Delima

Delima
Pertemuan.


__ADS_3

Hari ini aku bersama Mangata pulang berjalan kaki dari swalayan untuk berbelanja kebutuhan Restoran kecil kami.


Di jalanan yang ramai dan penuh dengan kemacetan, Sembari menggendong Mangata, aku jugak menenteng dua keranjang bahan pokok yang baru saja di beli.


Ditengah perjalanan, Mangata merengek karna kepanasan.


"Mbu...mimi!!" Rengek nya.


Merasa tak tega, aku pun berhenti dan memilih duduk di kursi halte terdekat.


Ku keluarkan Payudaraku yang memang sudah merasa pegal karna air susu yang sedang banyak, lalu di susukan pada Mangat dan di tutup oleh ujung kerudung Fasminah ku.


"Kasian, kamu haus yah sayang..!! Bentar lagi kita sampe rumah" Ujar ku.


Merasa lelah, akupun beristirahat sebentar sembari menunggu Mangata selesai menyusu. Baru saja memejamkan mata, sudah ada suara laki-laki asing yang menyapaku.


"Asma!!"


Betapa kaget nya saat aku melihat jika orang yang menyapa ku adalah Zahwan. Rasa kaget itu membuat ujung kerudung yang menutupi dada ku melorot, sehingga terlihat jelas payudaraku yang sedang menyusui Mangata, membuat pipi laki-laki itu sedikit memerah dan jakun nya bergerak menelan ludah.


Dengan segera ku tutup kembali, lalu berlari dan meninggalkan blanjaanku. Namun laki-laki itu mengejar sehingga kami kejar-kejaran dan membuat Mangata menangis keras karna ketakutan membuat ku memilih berhenti sehingga kami akhirnya tertangkap.


"Tunggu As!!Kemana kamu selama ini, kenapa kamu menghilang selama dua tahun ini?"


"Aku.. aku hanya ingin memiliki kehidupan bahagia."


"Apa selama di sisiku kamu menderita?


"Ya!!"


"Berhentilah, kasihan anak mu.. dia ketakutan"

__ADS_1


Kemudian laki-laki itu berlutut lalu menarik ku kepelukannya dan mengankat sebelah paha nya sehingga menyanggah untuk ku duduki.


"Sini, duduklah, kasian dia!!."


Kamipun begitu dekat, sehingga di lihat oleh banyak pejalan kaki.


"Wah.. romantis sekali mereka, anak nya jugak lucu." Ujar salah satu perempuan pejalan kaki.


"Lihat, orang lain salah paham tentang kita, aku mau berdiri." Tegasku.


"Duduk saja, kasian anak mu."


Melihat Mangata yang kelelahan, membuat ku terpaksa untuk menurut.


"Kenapa kamu bisa di sini?" Tanya ku.


"Seperti biasa, aku sedang belanja kebutuhan toko. Apa bayi yang sedang menyusu ini adalah anak kita?"


"Itu anak aku kan As..!!"


Karna merasa tak tega, akupun mengiyakan nya.


"Boleh aku gendong?"


"Tunggu sampai ia merasa kenyang."


"Oke, As.. kamu kemana aja dua tahun ini. Aku nyari kamu kemana2... sampai aku putus asa. Tapi betapa senang nya hari ini aku bisa bertemu dengan kamu di sini."


Terlihat matanya yang berkaca-kaca. Tapi aku tak boleh luluh, dia tidak mencintaiku. Aku hanya di jadikan pion nya. Untuk apa aku memperdulikan dia, dalam benak ku.


Setelah merasa kenyang, Mangata pun melepaskan susunya, lalu ia menggeliat menggemaskan sehingga membuat Ayah nya tak sabar untuk menggendong nya. Aku pun bangun dari pahanya, lalu memberikan nya pada Zahwan.

__ADS_1


"Hay sayang, apa kabar?? Ini ayah, nak!!"


Mangata menoleh padaku ku, ia merasa bingung dan asing kala menatap Zahwan.


"Sayang... ini ayah, ya!!" Jelasku.


Lalu iya mengangguk, dan dengan polosnya menyebut kata Ayah


"A-yah!" Ucapnya di barengi dengan tawa menggemaskan.


Zahwan terharu, cairan hangat seketika pecah dari pelupuk mata nya.


"As, boleh aku gendong dia sebentar lagi"


"Tentu!!" Jawab ku karna tak tega.


Kemudian Zahwan membawa kami ke tempat makan dan terus bermain dengan anak smatawayang nya ini. Terlihat Mangata yang ceria mulai pasih berbicara dan mampu menghafal setiap kata yang Zahwan ajarkan.


"Ayah.. maam!!" Ucapnya sembari menyodorkan mie yang ada di genggaman tangan mungil nya.


Aku terheran melihat Mangata yang pertama kalinya secepat itu mudah beratraksi dengan orang baru, mungkin karna mereka adalah ayah dan anak.


"As.. malam ini aku boleh tidur sama..??, ya ampun.. aku belum tau namanya, namanya siapa?"


"Mangata!"


"Nama yang indah, boleh tidak aku tidur dengan nya untuk satu malam saja?" Pintanya penuh harap.


"Baiklah, hanya semalam saja."


Setelah selesai makan, kamipun pulang kerumah ku.

__ADS_1


__ADS_2