
Tiba-tiba aku tak sadarkan diri, Hamka yang panik segera membawaku kerumah sakit tanpa menghapus make-up nya.
Setiba nya di RS dia langsung membawa ku ke dalam ruangan lalu segera di periksa.
Setelah selesai pemeriksaan, Hamka langsung menanyakan apa yang terjadi pada dokter.
"Apa yang terjadi dok?". Tanya Hamka.
"Ibu Asmara hanya kelelahan seperti ibu hamil pada umumnya, jadi mba tidak usah kawatir, apa suami dari pasien ikut datang?"
"Saya suami nya dok". Ucap Hamka.
Sontak dokter terheran melihat wanita yang mengaku sebagai suami ku, dokter mengira jika Hamka adalah seorang wanita dengan riasan wajah nya itu.
"Ya ampun saya lupa, jadi sebelum pingsan istri saya make-up ini saya, ya hasil nya seperti ini, tapi saya pria tulen ko dok". Jelas Hamka
Dokter pun menutupi mulut nya seraya menahan tawa.
"Oh seperti itu rupanya, saya pikir anda ini perempuan.". Goda Bu dokter.
"Tapi apa yang dokter bilang? istri saya hamil?".
__ADS_1
"iya, istri mas hamil, dan usia kandungan nya baru 1minggu."
Mendengar pernyataan itu sontak Hamka teriak kegirangan. Lalu ia memberikan kabar itu pada nenek dan keluarga yang lain.
**
4 bulan kemudian, nenek berencana akan melaksanakan empat bulanan kehamilan ku malam ini. sehingga membuat kami sibuk menyiapkan segalanya.
Malam pun tiba, Semua keluarga Hasbi kumpul di rumah nenek tertua. Ibu Zahwan datang menyalamiku, tapi saat bersalaman gelangnya menggores tangan ku sehingga terluka dan mengeluarkan sedikit darah.
"Maaf ibu gak sengaja.."
"Nggak papa Bu, cuma luka kecil, setelah di oles pake krim pasti akan langsung membaik."
Ibu pun pergi menghampiri Hamka untuk memberi selamat, namun hal yang sama terjadi, gelang ibu menggores sedikit tangan Hamka hingga membuat sedikit berdarah.
"Ya ampun nak, maaf.. nenek gak sengaja.. apa tangan mu sakit?"
"Gak papa ko nek.. hanya luka kecil.."
Ucap Hamka sembari pergi.
__ADS_1
**
Tiga hari setelah nya, di rumah Zahwan.
Ibu menerima hasil tes DNA dari rumah sakit. Dan betapa kagetnya saat ia membaca isi dari tes itu.
Sorenya ia datang ke rumah dan memperlihatkan hasil tes DNA antara bayi yang ada di dalam kandungan ku dengan Zahwan kepada nenek dan yang lain nya.
Tertera jika hasil dari tes DNA keduanya adalah positif.
"Saat perayaan kemarin, aku sengaja menggores tangan Asmaraloka untuk mendapatkan darahnya agar bisa melakukan tes DNA, dan hasilnya mengatakan jika anak yang ada di perut Asmaraloka adalah cucu ku". Jelas Ibu Zahwan.
"Kenapa bisa terjadi?". Tanya ibu Hamka.
"Tentu saja bisa, 3 bulan sebelum menikah dengan Hamka, Asma masih istri sah Zahwan, dan mereka masih berhubungan dengan baik, Jadi aku mau mengambil Asma kembali."
"Tidak bisa, Asma adalah istri ku nek, dan jika benar, aku akan menerima dia dan anak itu"
"Tidak, aku tidak akan menerima yang bukan cucu kandungku. Ceraikan dia Hamka!!". Seru ayah Hamka.
"Nggak yah... aku gak mau cerai Sama Asma""
__ADS_1
"Ceraikan saja dia Hamka, kamu gak boleh egois, anak yang ada dalam perut Asmaraloka adalah anak Zahwan, dan dia lebih membutuhkan nya " Selang nenek Hamka dengan berat hati.
Mendengar itu, Hamka pun tidak bisa lagi berkata-kata lagi, kenapa aku berharap dia tidak menceraikan ku.