Delima

Delima
Manusia.


__ADS_3

Sering kali kita salah mengartikan seseorang. Kita selalu melihat orang itu dari tampilan nya. Namun, jika kamu ingin tau lebih dalam lagi, maka kamu harus benar-benar mengenal orang tersebut. Dan terkadang, kita menyimpulkan kejelekan seseorang dari mendengar keburukan nya lewat mulut orang lain, tanpa tau jika tidak semua yang mengatakan hal itu adalah orang yang menyukainya. Sebab orang yang membencimu akan terus mencari cela keburukan mu, mesti hanya sebesar biji djarrah. Namun buta kala melihat sisi kebaikan mu walai sebesar gunung.


Tak kenal maka tak sayang, adalah peumpamaan yang tepat, terkadang jika seseorang itu memang seorang penjahat, tapi perlakuan kita baik terhadapnya, bisa jadi si penjahat jugak akan membalas kebaikan kita. Sebab, manusia selalu bersikap seperti apa yang orang lakuin lakukan terhadap mereka.


Pagi ini setelah cukup lama tidak bertemu, Mentari datang kerumahku untuk bercerita jika dia sedang hamil, dan itu dari hubungan gelap nya bersama seorang laki-laki yang sudah beristri.


Membuatnya terpukul hingga bermaksud untuk mengakhiri hidup nya.


"Dengarkan aku, bukan masalah bener atau salah nya, tapi setiap kesalahan yang kamu lakukan. Maka jangan pernah lari dari kesalahan itu. Manusia memang terlahir menjadi mahluk abu-abu. Pertengahan, tidak ada yang selalu bener dan tidak ada yang selalu salah. Terkadang kita melakukan kesalahan bukan untuk mengulanginya kembali, tapi untuk mengambil hikmah di dalam nya. Agar kita tahu dari bahayanya sehingga tidak mengulangi hal yang sama lagi." Jelasku.


rupanya pencerahan itu sedikit bisa mencairkan suasana hatinya, lalu mentari bersandar di bahu ku dan mulai tertidur.


Dan ketika dia sudah terlelap, aku pun memanggil Zahwan dengan pelan sebab tidak ingin membuat nya terbangun.


"Pahh.... boleh minta bantuan?" Teriak ku pelan-pelan.

__ADS_1


Dan Zahwan pun menghampiri kami bersama Ethalia.


"Boleh bantuin gendong dia gak, pindahin ke kamar sebelah." Ucapku.


Zahwan pun bersedia lalu menggendong Mentari ke dalam kamar, dan tinggalah aku berdua dengan Ethalia.


"Maaf ya As, bukan nya aku nguping omongan kalian tadi, tapi aku tersentuh sama apa yang kamu bilang. Jika dalam setiap hal pasti terkandung hikmah, sekalipun itu dari sebuah kesalahan. Pantas saja Zahwan berpaling ke kamu, sekarang aku bisa ngerti." Jelas Ethalia.


"Kamu berlebihan. Kamu jugak gadis luar biasa, kamu cantik, baik, dan kuat... aku iri dengan kamu!" Sanjungku.


Ntah kenapa ahir-ahir ini aku dan Ethalia semakin dekat, dan mulai terbiasa mengobrol bersama. Namun


dering telpon dari saku baju Ethalia membuat kami terlejut.


"Maaf, aku angkat dulu yah telpon nya."

__ADS_1


Ketika Ethalia selesai menelpnlon, tiba-tiba iya menjerit, lalu dengan cepat aku menghampirinya.


"Kamu kenapa eth?"


"As... suami aku as... mobil yang ia kendarai jatuh ke dalam jurang" Jelas nya.


Aku langsung memeluknya dan berusaha menenangkanya, mendengar berita itu Ibu Zahwan pun datang ke rumah dan langsung mempertanyakan keadaan Ethalia.


"Mana Ethalia?, bukan nya dia ada di sini? "


"Ibu, dia ada di dalam kamar!!, mari biar Asma antar!"


"Nda usah!!, saya bisa sendiri"


Terlihat jelas dari tatapan nya jika ibu Zahwan belum jugak menyutujui kami. Setiba nya di kamar ibu langsung memeluk Ethalia dan mencoba menenangkan nya. Betapa pemandangan ini adalah suatu keinginan ku dimana akulah yang berada di pelukan ibu Zahwan saat ini. Tiba-tiba dari belakang Zahwan memeluk ku,

__ADS_1


"Mengintip itu tidak baik loh, suatu saat ibu pasti akan menerima kamu, sayang" Ucap nya sembari mengelus kepalaku.


__ADS_2