
Fajar baru menghamparkan jubah emas nya ke atas permukaan bumi, menyematkan kancing keemasan matahari ke telinga langit, menyingkirkan bintang-bintang dalam sekejap.
Sepagi ini aku mendapatkan sebuah telpon dari nomer yang tidak di kenal.
"Halo... maaf mengganggu, apa benar ini dengan mba Asmaraloka?," Ucap seorang wanita.
"Benar, ini siapa ya?, ada perlu apa?"
"Saya ibu Aisyah, maksud saya mengganggu mba karna saya mau booking WO sama mba.." Lanjutnya.
"Oh.. iya bisa, untuk kapan bu?"
"kalo bisa hari ini, saya butuh banget.. nanti saya bayar berapa pun yang mba minta, soalnya mendesak banget, WO yang saya pesen sebelum nya ngebatalin gitu aja.. padahal udah saya kasi uang DP."
"Baik bu, saya kesana sekarang... bisa share lokasinya?"
"Baik saya sherlok ya, makasi.. saya tunggu. sampai ketemu." Ucap nya sembari menutup telpon.
__ADS_1
Dengan segera akupun bersiap-siap menuju tempat yang di berikan oleh ibu Aisyah tadi. Dengan baju kemeja besar dan rok span juga hijab fasminah yang hanya di selempang tampa peniti, aku pun bergegas sambil menyandang tas make'up ku menggunakan kuda besi vespa kesayanganku.
Beberapa puluh menit kemudian aku sampai di tempat yang di tuju.. ternyata masi satu kota dengan tempat tinggalku, tidak ingin membuang waktu aku langsung kedalam menghadap ibu yang menelpon ku tadi.
"Permisi.. Saya Asmaraloka. Mana pengantin yang mau di make'upin nya!!" Seru ku.
"Oh mba, akhirnya sudah sampai, silakan masuk kamar mba.!!" Ucap ibu Aisyah.
Beberapa belas menit kemudian make'up nya selesai. pengantin nya terlihat sangat pangling namun natural. Itu membuat ibu hajat dan mempelai puas.
Kedua mempelaipun melakukan ijab qobul. Dan setelah semua acara inti selesai, Ibu hajat pun mempersilahkan ku untuk memakan jamuan yang sudah di sediakan di tempat jamuan. Dan saat aku hendak menuju tempat jamuan. Bruuuuukkkk!! aku menambrak seseorang di hadapan ku. Dan ku rasa bukan aku yang salah, dia yang tidak melihat-lihat sekeliling karna sibuk dengan HPnya.
Dan saat ku tatap, di depan ku terdiam sosok pria tampan dan tinggi. dengan hanya menggunakan kaos lengan panjang dan celana jeans tapi memberi kesan cool di badan nya yang atletis.. bulu mata nya yang lentik menaungi bola mata nya yang indah.. Sesaat aku terpesona melihat nya, namun cepat-cepat aku menyadarkan diriku dan kembali mencacinya.
"Malah diem .. denger gak sih??" Ucap ku kesal
"Iya saya denger ko mba, gak usah teriak-teriak jugak napah." Jawab nya.
__ADS_1
Sesaat pria itu menatap ku sendu, lalu pergi berlalu dari hadapan ku.
Dan saat pemotretan keluarga, ternyata pria yang tadi bertabrakan dengan ku adalah salah satu keluarga mempelai wanita. Dan di situ jugak aku berpapasan dengan seorang gadis cantik yang tiba-tiba nenarik tangan ku.
"Hay.. ini Ka Asmaraloka kan?" Sapa gadis cantik itu, sesaat aku terdian guna mengingat nya, memang wajah nya tak asing. Lalu aku ingat, dia adalah adik kelas ku di SMP. Dan kami akrab sewaktu sekolah karna masuk eskul yang sama.
"Iya aku Asma, Kamu Diya kan?, Apa kabar.. ko bisa ada di sini?" Tanya ku balik.
" Loh, rumah ku kan di daerah sini.. jadi ya di undang sama yang nikah, kakak lagi apa di sini?"
"Oh... aku habis make'upin mempelai perempuan. itu jugak dadakan. Soalnya WO yang di booking sebelum nya ngebatalin gitu aja."
"Oh.. jadi sekarang kakak buka WO.. bisa dong nanti kalo aku nikah hehe" Canda nya.
Tanpa sadar, sedari tadi aku dan Diya ngobrol. Pria yang menabraku tadi memperhatikan kami.
Acara selesai, aku pun berpamitan pada keluarga mempelai wanita, dan Diya tiba-tiba meminta nomer ku takut nanti kalo dia mau booking WO katanya.
__ADS_1
Aku pun memberi nya nomer lalu berpamitan dan pulang.