
"Hamka??"
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini dengan om Zahwan? dia itu om aku As, om ipar kamu, ternyata apa yang di katakan nenek kedua tentang kami itu benar ya.. wnita murahan!!"
"Ka..apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan."
Tapi Hamka tidak mau mendengarkan penjelasan ku, dia menarik ku kasar sampai rumah,setibanya di rumah, dia menggendongku ke dalam kamar lalu dengan kasar melemparku ke atas tempat tidur.
"Ka, kamu percaya sama aku... yang kamu lihat tadi itu...."
"Diam!! aku gak mau denger penjelasan kamu"
Hamka merobek pakaian ku lalu melepaskan semuanya, kemudian dia menanggalkan pakaian nya dan dengan kuat dia pun menindih ku. Tubuh kami pun menyatu, dia memompa kenikmatanya dengan kasar dan penuh amarah.
"Aahhh... sakit, ahhh... hentikan Ka, aku mohon, kamu nyakitin aku" Rengek ku.
Setelah nendengar itu dia memperlambat pompaan nya, lalu membuka mata nya dan melihat mataku yang berderai air mata sebab merasa kesakitan.
"Kalo kamu memang tidak bersalah, kenapa kamu membiar kan dia menyentuh kamu, kenapa kamu mengijinkan dia mencium bibir kamu, kenapa kamu tidak menolak dia" Lirih nya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa melawan dia dengan tubuh ku yang kecil ini.. maaf!!" Ucapku sembari menutup mata seraya meminta ampun.
Merasa bersalah, diapun memperlakukan ku dengan lembut, namun entah kenapa, rasanya hambar tak menggairahkan, dia terus memompanya, sampai pada akhirnya, cairan hangat muncat memenuhi ruang v-ag-ina ku.
Hamka tumbang lalu menggulingkan diri nya ke samping. Aku yang sedari tadi tak henti menangis membuat nya tersadar atas apa yang telah dia lakukan. Perlahan dia mendekati ku lalu meminta maaf.
"Sayang, maaf barusan aku terbawa emosi"
"Apa yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu pikirkan."
"Iya, aku percaya!!, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi " Pintanya.
"Aku tadi di suruh nenek pergi ke rumah mas Zahwan untuk membuatkan ibu bubur, tapi saat di perjalanan pulang, dia menarik ku paksa dan melakukan itu, aku kewalahan dan hampir putus asa, aku berharap kamu datang. Dan kamu pun datang!!" Jelas ku.
"Jangan panggil nenek kedua ibu lagi, ya!!. Kamu kan istri aku, sekarang dia nenek kamu jugak."
"Aku mengerti!!"
"Berjanjilah.. jangan biarkan om Zahwan sentuh kamu lagi, aku gak rela. Maaf untuk yang barusan. Aku terbawa emosi sehingga tidak bisa mengontrol diri dan mengingkari janjiku. maafkan aku sayang" Jelasnya.
__ADS_1
"Iya, aku jugak minta maaf!!"
Kemudian Hamka menarik selimut lalu menutupi tubuh kami yang sama-sama telanjang.
"Sayang, kalo aku minta anak secepat ini, apa kamu mau kasih?"
"Aku.. aku..."
"Baiklah, aku mengerti, kita tunggu Mangata tumbuh besar ya, ayo kita tidur!!" Serunya sembari memeluk ku.
**
Keesokan hari nya, Zahwan kembali menjemputku, namun kali ini Hamka sedang berada di rumah.
"Mana Asmara, Ka?" Tanya Zahwan.
"Mau apa om cari istri Hamka?" Jawab Hamka.
"Ibu minta di buatin bubur lagi sama Asmara." Jelas Zahwan.
__ADS_1
"Gak bisa, aku sama istriku mau pergi ke rumah ibu Mufli"
Mendengar itu Zahwan terbawa emosi dan hampir memukul Hamka, mendengar kegaduhan akupun keluar dan langsung menarik Hamka dari cengkraman Zahwan.