
"Akhirnya aku bisa kembali pada seseorang yang menerima ku apa adanya."
Author : Puji syukur ke hadirat Tuhan seluruh semesta alam, akhirnya novel ini bisa di selesaikan dalam waktu kurang lebih 2 bulan.
Tak terlupa untuk para Reader Delima yang telah memberi support, kritik dan saran. Saya ucap kan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Begitu banyak halangan dalam pembuatan sehingga membuat saya sebagai author tidak bisa konsisten dalam menentukan jadwal Up-nya.
Cerita ini di buat bukan bermaksud untuk mencemarkan nama baik suatu agama atau lain nya.
Sekali lagi saya tegaskan ! Cerita ini bukan bermaksud untuk mencemarkan nama baik semua tokoh yang terlibat atau suatu agama!!
Namun begitu banyak pro dan kontra di dalam cerita ini.
Dimana kita bisa memecahkan jawaban untuk pertanyaan orang-orang di luar sanah mengenai wanita yang berhijab.
Kita sebagai manusia terlahir sebagai mahluk yang abu-abu. Tidak selalu benar, dan tidak selalu salah.
__ADS_1
Dimana setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan.
Dan untuk seorang perempuan muslim, hijab adalah wajib baginya, jangan mengait-ngaitkan keburukan seseorang dengan hijab nya, dan menghakimi keburukan seseorang dari hijab nya pula.
Hijab bukan hanya untuk mereka yang memiliki akhlak baik, namun wajib untuk semua wanita muslim yang sudah baligh, sekalipun dia adalah seorang pembunuh atau pun penjinah.
Dan hijab bukan menjadi tolak ukur ciri ketaatan dan kebaikan nya seorang perempuan muslim.
Namun dengan hijab, kita bisa menekan sedikit keburukan kita agar malu dengan hijab yang kita pakai, tapi lebih utamanya adalah untuk menekan rasa malu kita sebagai wanita muslimah kepada Rob nya.
Jika kamu menyuruh orang lain mencopot hijab dengan alasan dia belum bisa berbuat baik, haruskah kamu menyuruh orang mencopot lidah dengan alasan belum bisa berkata baik?.
Dan selain itu, dari cerita ini kita bisa mendapatkan solusi di dalam suatu hubungan suami-istri, untuk selalu bisa harmonis di dalamnya.
Rumah tangga bukan hanya sekedar cinta, tapi hubungan suami-istri itu ibarat rumah, dan agar rumah itu kokoh memerlukan 4tiang di dalamnya, begitu dalam hubungan, tiang ke 1 adalah kasih sayang, tiang ke 2 adalah saling menghargai, tiang ketiga adalah kejujuran, dan tiang terakhir adalah kesetiaan. Jika kamu tidak memiliki 4 pondasi tiang itu di dalam hubungan kamu, jangan harap rumah mu akan berdiri kokoh.
***
__ADS_1
Cerita ini saya angkat dari kisah nyata yang ada di lingkungan saya sendiri. Dan tidak bermaksud untuk membukakan aib-aib semua tokoh yang ada di dalam nya.
Di tambah sedikit bumbu untuk membuat nya menjadi lebih menarik.
Agar tidak ada lagi yang melakukan suatu kesalahan seperti yang telah tokoh dalam cerita ini lakukan.
Dimana beliau selaku wanita yang sedikit pemahaman agama namun mencoba berubah untuk menjadi seorang yang lebih baik lagi. mohon doanya 🙏
Di episode saat beliau melahirkan Mangata (Bukan nama yang sebenarnya), ada seorang aktris yang menolong beliau ketika hendak melahirkan di lift 2015 silam.
Itu benar-benar terjadi adanya, namun sebenarnya aktris yang menolong beliau adalah pendangdut kembar , tapi karena sedang viral sosok R itu sekarang,maka dalam novel ini saya ubah sedikit kisahnya, jika yang menolong beliau adalah aktris RB yang sedang booming sekarang ini untuk membuat novel ini menjadi sedikit menarik.
Pesan saya, jangan pernah mencintai seseorang yang keluarganya tidak menerima kamu, karena itu akan membuatmu terluka.
Cintai lah dia yang mencintai mu, dan yang keluarga nya menerima mu.
Jangan pernah menyimpan harapan pada manusia,
__ADS_1
sebab tuhan akan menurunkan nya kepadamu kepedihan ke atas mu sehingga kau kembali kepada Nya. Sebab Tuhan mencemburui itu.
Ya Rob.. jauhkan lah kami dari pernikahan tanpa cinta, dan dari cinta tanpa pernikahan.