
Manusia tidak bisa luput dari dunia sosial,terlebih mereka yang sudah menjadi budak dunia maya dan kecanduan dengan dunia maya, mana bisa melewatkan hari tanpa sosmed.
Saat aku sedang mengscroll beranda, ku lihat salah satu postingan akun yang ternyata itu adalah teman ku dulu di asrama, Nazma. Ia menulis setatus mengenai orang ketiga. Seingatku dia sudah menikah. Apa ada yang terjadi dengan rumah tangga nya, rasa penasaranpun ngengantarkan ku untuk mengiriminya pesan.
"P!" Hurup yang sudah lumrah di pakai untuk memulai percakapan di Chat. Mungkin salam sudah tidak di prioritaskan lagi hehe.
"Iya" Balas nya cepat.
"Kamu Nazma, kan??"
"Iya aku nazma, kamu ko tau nama aku?"
"Aku Asmaraloka, kamu kenapa? ko kayak lagi ada masalah?"
"Asma, kamu apa kabar?, mmm... iya ni As, aku curiga sama suami aku, bukan sekali dua kali, tapi keseringan. Dia suka jarang pulang, aku gak boleh minjem hp nya.. pokok nya gitu deh.. dan ketahuan tadi malam kalo dia selingkuh. Rasanya sakit banget, kayak gak punya harga diri. Aku harus bagai mana?" Rengek nya.
__ADS_1
Dan seingatku, Nazma adalah keponakan Zahwan.
"Mmmmm... menurut aku, kalo kamu mau suami kamu betah di rumah, kamu harus lakuin beberapa hal. Berias diri misalnya" Usul ku.
"Mana bisa.. aku gak ada waktu berias diri, apalagi kalo udah punya anak kecil. Belum urus anak, pekerjaan rumah."
"Nah... presefsi ini yang salah, Naz... Kamu cantik. Bego kalo suami kamu selingkuh. Cuma dia mulai bosan dengan tampilan kamu, kalo gak ada kesempetan buat dan-dan, minimal usahain tampilan kamu rapih terus, berias lah di malam hari kala beranjak tidur, buat suami kamu betah mandang kamu. Sering kali kita mendengar ucapan orang lain Ahhh... sudah menikah ini, gak perlu make up-maka up.. Padahal,'justru karna sudah menikah, kita harus buat suami kita betah di rumah, pelakor lebih serem dari pada kuburan, loh."
"Bener jugak yah apa kata kamu As, lalu selain itu apa lagi?"
"Yaudah.. akan aku lakuin, makasi ya As..."
"Iya sama-sama."
Karna keasikan chatingan aku tidak sadar kalo Mangata sudah berada di samping ku. Berlaga kesal sebab di hiraukan, membuat nya merajuk dan diam tanpa celoteh alien seperti biasanya.
__ADS_1
"Hay sayaang.... kamu laper ya?, maaf mbu gak sadar kamu ada di sini"
"Mimi mbu.. mimi.." Pintanya.
Aku pun merangkulnya dan mendekapnya, lalu mengeluarkan payudaraku, Mangatapun langsung mengempeng nya.
Sungguh mata yang indah, membuat segala sedih dan lelah ku hilang sekejap kala memandangnya. Makasi tuhan.. Kau telah memberikan ku malaikat yang sangat indah. Aku berharap bisa hidup sampai melihat ia bahagia dengan keluar ga kecilnya kelak.
"Yaampun, pikiran ku terlalu ngelanturr" Gumam ku.
Mangata menyusu dengan lahap, setelah mulai merasa kenyang, ia akhirnya terlelap.
Aku pun memindahkan nya ketempat tidur.
Hari mulai gelap, setelah sholat isya akupun mengiringi tidur Mangata.
__ADS_1
Keesokan hari nya, fajar telah terbit, cakrawala telah terang dari ufuk ke ufuk. Sebelum Mangata bangun, aku melatih tubuh ku agar tetap vit dan bagus. Aku tidak takut untuk tua. Tapi aku berharap, jika daya tahan tubuh ku kuat. Aku bisa berumur lebih panjang dan sehat sehingga bisa melihat Mangata sukses terlebih dulu.