
Tiba-tiba perut ku Sakit. Sontak Zahwan panik lalu membawaku kerumah sakit.
Setibanya di sana, dokter langsung membawaku ke ruang oprasi.
Waktu nenunjukan pukul 20:30 wib. Zahwan menunggu ku di luar dengan harap-harap cemas.
Tiba-tiba Devi datang membawa Mangata.
"Pak, Mangata mau ketemu ibu. Ibu nya dimana?"
"Ibu lagi di ruang oprasi, dia akan melahirkan." Jawab Zahwan.
"Ayah... mamam!!" Rengek Mangata sembari merangkangkak ke gendongan Zahwan.
"Sayang tunggu ya!!, mbu lagi di dalam. Ayah ajak kamu makan, kamu mau makan apa?"
"Ayah, emmmmhh... aku boleh makan Seblak gak? aku mau tau lasanya kayak apah. Mba depi dugak tadi makan seblak.. wanginah enakkkkk banet!!" Mendengar pengakuan Mangata, Devi tersipu malu.
"Aiiihhh... yang namayah lidah sunda, tampang bule aja gk bisa nutupin jati diri kamu ya!!" Goda Zahwan untuk mencairkan ketegangan nya.
"Ayah dugak... Atta kan milip ayah!! iyakan mba devi!!" Balas nya sembari menoleh mba Devi.
"Yasudah, kamu tolong tungguin ibu ya, saya bawa atta makan dulu."
Zahwan pun pergi membawa Mangata makan, waktu sudah menunjukan pukul 00:30 wib. Aku masih berada si dalam ruang oprasi. Setelah cukup lama, akhirnya baby lahir kedunia. Namun tak ada suara tangis, hal itu membuat ku kawatir dan bertanya-tanya.
__ADS_1
Di luar ruangan.
"Dok, gimana keadaan istri saya?" Zahwan panik.
"Ibu baik pak, tapi..??"
"Tapi kenapa, dok?"
"Bayi nya ibu, tidak dapat di selamatkan. Dia terlalu lemah, sehingga meninggal 20 menit setelah di lahirkan."
"Apa??, terus gimana keadaan asmara sekarang dok?"
"Dia sudah siuman, silakan kalo bapak mau masuk"
4 bulan berlalu sejak kematian anak ku yang kedua, aku tetap saja masih di landa sedih dan bimbang.
Namun melihat pertumbuhan Mangata yang baik, membuat ku sedikit terobati. Kini usianya genap 4 th, aku mulai mengajari nya ngaji dan sekolah. Sengaja ta ku masukan TK, karna sikaf ku yang parno dan terlalu oper protectif.
"Mbu, ade kapan sekolah!! temen-temen udah pada masuk sekolah. Di rumah aja gk enak gk punya temen"
"Mbu janji sama atta, 1 tahun lagi kita masuk sekolah ya !!"
"Janji??"
"Iya, sayang!!"
__ADS_1
Mangata pun berjingkak ria, ia melanjutkan main nya dan tak henti berlari ke sana dan kesini.
Tiba-tiba ada yan g mengetuk pintu. Saat ku bukakan, ternyata itu Zahwan dan Nathali.
"Hay mbu!!" Sapa Nathali sembari memeluk ku.
"Hay sayang, loh.. ko kamu ada di sini?"
"Aku kangen sama mbu, Atta mana?"
"Ada di rumah, sayang.. yuk masuk!!"
Mereka pun masuk, setibanya di dalam Nathali langsung menghampiri Mangata, mereka bermain bersama hingga merasa lelah dan tidur. Sedangkan Zahwan, dia tidak seperti biasa nya. Dia diam seribu bahasa sejak pertama datang.
"Mas, kamu sakit?"
"Nggak!!"
"Terus kamu kenapa?, kalo ada apa-apa kamu cerita aja sama aku!!"
Terlihat iya yang mengambil nafas, lalu dengan berat mengeluarkan nya.
"Ini ada hubungan nya dengan Ethalia, suami ternyata belum meninggal, sekarang dia datang kembali dan meminta dia balikan. Tapi dia tidak mau dan memilih saya, padahal jelas-jelas dia tahu kalo saya tidak pernah mencintai dia sejak kami menikah. Yah walaupun dulu iya, tapi itu kan dulu!!"
"Namun hal itu tidak jadi masalah, ada yang lebih rumit lagi"
__ADS_1