
Matahari sudah berada di atas kepala, menandakan hari sudah semakin siang, Zahwan pun bersiap-siap untuk pulang.
Sedangkan aku sedang menyusui Mangata di kamar. Setelah siap, iapun masuk ke dalam kamar bermaksud ingin pamitan.
"Oh..kamu lagi nyusuin ya, apa dia udah tidur?," Tanya nya.
"Iya, dia udah tidur!!" Jawabku.
"Mmmm aku mau pamit pulang.. tapi sejujur nya, rasanya aku berat banget buat ninggalin kamu sama Mangata." Ucapnya sembari duduk di samping tempat tidur.
"Aku mau kamu ikut aku, kita pulang yah!! kita kembali lagi demi anak kita." Sambung nya.
"Emmmhh... maaf aku gak bisa, aku udah nyaman sama kehidupan ku yang sekarang ini." Tegasku.
Mendengar jawaban ku, seketika ia menggendong Mangata dan memindahkan nya ke keranjang bayi.
"Heh.. kamu mau apa?" Tanyaku.
__ADS_1
Sontak ia menarik ku ke pelukan nya.
"Aku sayang sama kamu, kita sama-sama lagi yah!! Demi anak kita." Tegas nya.
Akupun mencoba melepaskan diri dari pelukan nya, namun karna aku yang berusaha berontak, membuat tapi handuk piyama yang ku kenakan terlepas. Kemudian laki-laki itupun menjatuhkan diri kami bersama ke tempat tidur, kini tubuhnya tepat berada si atasku, ku lihat tatapan nya yang syahdu, dan tanpa sadar akupun membalasnya dengan tatapan serupa.
"Aku sayang sama kamu," Ucapnya.
Laki-laki itupun mencium bibir ku dan sesekali ******* nya habis, aku yang mulai terlena akhirnya mencoba mengimbanginya, perlahan tangan nya maju dan dengan lembut meremas-remas dadaku satu persatu. Nafasku mulai mendesah, tubunku menggelinjang kenikmatan.
"Ahhh...ahhh...ahhhh" Aku mendesah kenikmatan membuat dia mempercepan kocokan jari nya.
"Kamu hanya menginginkan tubuh ku, kamu tidak pernah mencintai ku, kan!!. Aku bukan wanita yang bisa seenak nya kamu nikmati lalu tinggal pergi!" Sambungku ku sembari menutupi tubuh dengan selimut.
"As.. aku sayang sama kamu, tapi keadaan yang memaksaku!!" Jelasnya.
"Bohong!!"
__ADS_1
"As... aku gila, namun hanya pada tububmu, hanya pada diri kamu, aku mau kita kembali"
"Cukup, aku gak mau denger alesan kamu lagi.
jangan kamu pikir, karna aku sayang sama kamu, kamu bisa seenaknya ngelakuin kesalahan sebab tau jika aku akan selalu maafin kami.
Jangan kamu pikir karna aku sayang sama kamu, kamu bisa seenak nya pergi lalu kembali , sebab tau aku akan dengan senang hati menerima kamu lagi, tapi ngga untuk kali ini, Mas!!" Tegas ku.
Mendengar itu Zahwan terdiam sejenak dan menatapku lirih.
"Baiklah jika memang seperti itu, maaf!! kalo aku udah sering nyakitin kamu, aku pulang." Ucapnya.
Lelaki itu pun pergi, lalu aku menangis dengan sekuatnya dan berusaha tak mengeluarkan suara sebab tak ingin membangun anak ku.
Malam pun mulai tiba, Semilir angin malam masuk ke dalam kamar ku melalui pentilasi udara dan menghembus setiap gordeng jendela.
Ku tatapi Mangata yang sedang terlelap, begitu mirip dengan sosok laki-laki itu. Sesekali cairan hangatpun menetes dari pelupuk mataku dan segera ku seka dengan tanganku.
__ADS_1
Aku jatuh hati terlalu dalam, sehingga membuat ku menjadi bodoh dan mudah di permainkan. Dulu aku berharap ingin terus bersama dia yang mampu mengambil seluruh kehormatanku, namun kini harus ku pikir kembali hingga berulang kali.