Delima

Delima
Sesak.


__ADS_3

Di hari itu jugak Hamka menjatuhkan talak nya. Aku menangis tak terima, tapi aku tidak bisa menolak keputusan nya.


"Ka, aku.. aku!!".


"Pergi... aku menalaq mu detik ini jugak.. kembali lah pada Om Zahwan.. pergiii*!!!!". Tegas Hamka tanpa menatap ke arah ku.


Ibu pun senang dan langsung membawa ku pulang ke rumah nya.


Sesampainya di rumah.


"Loh kok ibu bawa Asmara kesini?". Tanya Ethalia.


"Diam kamu, mulai hari ini Asmara akan tinggal di sini.. karena dia sedang mengandung anak Zahwan. Dan dia akan kembali menjadi istri Zahwan. Kamu harus terima di madu ya!!". Ucap Ibu.


Terlihat Ethalia yang merasa keberatan, ibu pun pergi menemui Zahwan, sedang aku mengobrol dengan Ethalia di ruang tamu.


"Maafin aku ya Eth... aku gak maksud kembali ke kehidupan Zahwan"


"Enggak papa, tuhan memang menakdirksan Zahwan untuk kamu"


"Tapi aku gak bisa...!!". Seru ku.


"Mbu.....!!!!!". Teriak Mangata.


"Sayang, ko kamu ada di sini?"


"Aku yang mengantar nya, tadi aku kerumah Hamka. dia bilang kalau kamu bukan lagi istrinya. Ada apa ini Asmaraloka*??". Tanya Kaka ku.

__ADS_1


"Aku.. aku hamil ko, dan ini anak Zahwan" Jelas ku.


"koko gak setuju kamu kembali dengan Zahwan!!"


"Hey... ada keributan apa ini? jangan melarang Asmara ya... Abdal!". Tegas ibu Zahwan yang baru kembali bersama Zahwan.


"Saya tidak akan setuju adik saya kembali pada dia,lupa sebanyak apa dia sudah menyakiti adik saya!!". Sanggah kakak ku.


"ka.... tapi bayi ku..."


"Apa? jadi kamu mau kembali dengan dia?, oke... tapi jangan pernah kamu kembali ke rumah."


Kakak pun pergi dengan Amarah tanpa mendengar penjelasan ku.


"Mbu.. bukan nya mbu sama ayah Hamka?". Tanya Mangata.


Aku hanya diam tak sanggup berkata apa-apa.


"Jangan sentuh aku!!". Tegas ku.


Hari-hari ku lalui dengan ketidak nyamanan.


Walau pun ibu memperlakukan ku dengan baik sekarang. Tapi aku merindukan nenek.


"Kenapa kamu diam, apa kamu menyesal kembali dengan ku?". Tanya Zahwan.


"Iya..!!" Jawab ku.

__ADS_1


"Apa kamu sudah mencintai Hamka?"


"Kalo iya kenapa?"


Akupun pergi ke luar dengan Mangata untuk berjalan-jalan. Ku lihat Hamka yang sedang berjalan di depan ku berharap menyapa. Namun ia melewati ku begitu saja, membuat hati ku terasa Sesak.


"Ka Hamka,!! ". Seru Mangata menghentikan langkah nya.


"Tunggu aku... ko kakak gak ngajakin aku main lagi sih?". sambung Mangata sembari menghampiri nya.


Hamka pun jongkok dan menjajarkan tingginya dengan Mangata, sesaat dia terdiam, dan cukup lama memandangi Mangata.


"Emmmm... maaf kakak ada banyak urusan, kakak pergi dulu ya!!". Ucap nya.


"Jangan, aku kangen sama kakak... kita main ya!!".


"Ya udah kita main, tapi sebentar ya..!!"


"Siap pak bos!!"


"Mbu, aku main dulu ya sama papa Hamka, ehh maaf.. maksud 'ku kakak". Ujar Mangata.


Aku hanya mengangguk kan kepala.


Dengan mengabaikan ku, Hamka pun menggendong Mangata pergi ke lapangan dekat rumah dan bermain bola di sana.


Sesampainya di lapangan, Mangata bermain dengan ceria. Tiba-tiba ia terjatuh membuatku panik dan menghampiri nya bersamaan dengan Hamka membuat kepala kami saling terbentur.

__ADS_1


"Ahhhh!!!". Teriak ku pelan.


Melihat kami yang kesakitan, Mangata tiba-tiba berhenti menangis lalu tertawa melihat kami berdua.


__ADS_2