Delima

Delima
Make-up.


__ADS_3

Ntah kenapa aku ingin sekali memakan es cendol, kulihat jam din-ding menunjukan pukul 00:30 pagi.


Hamka belum pulang dari toko ibu nya, membuat ku kawatir, lalu aku memutuskan untuk menghubungi nya.


"Halo Ka!! Kamu ko belum pulang?"


"Aku lagi di jalan pulang, ko kamu belum tidur? oyah, kamu mau sesuatu?". Tawar nya.


"Kalo gak keberatan bisa beliin es cendol gak? he...".


"Baiklah... aku belikan ya". Jawab nya.


"Kalo gitu aku tutup telepon nya, kamu hati-hati di jalan".


***


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Zahwan sampai di rumah.


"Kamu sudah pulang?". Tanya ku.


"Emmmm... maaf ya, es cendol nya gak dapet, aku udah coba buat nyari kemanapun".


"Ya udah gak papa!". Ucap ku sedikit kecewa.


"Kalo gitu aku mau es krim saja!!".

__ADS_1


"Ya udah aku cariin ya, kamu tunggu sebentar" Seru nya.


Hamka kembali menyalakan mobil nya lalu pergi ke mini market terdekat.


**


Setelah beberapa saat kemudian, dia pun kembali dengan menenteng kantong plastik berisikan es krim.


"Nih es krim nya!!". Serunya sembari menyodorkan kantong.


"Ehhh.. kayak nya gak jadi deh, aku gak mau es krim, mau tidur aja!!". Jawab ku dengan santai nya.


Ntah kenapa mood ku berubah-ubah, untung nya Hamka sabar menghadapi ku.


Kemudian laki-laki itu membersihkan dirinya lalu setelah selesai dia pun tidur di samping ku.


**


Semilir angin masuk dari pentilasi meniup rambut nya yang lembut dan hitam, yang lebih terawat di bandingkan dengan rambut ku, merasa terganggu dengan rambut panjang nya yang sebahu membuat ku geram lalu menepis setiap helai rambut nya yang tergerai menutupi wajah nya, tiba-tiba jantung ku berdegup kencang, aku sangat merasa bersalah atas apa yang sudah ku lakukan dengan Zahwan malam kemarin, aku benar-benar kotor, aku tidak bisa menjaga diri ku, walaupun aku tidak tau kenapa hal itu terjadi, tetap itu terjadi karena ketidak hati-hatian ku.


Lalu sentuhan ku membuat nya terbangun, kini wajah ku tepat berada di depan nya.


"Kamu gak bisa tidur, sayang..?? apa yang kamu pikirkan?". Tanya nya sembari membelai pipi ku.


"Iya Ka, aku gak bisa tidur"

__ADS_1


"Suttt.. biar ku peluk kamu, tidur lah.!!"


Kamipun melanjutkan tidur kembali.


**


Satu bulan setelah nya....


Fajar telah mengusungkan sebilah pedangnya ke langit, menebas jubah malam dengan sekejap, membuat bintang-bintang memucat dan pergi seketika.


Pagi itu Hamka tidak pergi ke kamana-mana, membuat ku ingin melampiaskan ketidak stabilan mood ku padanya.


"Ka, aku udah lama gak kerja jadi WO, ko aku kangen make'upin orang ya.. gimana kalo kamu aku jadiin model nya.. mau ya!!". Bujuk ku.


Laki-laki itupun mengangguk ya walau aku tau dia terpaksa.


"Makasih!!". Seru ku.


Akupun mendan-dani Hamka dengan sesuka hati, hingga semuanya selesai,


Pria tulen yang penuh dengan pesona di hadapan ku pun seketika di sulap menjadi gadis yang sangat cantik, terlebih dengan gaya rambutnya yang sebahu, menambah kesan feminim.


Awalnya dia merasa terganggu, tapi berubah menjadi senang ketika ia melihatku tertawa.


"Hahaahhaahha ko kamu cantik banget sih Ka!!". Imbuh ku.

__ADS_1


"Apa kamu puas??". Tanya nya.


"Iya... aku puas!!".


__ADS_2