
Sudah 1 bulan aku merasa kurang enak badan. Perutku jugak kembung karna masuk angin.
Lalu aku pergi memeriksakan diri ke rumah sakit yang sama 1 bukan yang lalu.
Setelah sampai aku langsung di Periksa. Dan hasilnya pun keluar, namun wajah dokter terlihat kebingungan.
"Bu.. maaf!! " Ucap bu dokter.
"Ada apa dok?"
"Ada masalah dengan anak ibu!"
"Loh.. anak saya gak sakit ko dok!!"
"Gimana ya saya ngejelasin nya."
"Ada apa sih dok?"
"Sebenernya, ibu sedang hamil. Dan kini usia nya 10 minggu."
"Loh, kan kemarin dokter bilang nya saya cuma kecapean."
"Maaf sekali.. perempuan yang mengantar ibu 1 bulan lalu menyuruh sayah untuk tidak memberitahukan nya pada ibu. Dengan memberi alasan jika dia takut kehamilan ibu akan memjadi pikiran kepada ibu."
"lalu bagai mana dengan anak yang ada di perut saya?"
"Dia cuma terkena gangguan sedikit dari obat angin yang ibu minum, tapi gak beresiko ko. Cuma ibu harus banyak makan sayur yah!!" Saran bu dokter.
"Yaudah, makasi ya dok!!"
Aku pun pergi ke ruang administrasi lalu pulang.
__ADS_1
Setiba nya di rumah. Aku langsung menelpon Iman untuk mengantarkna Mangata, namun seketika pikiran ku terganggu.
Kenapa Ethalia menyembunyikan kehamilan ku.
Sedang di kota C tepat nya di rumah Zahwan, dia menemukan kertas hasil leb dengan menterakan positif hamil kepada pasien atas nama Asmaraloka. Seketika iyapun memanggil Ethalia dan langsung mencacinya.
"Dasar gak tau malu kamu, apa dengan cara ini kamu pikir aku bakal cinta sama kamu?"
"Tolong tenang mas!! Ada apa ini?"
"Kamu yang ada apa?, kenapa kamu sembunyiin kehamilan Asmara dari aku. Kenapa kamu sembunyiin hasil ini!!" Teriak nya.
Hal itu akhirnya terdengar oleh ibu dan kak Zahra.
"Ada apa ini, Zah!!" Tanya ibu.
"Dia bu.. gara-gara dia!!" Jawab Zahwan dengan penuh marah
"Dia nyembunyiin kehamilan Asmara.!!"
"Ohh.. itu, Kirain apa!!" Seru ibu dan kak Zahra.
"Apa, Jangan-jangan ibu sama kakak udah tau?"
"Iyalah.. orang kita yang nyuruh Ethalia buat palsuin hasil leb Asmara. Karna aku yakin, kalo kamu tau ini, kamu pasti akan memaska kembali perempuan yang gak tau diri itu, kan!!" Jelas kak Zahra.
Mendengar itu Zahwan kecewa, dia pergi Ke kota J untuk menemuiku. Setiba nya di kota J. Dia langsung mendatangi rumah ku,setelah sampai, kebetulan aku jugak baru pulang dari rumah sakit. Keluar dari mobil seketika ia langsung memeluk ku.
"Kamu gak kenapa-kenapa kan? gimana kondisi anak kita?" Tanya nya sembari mengelus perut ku.
"Ko kamu tau aku.."
__ADS_1
"Iya, saya tau!!, Ethalia sengaja memalsukan hasil leb kamu karna di suruh oleh ibu dan kak Zahra." Zahwan memotong pembicaraan ku.
"Emmm.. aku udah tau. Yaudah lepasin!!" Seru ku sembari menarik diri dari tubuh Zahwan.
Kemudian Iman datang sembari menggendong Mangata, seketika Zahwan pun menonjok muka Iman.
"Aahhh.. apa-apaan kamu, mas!!" Ucap ku.
"Laki-laki ini suka sama kamu kan?, makanya Mangata ada di dia. Saya harus kasih dia pelajaran!!"
Sedangkan Iman yang kesakitan tak mampu berkata apa-apa.
"Stop.... kamu kenapa sih, ini Iman, dia manager aku.!!" Jelas ku.
Seketika Zahwan pun terdiam lalu meminta maaf pada Iman.
"Maaf ya bro, saya gak tau kalo kamu pegawai nya Asmara!! Tadi saya kebawa emosi"
"Iya gak papah!!" Jawab Iman
"Kamu gak kenapa-napa kan, pipi kamu memar, ayo masuk, biar saya kompresin dulu!!" Seru ku.
"Nggak usah bu!!, biar nanti istri saya yang obatin di restoran!!"
"Sekali lagi maafin teman saya ya, Man!!"
"Apa, teman!! Saya masi suami kamu loh, As!!" Sanggah Zahwan.
"Kalo gitu saya permisi dulu pak, buk!!".
Iman pun pamit pergi.
__ADS_1