berani bertingkah manja sama dia, apa lagi meminta dimanjakan jika bukan dia yang memanjakanku. Tapi perlakuan dia pada gadis ini berbeda. Aku cemburu.. Apa itu salah?


Tentu saja, jika di bandingkan dengan ku dia bukan lah tandinganku. Aku berkali-kali jauh di bawah nya. Untuk melupakan kesedihan ku, aku pun pergi berjalan-jalan di luar. Dan tak sengaja bertemu Sozi di jalan, Laki-laki yang pernah dekat dengan ku dulu.


"Asma? kamu Asma kan? Apa kabar.. kamu lagi ngapain di sini?" Sapanya.


" Aku baik, Nggak.. ini lagi nyari angin aja. Kamu sendiri mau kemana?"


" Aku habis beli ini buat mamah ku, kamu mau kemana? aku anter kamu ya.. kamu tunggu disini.. aku bawa mobil dulu.. gak jauh ko di belah sana."


"Ngga usah.. lagian seperti nya kamu lagi sibuk.. aku bisa pulang sendiri"


"Beneran?? udah lama banget ya kita gak ketemu, kami makin cantik aja dengan gaya kamu yang masi ttp seperti ini"


"Kamu terlalu berlebihan.. yaudah aku duluan ya!!" Ucap ku sembari berlalu dari hadapan nya. Cukup jauh aku melangkah, saat aku menoleh kebelakang dia masi berdiri di tampat itu sembari memperhatikan setiap langkah ku. Diapun tersenyum kepadaku lalu pergi.

__ADS_1


Dan, hari semakin sore. Akupun memutuskan untuk kembali ke kantor.


__ADS_2