Delima

Delima
Bakso.


__ADS_3

Desiran angin semakin kencang di siang hari, pertanda musin kemarau sedang berlangsung. Decit burung bernyanyi gembira merayakan hari yang cerah.


Tiba-tiba dering telpon memecahkan lamunan ku.


Dan ternyata itu dari Zahwan.


"Halo As, kamu lagi dimana?"


"Aku ada di rumah, ada apa?" Jawab ku.


"Gak mau tau, sekarang kamu keluar cariin aku baso!! laper pengen baso. Kalo bisa kamu anterin kesini." Pintanya.


"Tapi ini kan panas pah, Musti cari kemana?"


"Gak mau tau pokonya mau yang enak.!!" Kukuh nya.


Zahwan pun seketika mematikan telpon nya. Harus cari kemana Baso yang enak di siang bolong begini.


Lalu aku teringat jika sodara Mentari adalah penjual Bacil yang enak. Seketika aku pun menelpon nya dan untung nya dia langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo pin, sodara lu yang jualan bacil sekarang lgi jualan gak ya?" Tanyaku.


" Jualan ko pin, emang kenapa? lu mau beli? "


"Iya nih, gue mau beli.. masi di daerah PK kan jualan nya.?"


"Iya, lagian lu mau beli buat siapa? orang panas-panas gini njirr!!"


"Adalah buat temen gue!!" Jawab ku simpel sembari buru-buru mematikan telpon.


Aku pun segera pergi menuju PK menggunakan Angkutan umum, dan baru jugak setengah perjalanan Zahwan sudah menelpon lagi.


"Aku masi di angkot"


"Ahhh kesel..gimana sih lama banget"


"Ya.. sabar!! sebentar lagi jugak sampe."


Aku langsung mematikan telponya dan akhirnya sampai. Dengan cepat aku keluar angkot lalu menghampiri sodara Mentari di kedai Bacil nya.

__ADS_1


"Mang mau bacil nya 15k aja ya!! di bungkus!!" Seruku.


"Siap neng!! oh ya.. ko gak Sama Mentari?"


"Gak mang, soalnya gak lagi main."


"Emmh... ini udah jadi neng." Ucapnya sembari menyodorkan kantosng berisi bacil.


"Ini uang nya mang!" Seru ku sembari menyodorkan uang 3 lembar lima ribuan.


Dengan segera aku pergi menuju tempat perusahaan properti kakak Zahwan. Setiba nya di sana, ia langsung keluar menghampiriku.


"Ngeselin banget si.. lama banget orang lagi lapar jugak.. yaudah aku masuk bye!" Ketus nya sembari pergi tanpa terimakasih sama sekali. Dan membiarkan ku pulang begitu saja.


Rasanya mataku perih seperti menahan cairan hanyat yg tergenang di pelupuk mataku. Akhirnya aku pergi pulang dengan kembali menaiki angkot lagi. Setiba di rumah, Cairan hangat seketika pecah di pelupuk mata ku. Kemana Zahwan yang dulu memberi kehangatan.


Mungkin ini Karma, aku mengambilnya dari orang lain, maka bukan hal yang mustahil jika orang lain akan mengambilnya dariku.


Siang nya, Di kantor aku menerima panggilan masuk, dan ternyata itu dari teman SMP ku ,Hilya, Memang tidak terlalu akrab, tapi dia bermaksud ingin membooking Dekoran dan MAke'up untuk acara Tunangan nya yang akan di gelar 2 Bulan kedepan. Sehingga membuat nya sering mampir ke kantor ku untuk melihat-lihat gaun dan properti dekoran.

__ADS_1


Dan kebetulan saat sedang bersama Hilya di kantor, Zahwan memvideo coll ku sehingga terekam lah wajah Hilya di Handphone. Seketika Zahwan menanyakan nya dan ingin berkenalan dengan Hilya. Hal itu pun terjadi berulang. Setiap hari nya dia akan mengirimiku pesan hanya untuk menanyakan apa Hilya mampir lagi, dan jika iya dia akan mem video coll ku sebab ingin mengobrol dengan Hilya, terlihat jelas ada ketertarikan Zahwan terhadap Hilya. Ntah perasaan apa ini, aku merasa sedih setiap ia mengobrol seru mesti hanya lewat video call. Jika bukan untuk mengobrol dengan Hilya dia tidak akan mau menghubungiku.


__ADS_2