Delima

Delima
Kembali.


__ADS_3

Rembulan tanpak bagaikan sebuah bola perak yang bercahaya, sementara di kaki langit venus berpijar seperti lahar, meteor jatuh ke bumi seperti lembing menyala-nyala yang di lemparkan oleh sosok tangan dari langit, sementara bintang-bintang berkelap-kelip seakan ribuan manik-manik yang berkilauan telah di jahitkan di atas jubah lembayung langit.


Derdengar suara orang mengetuk pintu dari luar, kupikir itu Zahwan. Tapi saat ku bukakan ternyata itu adalah Ethalia.


"Ethalia?, ada maksud apa kamu kesini selarut ini?"


"Tentu aku mau ketemu Zahwan, apa dia ada?" Jawab nya.


"Dia belum pulang, mari masuk. Di luar cuacana dingin"


Ethalia pun masuk tanpa sungkan, mengingat jika awalnya rumah ini memang di buat untuk dia jika nanti menikah dengan Zahwan.


"Sayang nya aku tidak jadi menikah dengan Zahwan ya, mungkin sekarang yang mengisi rumah ini aku tentunya" Ucapnya.


"Ohhh.... iya, aku mau nginap di sini. Aku gak mau pulang, lagian Zahwan jugak pasti mengijinkan. Apa lagi sekarang ini aku sedang hamil muda. Jadi bisakah bereskan tempat tidur di kamar utama" Sambungnya sembari menunjuk kamar utama tempat aku dengan Zahwan.

__ADS_1


Tak lama Zahwan pun pulang, ia sedikit terkejut kala melihat Ethalia yang tiba-tiba sudah ada di dalam rumah.


"Mau apa kamu kesini?" Tanya Zahwan sinis.


"Aku takut di rumah sendirian, kamu kan tahu aku lagi hamil muda... jadi gak papa kan aku tidur di sini malam ini?". Ujar Ethalia.


Merasa tak tega Zahwan pun mengijinkan nya.


Mendengar itu seketika Ethalia menarik tangan ku dengan keras.


"Oh ya... bisakah malam ini aku tidur sekamar sama kamu? Aku tidur di bawah jugak gak papa, aku lagi hamil muda. Aku takut tidur sendiri." Pinta Ethalia.


Mendengar itu Ethalia tak mampu lagi berkata-kata. Namun tiba-tiba perut Ethalia sakit, itu membuat Zahwan kawatir.


"Aduhhhh perutku sakit!!"

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Zahwan kaget. Dia pun memapah Ethalia ke kamar tamu.


Setiba nya di sana. Ia meminta Zahwan untuk menemaninya kusus malam ini, dan akhirnya dia bersedia.


Malam semakin larut. Aku terdiam di depan jendela kamar sembari melihat bintang-bintang. lalu tiba-tiba terdengar desahan dari kamar sebelah. saat ku ikuti suaranya. Ternyata itu berasal dari dalam kamar Ethalia.


Dan saat ku lihat, Zahwan sudah berada di atas tubuh Ethalia. Sontak aku terkejut dan mengeleluarkan suara hehingga membuat mereka melihat ke arah ku. Lalu dengan cepat aku pergi dari sana.


"Sayang... tunggu!! ini tidak seperti yang kamu bayangkan!". Seru Zahwan. Tapi aku tidak menghiraukan nya.


Setiba di kamar, aku langsung menjatuhkan tubuh ku ke tempat tidur, cairan hangat pecah di pelupuk mata ku. Apakah tadi adalah sebuah penghianatan. Tak lama Zahwan pun menyusul.


"Kamu baik-baik aja kan?, aku tau kamu pasti akan salah paham!" Ucapnya.


"Tadi perut Ethalia kontraksi lagi, jadi aku menghampiri nya. Aku nggak ngelakuin apa-apa ko, bahkan aku tidur di sofa". jelas Zahwan.

__ADS_1


Namun aku menutup telinga ku sehingga aku tidak mendengar penjelasan.


"Ya sudah kalo kamu gak percaya". Ujar Zahwan.


__ADS_2