
Ntah kenapa, siang ini Zahwan memaksa ku untuk menikah di kantor urusan agama, memang wajar saja. Karna keluarga dia tidak akan pernah menyetujui hubungam kami. Sehingga memaksa nya untuk mengambil keputusan ini.
Kamipun resmi menjadi pasangan suami istri, dan tentu hal ini membuat pertengkaran hebat antara aku dan keluarga ku. Menyebabkan kakak ku jatuh sakit karna malu mendapatkan cemoohan dari masyarakat terkait pernikahan kami yang di gelar secara tiba-tiba. Tersebar di luaran sana jika aku adalah plakor dan terpaksa di nikahi secara diam-diam karna telah mengandung anak haram dari pria yang menikahiku.
Dua hari setelah nya aku di bawa kerumah Zahwan, jelas terlihat raut wajah keluarganya yang tidak suka dengan ku, pada saat aku duduk sendiri di luar, datanglah seorang laki-laki secara tiba-tiba menampar ku dengan sangat keras lalu mencanciku
"Apa tujuan kamu? rendahan. Gak bakalan laki-laki nyentuh seorang wanita duluan kalo bukan wanitanya yang menggoda. Saya dirikan pondok ini dengan susah payah. Saya bangun nama baik pondok ini dengan susah payah. Dan semudah membalikan telapak tangan menjadi tercemar oleh wanita seperti kamu. " Caci nya.
Di ketahui pria itu adalah sepupu Zahwan yang cukup berpengaruh di keluarganya. Pemegang tanggung jawab dalam mata pelajaran di pondok pesantren milik keluarga Besar Buya Mudor, kakek buyut Zahwan. Berbeda dengan keluarga Zahwan yang lepas tangan dari mengurus pesantren, dan lebih memfokuskan anak-anak nya ke pendidikan sehingga tidak ada seorang pun di antara Zahwan dan kakak-kakak yang lain nya, yang sangat faham dengan agama.
__ADS_1
Desas desus yang menyebar tentang kami membuat pengaruh buruk pada pondok pesantren. Itu membuat keluarga Zahwan semakin membenci ku.
Tragedi menampar ini akhirnya sampai ketelinga Zahwan, dia tidak terima atas perlakuan sepupunya terhadapku. Hal itu akhirnya membuat perselisihan antara Zahwan dan sepupunya itu. Di tambah kejadian ini jugak sampai ketelinga keluarga ku. Hal itu membuat ibu marah besar pada ku.
Sorenya aku pulang dari rumah Zahwan sebab merasa kurang nyaman jika harus berlama-lama di rumah Zahwan. Sesampainya di rumah ibu langsung menarik tangan ku kedalam dan memarahiku
Mendengar itu aku hanya terdiam saja. Tentu asa ku ingin melakukan perlawanan , namun aku tidak bisa. Bagai manapun dia adalah ibuku. Ibu pun pergi ke dapur lalu kembali dengan mengambil panci berisikan air mendidih bermaksud menyiramkan nya ke wajah ku. Namun di halangi oleh ayah tiri, sehingga aku terselamatkan dari amarah nya.
1 bulan kemudia aku menjadi istri simpanan Zahwan. Namun dia memperlakukan ku dengan sangat baik. Sehingga mengurangi kesedihan ku dengan statusku saat ini.
__ADS_1
Seperti kehidupan pasangan suami istri pada normal nya. Siang hari kami bekerja di perusahaan masing-masing. Dan malam nya kami baru bisa bersama layaknya pasangan.
"*Bagai mana kabar mu hari in*i? apa kamu melewati hari yang sulit? " Tanya Zahwan sembari merangkul ku.
"Menurut mu?, Pah... Apa aku memang orang ketiga di antara kamu dan Ethalia?, kalo benar.. aku sudah jahat sekali dengan dia. Karna aku dia menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai. Dan karna kehadiran ku di kehidupan kamu, dia tidak jadi menikah dengah laki-laki yang sangat ia cintai."
"Bicara apa kamu? kamu bukan orang ketiga... aku yang salah karna telah berpaling dari nya. Dan itu bukan salah mu, jika bukan karna sikap dia aku pun tidak akan meberobos pergi ke kehidupan kamu dan menculik hati kamu"
"Kamu..." Aku kehabisan kata-kata.
__ADS_1