
Dengan amarah yang meluap Zahwan hendak memukul wajah Hamka, namun aku menarik nya kebelakang hingga akhirnya tangan Zahwan mengenai wajahku.
"Asmara!!". Teriak Hamka.
Sontak Zahwan tertegun lalu menarik ku kepelukan nya.
"Maafin aku As... kamu gak papa kan??". Tanya Zahwan kaget sembari menciumi kening ku. Aku yang Tak henti menatap nya berpikir, kini bukan dia lagi yang ku bela, semuanya telah berubah.
Melihat itu Hamka kesal lalu dengan keras menarik ku kepelukan nya.
"Jaga sopan santun nya om, sekarang Asmaraloka istri Hamka!!". Tegasnya.
Mendengar itu Zahwan tidak mampu berkata-kata. Hamka menarik ku ke dalam kamar dan meninggalkan Zahwan sendiri.
**
Di dalam kamar.
"Kamu bisa kan hargain aku as, aku ini suami kamu!!". Jelasnya.
"Apa maksud kamu?"
__ADS_1
"Kamu tadi pelukan sama om Zahwan"
"Jadi cuma karena itu?, kamu tadi lihat kan siapa yang meluk aku duluan? aku gak peluk dia"
"Iya, dan kamu gak nolak dia, kamu biarin dia"
"Ka, kamu udah besar!! harus nya kami bisa bedain mana yang menolak dan mana yang tidak menolak. Tadi aku respect dan gak maksud untuk tidak menolak"
Mendengar itu Hamka terdiam, terlihat dia sedang berdiskusi dengan dirinya sendiri.
"Mungkin hatiku belum bisa mencintai kamu, tapi aku sadar kalo aku istri kamu, Ka!!" . Tegas ku.
"Kamu janji ya.. jangan deket lagi sama om Zahwan!!"
"Iya aku janji!!"
Sorenya ibu Zahwan datang kerumah meminta ku menemani nya untuk sekedar jalan-jalan sore.
Tanpa menyimpan curiga aku pun dengan senang hati bersedia.
Namun di tengah perjalanan aku merasa pusing,lalu tak sadar kan diri.
__ADS_1
Malam pun tiba, aku merasakan ada sesuatu yang menindih ku, lalu di kocok jemarinya di dalam v-ag-inaku, Hembusan nafasnya menyentuh lembut leher dan dadaku. Di remasnya dengan lembut payudara ku, membuat nafas ku perlahan mendesah, tubuh ku mulai menggelinjang kenikmatan. Lama-kelamaan tusukan itu terasa geli-geli nikmat.
"Ahhhh ahhhh ahhhh!!"
Nafas ku kian memburu dan terus mendesah menahan kenikmatan yang tiada Tara.
Akupun memberanikan diri membuka mata, kenapa kali ini rasanya seperti saat aku bersetubuh dengan Zahwan. Dan betapa kaget nya saat aku melihat jika orang yang sedang menikmati tubuh ku bukan lah Hamka. Tapi Zahwan.
Sontak aku melawannya namun tak berdaya, melihat perlawananku dia mempercepat genjotan nya dan aku pun berlakukan perlawanan lalu mendorong nya, iya tak memiliki tenaga lagi, membuat ku dengan mudah kabur dari kamar Zahwan. Dan ketika berada di pintu luar rumah, aku berpapasan dengan Ethalia yang baru pulang ntah dari mana.
"Asmara.. ko kamu di sini?
"Aku... aku.." Ucap ku terbata-bata.
Tak mungkin aku mengatakan apa yang sudah terjadi barusan. Akupun pergi tanpa menjelaskan apapun.
Setiba nya di rumah, aku tidak menemukan Hamka di kamar, nenek jugal mungkin sudah tidur. Dengan merasa sangat kotor aku pergi mandi.
Setelah selesai mandi, aku pun beranjak tidur tanpa memakai baju terlebih dahulu.
Dan saat aku mulai terlelap, Hamka masuk kedalam kamar sebab baru pulang. Melihat ku yang tertidur tanpa sehelai kain membuat nya menelan ludah dan tak mampu lagi mengendalikan diri, sehingga memberanikan diri mendekatiku lalu akhirnya malam itu dia langsung menyetubuhi ku hingga pagi.
__ADS_1