
Hari ini aku mendapat klien, dan syuklah jika dia merasa puas dengan riasan Bridal nya.
Acara pun berjalan dengan hikmat, setelah menerima bayaran, aku langsung berpamitan pulang pada kedua keluarga mempelai. Melihat hari yang semakin gelap, sehingga Aku ber niat untuk mencari penginapan di sekitar kota B, mengingat perut ku yang semakin membuncit, keputusan ini akan lebih aman.
Setelah cukup lama berjalan, aku menemukan hotel di ujung sebrang jalan. Dan menginap di sana.
Hari semakin malam, aku sangat letih. Setelah solat Isya aku pun beranjak tidur.
Setelah cukup terlelap dalam keterjagaanku, aku merasakan ada yang sedang memeluk ku dan mengelus-elus perut ku. Hati ku betdegup kencang, mau apa dia, apa orang jahat. Dan aku pun berbalik lalu menyalakan lampu.
Ku pukul-pukul orang itu dengan bantal.
"Udah...udah!!, ini aku Zahwan"
"Kamu?, kenapa kamu ada di sini?"
Ini kali pertama kita bertemu sejak 6 bulan terakhir.
__ADS_1
"Kebetulan aku lagi belanja properti buat ngisi stok perusahaan. Dan saat lewat, pandangan ku terhenti oleh sosok ibu hamil di serbang jalan, aku merasa itu kamu, jadi aku buntuti sampai sini, dan benar itu kamu. Lama tidak bertemu, kamu apa kabar. Bayi yang ada dalam perut kamu itu anak aku kan?" Tanya nya.
"Bukan, ini bayi aku.. pergi kamu, aku mau tidur." Bantahku.
"Iya, itu anak kamu, tapi anak aku jugak. Oke.. oke.. aku gak akan ganggu kamu. Sekarang kamu tidur ya!!" Ucapnya mencoba membuat ku tenang.
Hingga akupun kembali tidur dan menghiraukan nya. Malam semakin dingin, semilir angin malam masuk melewati pentilasi udara memasuki setiap jengkal aliran darahku dan menusuk hingga tulang. Aku menggigil, lalu membalikan badan dan memeluk sesuatu, hangat sekali.. Desir angin yang hangat menghembus sedikit menghangatkan tubuhku.
"Sayang, ayah janji akan membawa ibu kembali ke sisi ayah. Dan akan merebut kembali hati ibu"
Fajarpun tiba, aku bangun dari diturku. Dan betapa kaget nya ketika aku melihat wajah Zahwan tepat berada di depan mataku, dan kedua tangan ku yang terkepal di dadanya, Dia memeluk ku semalaman.
"Woaaah...!!" Teriakan ku membuat dia terkejut.
"Ada apa sayang, apa yang membuat mu kaget?" Tanya nya.
"Sejak kapan kamu di tempat tidur, bukan nya aku menyuruhmu pergi?"
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku meninggalkan anak ku, aku melihat kamu kedingan. Jadi betniat untuk menghangatkan tidur mu"
"Apa urusan nya dengan kamu, kita sudah cerai, jadi bersikap lah seperti dua orang asing"
"Iya aku tau, tapi kamu sedang mengandung. Dan di agama kita tidak mengsahkan seorang laki-laki menceraikan istrinya dalam keadaan mengandung. Talaq nya tidak sah, jadi kamu ttep istri aku secara hukum dan agama."
Apa yang di katakan Zahwan memang benar, jika dalam agama islam, menceraikan istri dalam keadaan hamil tidak sah, harus menunggu hingga wanita itu melahirkan.
"Kamu pulang sanah, nanti Ethalia cari-cari kamu"
"Apa masalah nya, aku pun di sini untuk menemani istri ku, dan calon anak ku. Dia jugak pasti mengerti." Imbuhnya.
"Tapi dia istri tetap kamu!" Seru ku.
"Sudah lah.. sampai kapan pun aku kalah debat dengan kamu, terserah kamu."
Ntah ini salah atau benar, aku mengijinkan nya tetap tinggal.
__ADS_1