
Cuaca mendung menyelimuti langit kota J. Aku dan Zahwan baru pulang dari rumah sakit setelah memeriksa kandungan.
Tiba-tiba di jalan menuju mobil kami berpapasan dengan teman lama Zahwan.
"Hai bos, senang bisa ketemu di sini.. ngomong-ngomong kamu ngapain?, siapa perempun hamil ini, bukan nya istri kamu Ethalia?"
"Hai Dri!!. Ini kebetulan aja tadi aku papasan sama dia, kenalin dia Asmaraloka, istri temen aku!!" Jelas Zahwan.
"Ngopi yuk...!! belum tentu kan kita ketemu lagi? nanti aku kenalin sama istri dan anak aku." Ajak Andri.
"Emmmm, iya.. iya..!! Ayok!!" Jawab Zahwan.
"As kamu pulang sendiri bisa kan. Aku mau ngopi dulu sama Andri!!"
"Emmmm... iya gak papa!!" Jawab ku.
Diapun pergi bersama teman nya. Dan saat hendak ingin memesan taxi online, ternyata Handphone ku low bet, jalanan jugak macet parah, tidak ada kendaraan umum selain roda dua dan roda empat milik pribadi. Perlahan hujan pun turun, semakin lama hujan nya semakin deras, aku berlari untuk mencari tempat berteduh, dan sangat jauh untuk menemukan halte terdekat.
Setelah cukup jauh berjalan, dengan keadaan basah kuyup dan perut ku yang mulai merasa keram. Jauh di ujung sanah, di antara mobil yang berhenti karna macet, terdapat mobil Zahwan. Hingga saat aku melewati mobil itu, Zahwan tak memanggil ku, dia hanya melihat ku dan menghiraukan ku begitu saja.
Kenapa aku harus merasa sedih, dia kan memang tidak mencintaiku, mesti pun ada.. itu hanya sebesar biji djarrah saja, selebihnya rasa simpati dan iba.
__ADS_1
Aku mulai kedinginan, hingga akhirnya memutuskan duduk di bahaw pohon besar di pinggir trotoar. Dengan penglihatan yang remang-remang, ada sesosok bayangan yang hendak menghampiriku, namun aku semakin merasa lemas dan kemudian tak sadarkan diri.
Saat ku membuka mata, aku berada di ruangan yang tidak tahu di mana keberadaan nya.
"Akhirnya kamu sadar As!!" Seru seorang peria.
"Kamu?, kenapa kamu ada di sini?" Tanya ku.
Ternyata yang membawa ku kerumah sakit adalah Hendri, seseorang yang dulu pernah mencintai ku sekaligus kakak kelas ku waktu SMP.
"Aku tadi nemuin kamu di jalan, kamu tak sadarkan diri... mana perut kamu sedang hamil besar seperti ini, jelaskan apa yang terjadi?. Dimana suami kamu??"
"Emm... dia sedang kerja Hen, kamu ngapain ada di sini?" Tanya ku balik.
"Emmm.. kenapa sendiri, kamu udah nikah ?" Tanya ku lagi.
"Belum As, sejak kamu nolak aku, sejak itu aku belum punya pacar lagi.. tapi aku punya tunangan. Dan kami terpaksa ngelakuin itu karna di jodohkan oleh keluarga kami." Jelas nya.
"Semoga tumbuh cinta di antara kalian yah!!"
"Kayaknya sulit deh!"
__ADS_1
"Kenapa ko gtu, Dri??"
"Karna sejujurnya, aku masi cinta sama kamu. Aku serius!!" Jelas nya.
Mendengar pengakuan itu, aku merasa kurang nyaman.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang,
Setibanya di rumah.
"Makasih yah kamu udah anterin aku, aku masuk dulu!!"
Akupun pamit masuk dan sengaja tak mengajak nya mampir, lalu ia segera menyalakan mobil nya dan pergi, tak lama kemuadian Zahwan datang.
"As kamu baik-baik aja kan?"
"Apa? buat apa kamu kesini?"
"Maaf As.. tdi aku terpaksa nerima ajakan dia, aku gak enak kalo sampe nolak dia. Dan lebih memilih nganter kamu."
"Oh, begitu!! oke aku sadar ko. Aku gak lebih penting dari sahabat kamu."
__ADS_1
"Bukan nya gitu, As!!. "
"Yaudah lah, emang kamu lebih mentingin diri kamu, kamu gak pernah bisa ngehargain perasaan aku."