Delima

Delima
Edukations


__ADS_3

Sering kali kita sebagai orang tua, salah dalam memanjakan anak-anak, apalagi di usia balita.


Kini usia Mangata genap 2,5 th, mulai banyak permintaan yang ia mau hingga akan merajuk dan ngamuk jika tidak di beri. Lalu, bagai mana menghadapinya? apa lagi ibu muda seperti ku yang belum paham banyak.


Suatu hari, Mangata merengek minta mainan ketika sedang berbelanja kebutuhan restoran di swalayan. Dia mengamuk hingga guling-guling di jalanan.


Tentu ku biarkan saja.


Dia terus berguling, hingga banyak pejalan kaki yang bertanya.


"Itu anak nya kenapa sih mba? mau mainan ya"


bahkan ada pula yang menyinyir.


"*Yaampun tega banget si ni ibu, ketibang mau mainan aja gak di kasi, ampe anak nangis segitu*nya"


Dan sebagainya.


Namum, tanpa mereka mengerti, aku selalu melakukan hal ini kepada Mangata.


Note : Ketika anak kalian merajuk hingga menangis dan sampe guling-guling. Usahakan jangan membentak dia, memarahi apalagi memukul. Dan jugak jangan di tinggal, tunggu dan awasi anak. Dan poin yang paling penting. Jangan melakukan kontak mata dengan anak.


point : Anak akan belajar mengolah emosi dan mengajari dia tentang bagai mana cara meminta dengan baik. Selain itu, mengajarkan jika :


Tidak semua hal yang ada di dunia ini bisa ia miliki.!!

__ADS_1


Setelah mangata berhenti dan tenang. Tentu iya akan bangun sendiri.


"Sudah belum?" Tanya ku lembut.


Lalu aku menyamakan posisiku denganya dan memberi ia minum kemudian bertanya apa yang ia inginkan.


"Minum dulu, ade hauskan...!! Mbu tanya baik-baik, sebenernya ade mau apa?"


Dia pun langsung memeluk ku dan meminta maaf.


"Mbu maaf, adek nakal!!" Ujar nya.


"Iya sayang...!! jadi gak mau mainan nya? kalo nggak kita pulang, yuk!!"


"Nggak, ade kan udah punya di rumah, nanti kalo udah jelek. beli lagi mainan nya!!"


Para pedagang di pinggir jalan yang dari tadi melihat ku dan mangata, terdiam takjub melihat caraku mengajari nya.


Akupun menggendong nya lalu pulang.


Setiba di rumah. Aku langsung menggoda Mangata dengan apa yang terjadi tadi.


"Dek, tadi adek kenapa? iihhh gak ada malu. banyak yang liatin ade loh. Sampe mbu di marahin sama orang."


Diapun tersipu malu lalu merangkulku.

__ADS_1


"Mbu di malahin olang ya? yang malahin mbu nakal, nanti ade pukul!!" Clotehnya.


Kamipun tertawa bersama dan pergi ke dapur untuk membereskan blanjaan dan menelpon Iman agar blanjaan nya di bawa ke restoran.


Setelah selesai, Aku pun memandi kan Mangata karna tdi kotor guling-guling di jalan.


Beberapa menit kemudan, mandi pun beres, aku langsung membawanya ketempat tidur lalu memakaikan baju, dan tidr bersama.


Hari mulai semakin sore, aku pun terbangun dan segera memasakan untuk Mangata.


Setelah selesai memasak, aku mandi dan sengaja tak menutup pintu kamar mandi takut Mangata bangun dan mencariku, di tambah dia sangat aktif sehingga aku takut dia terjatuh.


Lalu tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kamar ku dan langsung menghampiriku yang sedang mandi karna pintu nya yang tidak di tutup.


"Asmara!" Seru nya.


Sontak aku menoleh dan berteriak sekerasnya.


"Aaaaaaaaaaa......pergi kamu.. pergi!!!" Seru ku sembari cepat-cepat memakain handuk.


"Zahwan??" Sambungku.


Sontak aku terkejut jika yang berada si hadapan ku adalah dia.


"Kamu kenapa sih mandi pintu nya gak di tutup, pintu rumah gak di kunci. Gimana kalo ada orang yang masuk, hah?. Sengaja biar mereka bisa lihat tubuh kamu dengan leluasa, iya?. Biar mereka bisa ngapa-ngapain kamu, iya?" Zahwan marah.

__ADS_1


"*Diam kamu, kamu masuk ke sin*i... ayok!" Seru ku sembari menarik nya masuk kedalam kamar mandi.


"Kamu lihat ke luar, dari sini kita bisa lihat satu ruangan. Dari sini jugak aku bisa awasi segala aktifitas Mangata jika aku tinggal mandi. Jadi jangan marah2 dulu sebelum tau alasan nya." Jelasku.


__ADS_2