Delima

Delima
Menjauhlah!!.


__ADS_3

Kini usia kandungan ku memasuki bulan ke 8, sungguh kehamilan yang melelahkan. Tidak seperti saat aku mengandung Mangata dulu, sekarang aku lebih malas gerak, cengeng, gak bisa melakukan aktifitas normal seperti saat aku mengandung Mangata, terlebih lagi, aku sangat mual dan merasa tidak nyaman saat berada di sisi Zahwan.


"As.. makan dulu, yuk!! Saya udah buatin sup ayam untuk kamu." Seru Zahwan.


"Wooookkk....!! menjauhlah!! aku gak mau deket sama kamu." Jelas ku.


"Emang nya saya bau, apa?"


"Iya, aku mual deket-deket sama kamu!!" Bentak ku sembari menunjuk-nunjuk nya.


Namun bukan nya menurut untuk segera menjauh, Zahwan malah menarik tangan ku yang menunjuk ke arahnya kemudian mencium tangan ku.


Aku yang merasa tersipu malu karna nya seketika pergi ke dalam kamar. Namun, tiba-tiba perut ku sakit.


"Aaahhhh... Mas!!"


Mendengar teriakan ku Zahwan dengan cepat datang.


"Kenapa kamu?"

__ADS_1


"Perut ku sakit!!" Jawab ku.


"Ayo kita kerumah sakit!!"


Diapun langsung menggendongku ke dalam mobil dan pergi.


Setiba nya di sana, setelah di periksa, dokter menyarankan aku untuk banyak mengkonsumsi sayuran.


"Saya kan sudah bilang, ibu harus banyak mengkonsumsi sayur dan buah!" Tegas dokter


"Iya, saya ingat dok, tapi ahir-ahir ini nafsu makan saya jelek sekali." Jelas ku.


"tuh.. dengar kata ku.!!" Sanggah Zahwan.


"Tidak, sebagai ibu muda saya bisa memahami kondisi bu Asmara. Akan sulit untuk dia menjalankan kehamilan nya. Apa lagi di musim pandemi covid ini."


Setelah berkonsultasi kamipun pergi ke tempat obat dan membayar administrasi lalu pulang. Namun saat hendak ingin turun ke lantai satu, dari notif ikasi terlihat jika lip sedang naink ke lantai 4 sehingga membuat kami menunggu lama. Aku mulai merasa pegal. Melihat ku Zahwan langsung berlutut lalu mengankat sebelah pahanya dan di tekuk kan untuk ku duduki.


"Sini duduk, kamu lelah kan.!!" Seru nya sembari menarik ku ke pelukan nya.

__ADS_1


"Kamu duduk di saya, sabar tunggu sebentar gak papa kan sayang nya ayah!!" Cloteh nya sembari mengelus perut buncitku.


"Hey..hey.. hentikan. Sudah ku bulang aku gak mau deket sama kamu!!"


"Tapikan kamu pake masker . Jadi gak bakalan kecium!!"


"Iya jugak ya, tapi ttep aku gak mau liat wajah kamu!!"


"Yaudah kamu jangan melihat ku, lihat saja ke kedepan!!."


"Bagai mana aku tidak bisa menatapmu, aku berada di pelukan mu!! dan tepat di depan wajah mu. Apa kamu pegal. biar aku berdiri Sehingga kamu tak perlu berlutut dan menekukan sebalah kaku mu ini."


"Saya lakukan ini demi anak saya!!" Tegas nya angkuh.


Akupun menyenderkan kepala ku ke bahunya, dan nafas nya menghembus tepat pada wajah ku.


"Awww... lihat itu, sudah tampan dia sangat perhian sekali. Benar-benar iri!!"


"Aku juga mau punya suami kayak gitu!!"

__ADS_1


Sontak perkataan mereka yang sama sedang mengantri lip membuat kami terkejut


*Siapa yang bilang dia perhatian, dia cuma kawatir dengan anak yang ada di perut ku, kalo kalian tau perjalanan hidup ku. mungkin kalian tidak akan mau jadi aku. Sekalipun di hadapkan dengan laki-laki tampan seperti Zahwan, ehh tunggu.. kenapa aku baru sadar jika ia benar-benar sangat tampan. Pantas saja, dia selalu di kelilingi wanita-wanita cantik dan berbakat.* Gumam ku dalam hati.


__ADS_2