Delima

Delima
Penjelasan.


__ADS_3

Aku berpura-pura tertidur, sehingga membuat Zahwan pun ikut tidur di sebelah ku.


"Aku tau kamu pasti marah, maaf... apa yang kamu lihat tadi salah faham. Aku jugak tau kamu belum tidur kan. Biar ku jelas kan, Sayang ... saat aku tertidur di sofa, aku terbangun oleh suara Ethalia yang mengigau. Lalu aku menghampirinya berniat untuk membangunkan dia. Tapi dia malah memeluk ku, dia jugak menggoda dan mencium bibirku, sehingga tanpa sengaja aku menampar nya, hal itu membuat aku merangkak ke arah nya guna menyentuh pipinya yang bengkak, Itu saja. Lagian, aku sadar diri. Secantik apapub Ethalia, dia sudah menjadi istri orang lain. Dan aku sudah memiliki istri, dan menjadi gadis paling cantik di mataku." Jelas nya.


Untuk pertama kalinya Zahwan menyebut ku cantik, syukurlah jika kejadian nya memang sepeti itu. Hati ku lega mendengar nya.


"Masi mau pura-pura tidur jugak... mau diemin aku, yaudah."


Tiba-tiba dia menyingkap piama ku lalu memasukan jari telujuknya ke antara bibir ******** ku. Lalu dengan lembut iya menggeseknya sehingga mencintakan gesekan nikmat yang membuat ku perlahan mendesah kenikmatan. Dan saat kenikamtan nya memuncak, tidak tau sejak kapan Zahwan sudah menusukan Batang kejantanan nya dari samping belakang. Lalu di pompanya dengan lembut, hal itu membuat desahan ku semakin tertahan.


"Ahhhh...Ahhhh...Ahhhhh"


Betapa nikmat sehingga aku terus mendesah sampai terdengar ke ruangan tengah rumah.

__ADS_1


Desahan ku pun menjadi cepet senada dengan kecepatan pompaan nikmat Zahwan.


Dan betapa semakin nikmat ketika iya semakin memacu kecepatan genjotan nya, di iringi dengan tangan nya yang meremas2 payudara ku dengan liar.


Dan saat kita berada di puncak klimaks, cairan hangat pun muncrat ke dalam ****** ku.


"Aku sekarang kamu sudah memaafkan ku?, aku memang laki-laki ********. Tapi itu dulu, sekrang aku sudah punya kamu. Maafin aku ya!"


Diapun mencabut batang kejantanan nya lalu membalikan tubuh ku sehingga menghadap padanya.


Aku pun hanya mengangguk kan kepala. Dan seketika ia ******* habis bibir ku, itu membuat hasrat kewanitaan ku bangun lagi.


"Kenapa megang ke sana?, mau nambah? Ok!!"

__ADS_1


Tak henti kamipun memadu kasih di malam yang terasa sangat panjang, Desir angin di luar serasa masuk kedalam tulang ku.


"Ahhhh perih. Udah!!" Ucapku. Kemudia diapun menghentikan nya Dan berinisiatif untuk melihat nya, Ternyata bibir dinding nya lecet-lecet. Melihat itu iya hanya tersenyum.


"Makanya tubuh tuh tinggi ke atas, bukan kesamping.. seperti aku sedang tidur dengan anak sd. kecil... tapi gak papah, biar berasa perawan terus, jadi aku betah di rumah he he he" Godanya.


Mendengar nya pipiku memerah, ada rasa bahagia sekaligus malu. Tidak ada lagi bagian tubun ku yang belum di lihat dengan baik oleh nya.


"Yaudah, besok aku makan lagi kamu, sekarang waktunya kita tidur ya."


Zahwab pun memeluk lalu menyelimuti diri kami. Dan ternyata di belakang pintu, ada sepasang mata yang sudah mengawasi kami dari tadi.


Betapa malunya jika orang itu melihat eksperi wajah ku ketika kenikmatan seperti apa. Sampai-sampai lidah ku menjulur keluar seperti anjing yang sedang di setebuhi oleh penjantan.

__ADS_1


Namun itu membuat Zahwan semakin berhasrat menurut nya.


__ADS_2