Delima

Delima
Shelina.


__ADS_3

Zahwan benar-benar menempati janji nya. Dia memutuskan untuk pergi dari kehidupan Ethalia. Dan akhirnya Ethalia pun di persunting oleh laki-laki tampan lain. Kini Zahwan benar-benar hanya memiliki ku saja. Namun ini bukan berarti hati nya jugak hanya untuk ku.


Terlebih di kala aku melakukan kesalahan dan kekurangan, dia selalu membandingkan ku dengan mantan nya Shelina. Jelas jika dia belum bisa melupakan Shelina. Gadis cantik multi thalent yang bisa dia bangga kan, sedang kan aku?


Sempat suatu hari, aku menyinggung dia tentang shelina.


"Temen aku sakit karna di putusin pacar nya.. kayak yang gak ada wanita lain aja" Ketus nya.


"Namanya jugak hati Pah, Kalo udah suka ya suka..!!" Jawab ku.

__ADS_1


"Selalu aja itu alasan nya.. kalo gak itu pasti bilang susah cari peganti lah... Gak akan ada orang yang sama seperti dia lah.. "


"Memang logis sih, kalo kamu mencintai seseorang karna hal yang ada di diri dia, kamu emang gak bakal nemuin hal itu di diri orang lain, karna yang seperti itu ya cuma dia. Contonya Shelina. Kamu gak akan bisa nemuin orang seperti dia. Karna yang seperti itu ya cuma dia." Jelas ku.


"Apaan sih ngeselin banget... kenapa jadi ke dia. terus kalo iya kenapa? kamu iri sama dia? karna dia bisa ngambil hati aku sepenuhnya. Dan emang cuma dia wanita yang bisa merebut hati aku seutuh nya.. Gak akan ada wanita manapun yang bisa gantiin dia. Itu yang membuat aku terpukul pas dia harus nikah sama laki-laki lain. Tapi aku masi terlalu muda waktu itu. Orang tuakupun belum mengijinkan aku menikah. Dan akhirnya Orang yang ku banggakan menjadi milik orang lain." Tegas nya.


"Kenapa diem? Iri bukan?."


"Nggak kok, kenapa harus iri.. kalo iya pun kan gak pantes buat aku iri sama orang yang sempurna seperti Shelina. Lagian jika pun harus iri, sampai kapanpun aku gak ada apa-apanya dari pada dia, dan mustahil menjadi seperti dia. Tapi, mestipun tidak ada hal yang di banggakan dari aku. Aku yakin.. aku bisa nyuri hati kamu dengan cara ku sendiri!" Tegas ku.

__ADS_1


Mendengar itu, Zahwan tertegun. Dia diam tak bergeming, ntah ada rasa bersalah terhadap ku atau apa.


Tidak tau kenapa setelah ia mengambil kehormatan ku, aku menyimpan harapan yang begitu besar terhadap nya. Walaupun aku tau, itu mustahil terjadi. Tapi dengan bodoh nya aku selalu menahan setiap rasa sakit demi untuk mempertahankan nya.


Laki-laki yang dulu menyenangkan dan perhatian. Kini menjadi laki-lali egois yang hanya memikirkan prinsifnya. Aku tau, dia mencintai ku. Tapi tetap saja rasa cinta nya terhadapku tidak sebanding dengan rasa cintaku terhadapnya. Itu yang membuat dia seenak hati terhadap ku. Karna dia tau, sebesar dan sebanyak apapun ia melakukan kesalan , aku akan selalu memaafkan nya.


Bahkan, Setiap pertengkaran selalu di akhiri dengan dia menyudahi hubungan ini. Dan tentu aku yang harus mengalah demi mempertahankan nya. Harus berapa kali aku katakan. Selain bersama nya aku tidak tau harus apa. Bukan sebab hati putus asa, atau tidak percaya pada takdir tuhan. Namun aku berharap bisa menuju syurga dengan dia. Satu-satunya laki-laki yang menyentuh tubuh ku. Memang terdengar egois tapi aku sangat berharap.. jinah ini menuju janah, ingin sekali menebus kesalahan dengan dia yang bersama-sama melakukan kesalahan itu.


Note : Jinah menuju Jannah yang berharap setelah menikah, bisa memperbaiki kesalahan yang sudah kami lakukan dengan sucinya ikatan pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2