Delima

Delima
Kecewa.


__ADS_3

Mendengar kehamilan ku yang kedua membuat kakak laki-laki ku datang ke kota J. Dia melihat keadaan ku dan mempertanyakan kenapa bisa terjadi.


"Apa kamu masi cukup punya kulit wajah yang tebal? apa hati kamu terbuat dari besi? kamu lupa bagai mana cara dia memperlakukan kamu, dek!!. Kamu mungkin biasa-biasa aja, tapi kokok sama mamah sudah Kecewa dengan apa yang dia lakukan ke kamu."


"Dek, koko sayang sama kamu... apapun yang kamu mau koko akan kasih!!" Sambung nya.


"Maafin Asmara ko, Asmara gak maksud buat kokok sama mamah sedih, Asmara jugak gak tau kenapa gak bisa lepas dari dia. Maafin Asmara!!"


"Yasudah, kokok ngerti. Tapi kalo kamu sayang sama mamah. Kamu lupain dia. Kamu cantik de!! kakak yakin akan ada yang bisa nerima kamu!!"


"Emmmmmm, mungkin!!. Asma gak ada niat buat kesanah,ko!! Asma mau fokus aja sama karir dan anak-anak asma. Asma yakin bisa laluin kehidupan ini dengan bahagia. Kokok doain aja ya!!"


"Pasti!!.. Yasudah, sukur kalo kamu gak kenapa-kenapa. Kokok pulang ya!! bank gak ada yang jagain. dan karyawan semuanya izin cuti karna pandemi ini."


"Emmmm... oke, hati-hati!!"


Diapun pulang, dan beberapa saat setelah kepulangan kakak ku. Mentari datang dengan Zahwan.


"Hayyyy bey... apa kabar!!" Seru Mentari.

__ADS_1


"Mentari!!... aku baik, aaahhhhh seneng kamu bisa datang kesini. Ko gak ngasi kabar dulu."


"Sengaja, aku mau kasi kejutan sama kamu... ya kan, gon!!" Ucap nya sembari menoleh Zahwan.


"Si gogon (Zahwan) tadi marah-marah tau.. gara-gara gue kelamaan dan-dan. kan namanya cewek hakikat nya harus selalu tampil cantik kan, ya!! apalagi mau pergi jauh. Lumayan loh butuh waktu seharian dari kota C ke kota J itu" Jelas Mentari dengan gaya nya yang heboh.


"Mana sayangku Mangata?" Sambung nya lagi.


"Dia ada di kamar lagi tidur.. yaudah yuk masuk!!"


Setiba nya di kamar, Mentari langsung menghampiri Mangata yang sedang tertidur dan mengganggu nya agar dia bangun.


"Yaampun gon... cerewet amet si.. ini kan keponakan gue... yang tampan nya pun nurun dari gue.. gue kan cantik!!" Seru nya bangga.


"Terserah kamu deh!!" Tukas Zahwan geram.


"Oh yah Nah, kamu udah lahiran kan? mana anak kamu?"


Namun seketika wajah Mentari murung.

__ADS_1


"Kamu gak di kasi tau ya? Mentari kan keguguran karna stres" Jelas Zahwan


"Yaampun.. maaf Onah, aku gak tau. ko kamu gak kasi tau aku sih?"


"Maaf ya As, we gak kasi tau lu.. gue takut lu kawatir!!" Jelas Mentari.


"Tapi kamu gak papa kan?"


"Enggak!!"


Akhirnya kami mengobrol sembari curhat atas apa yang sudah terjadi selama 2 tahun aku dan Mentari tidak bertemu.


Dia marah ketika tau perjuangan hidup ku di kota J ini. Dia merasa aku sudah melupakan nya karna memang susah lama aku tidak menghubunginya.


Di tengah perbincangan, Mangata terbangun. Lalu aku mengambilnya dan memberi kan nya susu pormula.


"Karena kondisi kamu gak baik, nanti kamu juga kasih anak kedua kamu pake susu formula juga aja..". Saran Mentari.


"Hngg...!! enggak Nah, aku lebih milih kasi Asi aja, asi kan bagus buat pertumbuhan dia. Memang formula banyak vitamin nya. Tapi gak bisa ngalahin keunggulan asi hehe" Aku membanggakan diri.

__ADS_1


Dan kami melanjutkan perbincangan yang barusan tertunda.


__ADS_2