
Siang setelahnya aku di antar pulang oleh Zahwan sampai rumah, setelah sampai, aku langsung masuk kedalam rumah tanpa mengajak ia untuk mampir dulu. Sementara, dari dalam rumah ibu sudah mengawasi kami dari balik jendela.
"Sebenernya hubungan kamu sama Zahwan itu gimana si? jadi kamu masih nekat deket-deket sama dia. Kamu gak punya harga diri ya? , gak ada rasa sakit dan tau malu?, kamu harusnya inget ... gimana perlakuan orang tau Zahwan terhadap kamu. Apapun masalahnya, kamu yang selalu di salahkan. Padahal anaknya jugak ikut salah. Kamu di permalukan oleh sodaranya di depan umum, di tanpar tanpa tau alasan yang jelas.. ingat itu As!!, ibu sakit hati jika harus mengingat itu, rasanya jika tidak menahan diri, ibu ingin membawa perkara itu pada jalur hukum."
Mendengar itu aku hanya bisa diam, apa yang ibu katakan benar, dan.. di saat keluarga nya mempersalahkan ku dalam detiap hal, Zahwan malah diam bukan membelaku. Aku tau dia mencintaiku, tapi tidak sebesar aku mencintainya. Aku berkorban segalanya untuk dia, tapi tidak satu pun dia korbankan untuk ku, haruskah aku membencinya? kenapa rasanya sulit.
Apa cinta ini sudah membodohi ku, cukup sampai sini aku di permainkan, aku bukan boneka nya yang seenak hati ia datangi dan tinggal pergi.
Bukan berati karna aku mencintainya, dia bisa seenak hatinya, Membuat kesalahan sesukanya, sebab ia tau aku akan memaafkan nya, tidak untuk kali ini. Aku harus berubah... aku harus memiliki harga diri.
__ADS_1
Memilih di tinggalkan, atau meninggalkan.
Ucapan ibu benar-benar membuat ku dilema, karna sulit untuk membecinya, lebih baik aku pergi agar terhindar dari dia.
Keesokan hari nya aku jauh dari kota C, dengan hanya membawa sedikit baju ganti tidak akan membuat orang lain mencurigaiku pergi jauh.
Saat di perjalanan aku memutuskan semua kontrak dengan perusahaan, dengan alasan cuti menjelang lahiran, untung nya atasan ku mengijinkannya. Setelah beberapa jam, aku sampai di kota yang ku tuju. Saat ku memasuki gedung apartemen yang ingin ku sewa, tiba-tiba di life aku merakan perut ku sakit, aku lupa jika sekarang usia kandungan ku sudah hampir 9 bulan.
Dia menggendongku sampai life itu terbuka, dan dokterpun datang. Sepertinya itu dokter kenalannya sehingga iya segera datang. dan membawa ku ke dalam kamar apartemen yang sudah ku pesan.
__ADS_1
Setelah beberapa lama proses persalinan, aku tidak tau kalo rasanya akan sesakit ini, sekuat tenaga ku serahkan hingga nyawa taruhan nya, dan aku pun mendengar tangis bayi lalu tak sadarkan diri.
Setelah siuman, dokter menghampiriku dan memberi ku selamat, bayinya laki-laki.
"Oh ya dok.. yang tadi bantu saya.. itu RB kan? "
"Iya mba, dia aktor R-B. kebetulan dia sedang ada acara di ruangan lain di apartemen ini untuk mengambil syuting acara tolk show"
"Wahh.. senang sekali bisa bertemu dengan beliau. apa dokter kenalan dia?"
__ADS_1
"Iya, saya dokterk kandungan yang pernah menangani kakak beliau."
Beruntung sekali bisa bertemu dengan aktris.