Delima

Delima
Melamar.


__ADS_3

Dua bulan semenjak kedatangan ku ke kota B ini, Di pagi yang cerah, Hamka bertamu ke rumah ku bersama guru ngaji nya, awalnya aku berpikir mungkin guru nya akan memarahi ku sebab karna ku Hamka sering bolos ngaji.


"Jadi gini nak Asmara, saya tau, anak-anak saya yang bandel ini sering sekali bolos mengaji untuk pergi nongkrong di kedai mba. Namun setelah saya telusuri penyebab yang pastinya, ternyata murid saya ini ingin memiliki maksud baik kepada mba." Jelas Buya Rahman.


"Iya, memang tujuan baik seperti apa maksud buya?"


"Niat kami kesini, yaitu ingin melamarkan Asmara untuk murid saya Hamka" Jelas buya Rahman.


"Maaf, tapi ini terlalu cepat untuk saya. Apalagi setatus saya yang janda anak satu. Masih banyak gadis lain di luar sanah yang lebih pantas." Ucapku.


"Tapi saya tulus sama kamu, dan kamu pantas untuk saya." Sanggah Hamka.


"Daripada nanti nya terjadi hal-hal buruk dan tidak di inginkan, alangkah baiknya Asmara menerima pinangan Hamka, bagaimana?."


Karna merasa tak enak kepada buya Rahman. Aku pun menerima pinangan Hamka.


Besok nya, Hamka membawa ku untuk menemui keluarganya di kota C. Artinya, aku akan pergi ke kota kelahiran ku. Setiba nya di sana, keluarga Hamka menerima ku dan Mangata, keluarganya memperlakukan kami dengan baik, awal nya semua berjalan lancar, namun tiba-tiba datang nenek ke dua Hamka dan kedua anak nya. Betapa kaget nya saat mengetahui jika adik dari nenek Hamka adalah ibu Zahwan.


"Hamka... kamu ketemu di mana dengan wanita ini?" Tanya ibu Zahwan.

__ADS_1


"Di komplek samping Pesantren aku, emang nya kenapa nek?"


"Kamu tidak tau ya siapa dia?"


"Memang nenek kedua kenal dia"


"Yah, tentu...!! Sangat kenal, asal kamu tau, dia wanita perebut suami orang!!"


Mendengar penjelasan itu, seketika ibu Hamka panik dan hampir tidak setuju.


"Apa maksud bibi??" Tanya ibu Hamka.


"asal kamu tau ya!, dia bukan wanita baik-baik. Dia adalah perempuan yang merebut Zahwan dari Ethalia. Dan dia jugak yang membuat Zahwan tidak menikah dari awal dengan Ethalia karna lebih memilih menikahi wanita tidak tahu malu ini" Jelas ibu Zahwan.


"Apa maksudnya ini?" Tanya ibu Zahwan.


"Mungkin Asmara sebelum nya adalah menantu kamu de, tapi itu masalalu, aku jugak udah denger semua nya tentang dia dari Hamka, biarlah itu menjadi masalalu, selagi Asmara bisa buat cucuku bahagia, ya kakak akan menerima dia. Kalo perlu mereka akan segera menikah minggu depan" Jelas nenek Hamka.


"Nenek beneran?". Hamka kegirangan.

__ADS_1


"Iya sayang!!" Jawab nenek Hamka.


"Apa kakak yakin?" Tanya ibu Zahwan.


"Ya!!.. kakak yakin" Tegas nenek Hamka.


Lalu di tengah-tengah acara, Zahwan tiba-tiba datang setelah mengetahui jika calon istri dari keponakan sepupunya adalah mantan istrinya.


"Hamka, kamu tau siapa dia?" Tanya Zahwan.


"Tentu, memang nya kenapa paman?"


"Dia adalah istri ku, dia adalah bibi samping mu!!" Jelas Zahwan mulai emosi.


"Tapi itu dulu, sekarang Asmaraloka akan menjadi istri ku!!" Tegas Hamka.


"Mari kita kita tanya, siapa yang akan Asma pilih". Tantang Zahwan.


Merasa sudah geram, aku pun mengangkat suara.

__ADS_1


"Stop!!, Mas, kamu denger aku!! Ya aku istri kamu, tapi itu dulu, tapi sekarang aku calon istri Hamka, dan kami akan menikah minggu depan!!" Tegas ku.


Mendengar pengakuan itu Hamka merasa senang. Namun aku menerima nya bukan karna cinta, melainkan hanya ingin mencari pelindung saja.


__ADS_2