Delima

Delima
Canggung.


__ADS_3

Sesamapainya di rumah.


"Silakan masuk Mas!!" Seruku sembari membukakan pintu.


Kamipun masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu.


"Oh ya, maaf kalo rumah ku kurang nyaman dan kecil. Disini ada dua kamar, jadi malam ini gak papa kalo Mangata tidur aja sama kamu"


"Oh..iya makasi" Jawab nya.


Setelah beberapa jam kemudian, waktu menunjukan pukul 22:00 wib, Mangata terbangun dan menangis membuat Zahwan mengantarkan nya ke kamar ku dan langsung masuk begitu saja tanpa permisi.


"As.. maaf ganggu, Mangata sepertinya mau nyusu?"


Mendengar suara itu membuatku terbangun, sontak kaget dan berteriak sebab malam ini aku hanya memakai piyama tipis tanpa lengan.


"Ma..maaf, aku gak maksud" Imbuh nya.


Akupun langsung menutupi tubuh ku dengan selimut lalu mengambil Mangata.

__ADS_1


"As.. boleh aku disini sampai dia selesai menyusu?"


"Tidak boleh,!!"


"Tapi aku mau nemenin kalian"


Karna tak tega akupun mengiyakan nya.


Mengingat hubungan kami yang tidak tau berakhir atau belum, tapi menurut negara kami masi bersetatus suami istri. Namun secara agama, aku dan dia berpisah sangat lama, seharusnya kami sudah berpisah, tapi karna aku yang kabur, dan bukan maksud Zahwan yang menelantarkan kita untuk meninggal kan tanggung jawab dan nafkah, jadi menurut agama pun, aku masi istrinya.


Mengingat itu, membuat ku berani membuka selimutku dan mengeluarkan payudaraku di depan nya untuk menyusui Mangata, membuat ia salah tingkah.


"Emmm.. As, maaf ya kalo dulu aku suka nuntut kamu untuk menjaga penanpilan. Sekarang aku melihat kamu berubah, awet muda, dan tubuh mu bagus, orang lain pun pasti tidak akan menyangka kalo kamu wanita yang sudah memiliki anak, kamu bekerja keras untuk menjaga bentuk tubuh mu. Pasti banyak kan, peria yang mengjar kamu untuk jadi ayah Mangata."


Mendengar itu Zahwan tertegun, ia baru ingat jika aku memang masi istri nya.


"Kalo begitu, maukah kamu kembali kesampingku?" Ucapnya serius.


Suasana pun berubah menjadi canggung. Namun kecanggungan itu pecah ketika phonsel Zahwan berbunyi.

__ADS_1


Kemudian laki-laki itu membawa phonsel dari kantong celana lalu mengangkat nya.


"Ethalia menelpon. Aku angkat dulu ya!!"


"Kenapa harus minta ijin dulu sama aku?". Ucap ku.


Zahwan pun mengangkat phonsel nya, terdengar jika Ethalia menanyakan keadaan nya. Dan menyuruh Zahwan untuk pulang besok.


Ntah kenapa, sekarang mendengar hal itu aku tidak merasa sakit lagi, mungkin karna aku sudah terbiasa dan mulai melupakan perasaan ku untuk nya.


Tak sadar aku sampai tertidur sembari menyusui Mangata. Membuat Zahwan menghampiri kami dan mencoba memindah kan nya, namun saat ingin melepaskan mulut Mangata dari Payudaraku, tangan nya tak sengaja menyentuh dadaku membuat nya salah tingkah. Aku yang merasakanya di buat terbangun, awalnya aku ingin berteriak namun mulut ku di tutup oleh telunjuk nya, seraya memberi tahu takut membangunkan Mangata. Kami pun saling menatap, dada ku mulai berdegup kencang, aku mulai merasakan gelisah, Luput dalam anganku,kami saling membiaskan perasaan hati lewat mata yang saling menyapa. Aku tak bisa lagi mengendalikan diriku, tanpa sadar, kepala kami mendekat lalu merapat, kemudian bibir kamipun saling menyentuh lembut.


"Mbu!!"


Suara itu seketika menyadarkan kami berdua, membuatku langsung melepaskan diri dari Zahwan.


"Sayang.. kamu bangun!!"


Namun tiba-tiba ia kembali tertidur, dan Zahwan memindahkan nya ke ranjang bayi yang ada di samping .

__ADS_1


Karna sangat mengantuk membuat kami tak ingat sehingga tidur di tempat yang sama.


Malam pun semakin larut, aku merasakan ada benda berat yang sedang menindih ku, lalu dengan perlahan menggerayami dadaku. Dan ketika aku membuka mata, ternyata itu Zahwan, namun sentuhan itu menghipnotisku sehingga aku tak kuasa untuk memberontak, aku mulai terlena, rasa yang sudah dua tahun hilang dari tubuh ku, kini kembali ku rasakan.


__ADS_2