
Malam semakin larut. Aku mencoba pergi untuk melihat keadaan Zahwan. Kulihat tidur nya yang sangat nyenyak, mungkin karna ahir-ahir ini dia merasa sangat lelah.
Sesaat aku terdiam, mengingat tentang berapa kali ia mengecewakan ku, berapa kali ia menghianati cinta ku, berapa kali ia pergi meninggalkan ku, lalu dengan tanpa merasa bersalah ia lagi-lagi kembali pada ku, semua perlakuan nya, semudah itu aku maafkan.
Sebesar itu kan cinta ku?, lalu kenapa dia tidak bisa mengerti dan memahami?, sebenarnya aku ini setia atau bodoh.
Kali ini aku harus berpikir dengan matang. Bukan aku tak memaafkan, tapi jika di ingat, itu sangat menyakitkan. Bahkan ketika aku salah di mata keluarga dia, dia hanya diam tanpa membela ku, sedangkan aku, mati-matian membela nya. Sampai harus ribut beberapa kali dengan keluarga karna lebih membela dia.
Aku pun pergi ke kamar ku untuk beranjak tidur.
waktu menunjukkan pukul 05:00wib
Aku pergi ke kamar tamu yang di tiduri oleh Zahwan guna membangunkan nya.
"Mas, bangun!! kamu kan belum solat. Mandi dulu gih!!" Seru ku.
Zahwan pun bangun, lalu dia memakai handuk dan pergi ke kamar mandi
__ADS_1
Setelah selesai memgambil wudhu, dia pun melaksanakan solat, dan setelah selesai dia pun pergi ke kamar ku dan duduk di tempat tidur, sembari membelai lembut rambut Mangata, sesekali ia memperhatikan ku yang sedang dan-dan, sesekali iya melihat nya sambil senyum-senyum. Aku yang melihat nya dari cermin, merasa gemas.
"Kenapa kaya gitu?"
"Hng..nggak!! saya heran aja sama kamu, pipi cabi, bibir kecil, mana pendek, terus bokong kecil, tapi seksi lah lumayan hehe... udah gitu susu kecil, tapi indah si.. montok gak kendur, padahal udah nyusuin, terus pendek, jelek lagih. Ko saya bisa tertarik ya sama kamu, padahal jika di banding dengan mantan-mantan saya kamu gak ada apa-apa nya" Jelas nya.
"Huuuuuhhhh, gak pappa gak cantik, tapi buktinya kamu milih aku yang jelek ini jadi istri kan. Jelek-jelek gini juga bisa buat kamu tertarik " Goda ku sembari membela diri.
"Iya ya, dan aneh nya, banyak laki-laki yang suka sama kamu, kamu kan jelek!! hahaha..."
"Issshhhh.... kamu!!"
Seketika ia terdiam tak berkedip sedikitpun, ku lihat jakun nya yang bergerak menelan ludah. membuat ku semakin mendekatkan diri padanya dan duduk di pahanya dengan melingkarkan kedua tangan ku di lehernya.
"Kenapa diem?? , sariawan ya!!" Goda ku.
Namun tiba-tiba Nathali bangun.
__ADS_1
"Hoooaaaammm!!! mbu, papa, lagi apa sih?"
"Sayang, udah bangun??" Sapa Zahwan.
"Iya!!" Jawab nya.
"Apa kamu lapar?, biar mbu buatin makanan yah!!" Seru ku.
"Boleh!!" Jawab nya.
"Aku jugak dong!!" Timpal Zahwan.
Ketika aku hendak pergi ke dapur untuk memasak, seketika laki-laki ini menarik tanganku lalu di sentuhkan nya pada bagian yang keras di antara kedua paha nya.
"Kamu udah bikin si kecilku bangun, kalo aja anak-anak gak ada, benda ini bakal hukum kamu" Bisik nya.
"Emang kamu udah gila". Bentak ku.
__ADS_1
Aku pun dengan cepat kabur ke dapur.