
Sejak mendapatkan kabar suami nya, Ethalia menjadi pemurung. Padahal dia sadar bahwa dia belum bisa mencintainya, tapi saat ia ingin belajar membuka hati, tuhan lebih dulu mengambilnya.
Melihat itu, ibu Zahwan cemas dengan keadaan Ethalia. Seketika ia memanggil Zahwan untuk menghadap padanya.
"Ada apa ibu memanggil ku?" Tanya Zahwan.
"Apa kamu gak kasihan sama Ethalia?, selain pernah menjalin hubungan dia jugak adalah sepupu kamu. Sebaiknya kamu melindungi dia dengan menikahi nya. Lagian Asmara jugak gak akan keberatan. Sudah tau ibu tidak pernah menyetujui, kamu malah bersi keras menikahinya tanpa sepengetahuan kami."
"Tapi bu, aku tidak suka dengan nya!"
"Pokonya kamu harus nikahin dia, dan kalo Asma gak setuju, biar ibu yang suruh dia pilih. Di ceraikan, atau terima di madu."
Lalu dengan kesal ibu pergi, dan aku menghampiri Zahwan.
__ADS_1
"Ibu suruh kamu nikah lagi ya?" Tanya ku.
"Makan nya, rawat tuh badan, harus bisa terlihat menarik seperti Ethalia, walaupun sedang hamil dia masi memancarkan pesona. Makanya ibu pun terpikat Untuk menyuruhku menikahi dia" Imbuh nya.
Sungguh aku tidak bisa membaca benaknya, sesaat ia bersikap seperti mencintaiku, namun sesaat berubah menjadi sosok yang seperti hanya mempermainkan ku dan menuntut ku untuk seperti ini dan itu, sebenernya dia nerima kekurangan aku atau tidak, hanya dia yang tau.
Sementara di dalam kamar Ethalia. Ibu mengobrolkan hal yang tadi dia bahas dengan Zahwan kepadanya. Mendengar itu terlihat gurat kebahagiaan di wajah Ethalia. Seketika hati ku sesak, sekujur tubuhku terasa seperti terbakar.
Ethaliapun keluar dari kamar untuk membuat susu ke dapur, namun berenti sejenak di depan ku.
Sebulan pun berlalu, hari ini Zahwan akan menikah dengan Ethalia.
Betapa hatiku di rudung rasa gelisah dan cemburu, namun Mentari mencoba menguatkan aku.
__ADS_1
Setelah acaranya selesai, Zahwan menghampiriku dan meminta aku untuk berlaku baik pada Ethalia. Jugak meminta ijin untuk 1 minggu ke depan ia akan tidur di kamar Ethalia.
Dengan ambigu, aku hanya bisa menganggukan kepalaku. Betapa sakit ketika kita harus berbagi laki-laki yang kita cintai dengan wanita lain.
5 bulan berlalu, Ethalia melahirkan bayi nya, berjenis kelamin perempuan, sangat sehat dan cantik seperti dia.
Dengan senang semua orang dalam rumah ikut bahagia, tidak terkecuali aku, aku pun sangat bahagia.
Rumah ini kini semakin ramai dan hidup di tambah suara tangis bayi setiap harinya. Keluarga, kerabat dan teman-teman Zahwan dan Ethalia mertamu silih berganti.
Mereka hanya mengetahui jika Ethalia istri Zahwan satu-satunya.
Menerima kenyataan yang sangat pahit, di samping itu mereka memperlakukan ku seperti pembantu, dan tidak bertanya siapa aku, hingga ada seorang pemuda yang menghampiriku, dia adalah adik sepupu Zahwan, umur nya terlihat tidak jauh beda dengan Zahwan.
__ADS_1
Postur tubuh yang sedikit berisi namun tidak menutup bentuk otot kecil di kedua tangan nya.
Itu adalah pertemuan pertama kami, malam nya dia menelpon Zahwan untuk meminta nya mencomblangkan nya dengan ku. Dan bukan nya menjelaskan. Zahwan hanya terdiam saja.