Delima

Delima
Menyesal.


__ADS_3

Bubur pun siap, aku membawa nya ke kamar ibu, sesampainya di sana, aku melihat ibu yang terbaring sendiri, sedangkan anak-anak nya yang lain hanya sibuk masing-masing, dan nenek tidak tau pergi kemana.


"Permisi bu, aku bawain bubur buat ibu" Seru ku.


Terlihat ibu yang menyeka mata nya dengan tangan. Dia berbalik ke arah ku sambil menatap dengan heran.


"Ngapain kamu kesini, kamu pengen ngetawain saya , ya!! karna sekarang saya tak berdaya. jadi kamu bisa ngelampiasin amarah kamu pada saya yang tak bisa apa-apa ini." Ucap nya.


"Ibu jangan bicara seperti itu, Asma beneran gak pernah marah dengan semua ucapa ibu, dan asma gak pernah ambil hati semua itu"


Mendengar itu, ibupun terdiam.


" Maafin saya ya As, saya sadar saya banyak salah sama kamu selama ini. Kamu yang saya benci, dengan tulus mau merawat saya. Sedang anak dan menantu-menantu saya.. mereka sibuk dengan keluarga nya masing-masing." Imbuhnya


"Ngga papa ko bu, ayo Asmara suapin!!" Seru ku sembari menyuapi ibu.


Bubur itu pun di lahap ibu sesuap-demi sesuap, setelah habis, ibu meminum obat lalu tidur. Dan saat aku keluar, Zahwan masuk ke dalam melihat kondisi ibu.


"Bu.. sudah mendingan? , maaf aku tadi ke toko kakak dulu." Ucap Zahwan.

__ADS_1


"Wan, ibu Nyesel pernah nyia-nyiain Asmaraloka. Kalo bisa, kamu dapetin dia lagi ya, ibu mau dia jadi menantu ibu lagi. Dan kamu harus bisa ambil dia dari keponakan kamu itu" Pinta Ibu.


"Baik bu, aku akan ambil kembali hak ku." Tegas Zahwan.


Sejak hari itu Zahwan menjemput ku ke rumah dengan alasan ibu nya ingin makan lagi bubur buatan ku. Merasa tak curiga, nenek besar pun langsung mengijinkan nya, dan selalu kebetulan saat Zahwan datang Hamka sedang tidak ada di rumah.


Sesampai nya di rumah Zahwan, aku melihat nenek ke tiga menjenguk ibu dengan anak nya yang pernah menampar ku dulu, Hilman.


"Asmara, ko ada di sini?" Tanya nenek ke tiga.


"Aku kesini di pinta sama ibu!" Jelas ku.


"Jangan ibu dong, dia kan nenek Hamka jugak, panggil dia nenek ke 2 mulai sekarang!!" Seru nenek ke 3.


"Hey.... dia masi menantu ku dik, biarkan saja dia memanggil ku ibu, toh aku yakin dia akan kembali dengan Zahwan" Sanggah ibu.


"Dasar wanita murahan!" Sekak Hilman pelan.


Aku pun mengabaikan ucapan Hilman dan pergi ke dapur untuk membuatkan ibu bubur.

__ADS_1


Setelah beberapa lama kemudian, bubur nya sudah siap, aku pun langsung membawa nya ke kamar ibu, rupanya nenek ke tiga dan anak nya sudah pulang. l


Saat aku sedang menyuapi ibu Zahwan, tiba-tiba ibu menghentikan ku dan menggengam tangan ku lalu di simpan nya di dada ibu.


"Asma, saya tanya sama kamu, apa kah kamu masi mencintai anak saya!!"


"Maksud ibu?"


"Saya berharap kamu bisa kembali pada anak saya, saya menyesal telah menyia-nyiakan kamu, kamu anak baik, kamu pun tulus merawat saya. Asmara, saya mohon sama kamu, kembalilah ke anak saya!!" Pintanya.


"Maaf bu, Asmara sekarang udah jadi istri Hamka, cucu samping ibu, dan itu artinya, asmara jugak adalah cucu menantu ibu." Jelas ku.


"Yasudah, ibu gak akan memaksa."


Mendengar itu, aku merasa tidak nyaman sehingga pamit pulang. Dengan jarak antara rumah nenek dan rumah Ibu Zahwan hanya terhalang beberapa rumah, membuat ku pulang dengan jalan kaki. Saat sudah setengah perjalanan, tiba-tiba tangan ku di tarik oleh seseorang ke dalam gang yang ternyata itu adalah Zahwan.


"Kamu masi sayang kan sama aku!!" Tegas Zahwan.


"Aku..aku..!!"

__ADS_1


Laki-laki itu pun ******* habis bibir ku dan melepas hijab ku lalu merobek baju ku. Ia menggerayami leherku dan memaksa tangan nya untuk lelorotkan ****** ***** ku. Aku berusaha berontak sekuat tenaga, lalu tiba-tiba, punggung Zahwan di pukul oleh seseorang sehingga tak sadar kan diri.


__ADS_2