Delima

Delima
Marah.


__ADS_3

"Asmaraloka... aku udah ijin sama dia kalo aku ingin ngerasain jadi istri kamu". Ujar Ethalia.


"Ta...tapi... aku pikir kamu cuma mau nyiapin rasarapan, baju sama kebutuhan Zahwan yang sewajarnya aja.". Ucap ku.


"Harus nya kamu peka.... apa arti melayani seperti istri.. jangan langsung iya-iya aja". Teriak Zahwan pada ku.


"A..aku... aku...". Aku tak bisa lagi berkata-kata sebab menyadari kesalahan ku.


"untuk saat ini dan seterusnya, saya tegaskan kamu.. ethalia, jangan mencampuri urusan Asma dalam melayani saya... ngerti kamu?". Jelas Zahwan.


"I...iya mas". Jawab Ethalia.


Keesokan harinya...


Fajarpun mulai menampakan cahaya keemasan nya di kaki langit, sedang sang penunggang kuda yang gagah matahari baru terbangun dari tidur nya, membuat bintang-bintang ketakutan sehingga memucat dan pergi.


Hari minggu yang cerah, saat Zahwan membuka mata nya, ia tidak melihat ku di samping nya. Dia pun bangun mencari-cariku ke seluruh ruangan, tapi tak ketemu.


"Eth... apa kamu ngeliat Asmaraloka?" Tanya nya.


"Kamu sudah bangun ya? , ini aku bikinin kopi, mumpung masi hangat. Dan untuk Asmaraloka, dia sudah pergi ke kantor dari subuh." Jawab Ethalia.

__ADS_1


Di kantor.


Sepagi ini phonsel ku sudah berdering. Dan saat ku angkat,


"Cepat pulang kerumah sekarang jugak.!!" Tegas Zahwan dengan nada tinggi. Dengan cepat aku pun pulang, dan setiba nya di rumah. Sudah ada Ethalia yang menangis di samping Zahwan yang terlihat sangat marah.


"Ada apa ini? kenapa Ethalia menangis"


"Kamu yang kenapa?, lupa dengan apa yang telah saya katakan kemarin?". Zahwan marah.


"Aku.. aku..., Maaf!!" Jawabku terbata-bata.


"Sayang, aku tau aku salah. Tapi aku cuma mau ngewujudin keinginan dia untuk satu malam saja. dan itu tidak akan terjadi lagi. Aku jugak wanita, seperti yang orang lain katakan. Memang akulah yang merebut kamu dari dia. Jadi aku mau nebus kesalahan ku. Maaf!!"


Mendengar penjelasan itu hati Zahwan pun mencair.


"Oke... aku mengerti, tapi untuk kali ini.


Dan berapa kali aku sudah bilang, bukan kamu yang merebut ku dari dia, tapi dia yang membuat ku berpaling ke kamu" Tegasnya.


Lalu Zahwan membalikan badan nya kemudian memeluk dan mengecup kening ku dengan mesra.

__ADS_1


"Pantas saja rasa nya tidak nikmat, tidak selembut punya istri ku" Bisik nya sedikit menggoda.


"Kamu....!!!"


Kamipun berciuman dan saling mencurahkan kasih, lalu pergi ke luar untuk mencairkan suasana yang panas di pagi ini.


Seperti saat dulu kita masih Pacaran, Zahwan membelikan ku es krim banyak sekali, benar-benar mengasyikan. satu kata untuk dia, I Love You my Hubby.


Kami terus mengelilingi mall dan kota untuk sekedar berjalan-jalan atau membeli sesuatu dan bamakan.


Benar-benar seperti orang yang sedang pacaran, kami terus bergandengan dan tidak terpisahkan sekejap pun, sehingga gadis-gadis yang ada di sekitar merasa iri melihat kemesraan kita berdua.


"Lihat pasangan itu, aku pengen kayak gitu ih". Ujar salah-satu gadis yang kita lewati.


"Aku jugak...". Balas yang lain nya.


Mendengar itu membuat melamun untuk sesaat.


"Kenapa? ko bengong?". Ucap Zahwan.


"Nggak !". Jawab ku.

__ADS_1


__ADS_2