Delima

Delima
Dejavu.


__ADS_3

Setelah merasa jelas. Zahwan pun menggendongku ke luar kamar mandi lalu di rebahkan ke atas tempat tidur.


"Mas... kamu mau apa, mas?"


Kemudian laki-laki itu melepas kan baju nya dan seketika tubuh nya yang atletis menindih tubuh ku yang mungil. Terasa sesak, namun perlahan ia meringankan tekanan nya dan, tubuh kamipun menyatu.


Zahwan memompa nya dengan lembut dan terus menatap ku syahdu. Aku yang terpesona membuatku menatap nya dengan tatapan serupa. Terlihat matanya yang penuh harap. Rasa kasih yang tercurah dari setiap genjotan batang nikmat nya, memperlihatkan rasa kecintaan nya pada ku.


Hingga sampai pada puncak kelimaks, aku mulai tak tahan menahan kenikmatan yang tiada tara sehingga beberapa kali menjulurkan lidah ku. Hal itu membuat nya semakin mempercepat pompaanya.


Dan, cairan hangat pun muncrat memenuhi lubang v-ag-ina ku.


"Ahh.., ini hukuman kamu yang sudah membuat si kecil saya berdiri. Saya harap kamu bisa selalu mengingat ini agar tidak lagi mengulangi kesalahan kamu, mengerti!" Seru nya sembari bangkit dari tubuhku.


"Kamu, kamu pikir tubuh aku bisa seenak nya kamu nikmatin, hah?"


"Jangan marah, kamu bilang kalo kamu gak mau kembali lagi sama saya, kan!! jadi anggap aja itu hukuman dari seorang teman!" Jelasnya.


"Gila kamu, mas!!" Seru ku sembari menutupi tubuhku dengan selimut.


"Saya saranin kamu, untuk kedepan nya, kalo kamu mandi, seengganya kunci kamar kamu!!"


"Ngapain kamu kesini?" Tanyaku.

__ADS_1


"Saya mau minta maaf atas apa yang sudah di lakukan ibu ke kamu kemarin!" jelasnya.


"Oh, nggak papa aku udah maafin ko."


"Saya numpang mandi yah, gak enak badan terasa lengket semua."


Kemudian laki-laki itu pergi menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah beberapa saat, iya akhirnya selesai dan meminta handuk, lalu aku memberikan nya.


Diapun keluar dengan hanya memakai handuk di pinggang nya saja, terlihat tubuhnya yang indah dengan 6 kotak kecil di perut nya memberi kesan cool. Sembari mengacak lembut rambut nya ia sesekali terlihat seperti bocah umur 8 tahun yang belum bisa merapikan rambut nya sendiri.


"Fpppttt..." Aku berusaha menahan tawa.


"Eeeyy... kenapa kamu?"


"Nggak, sini biar ku bantu keringin"


"Kenapa diam.. bukan nya kamu mau bantu saya?"


"Oh, iya.. !!" Jawab ku nerpous.


Lalu aku pun mengeringkan rambut nya dengan handuk. Tiba-tiba suasana menjad sunyi, tak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut kami.


"Oh ya As, Ethalia titip salam buat kamu. Dia tau saya pergi ke sini!" Ucap Zahwan guna mencairkan suasana.

__ADS_1


"Emmmmm... iya, salam jugak dari aku ya!!" Jawab ku.


"As, boleh kan kalo saya setiap minggu sekali datang kesini?"


"Hah?, buat apa?"


"Ya buat lihat anak kita lah. Gak papakan!!"


"Emmm.. boleh, tapi kamu harus jaga jarak dari aku!!" Jelasku.


"Tapi saya suka tubuh kamu, aroma nya bikin saya tenang!!" Godanya.


"Kamu...!!!" Akupun tersipu malu lalu pergi memakai baju.


Namun kemudian Mangata terbangun akibat kegaduhan kami.


Sehingga Zahwan menghampirinya dan menggendong dia.


"Asma, jangan dulu pake baju deh.. nih dia mau mimi!!"


Dengan cepat aku segera menghampirinya dan langsung menyusui Mangata. Terlihat bercak-bercak merah di kedua payudaraku membuat Zahwan tersenyum tipis.


"Apa kamu lihat-lihat?" Bentak ku.

__ADS_1


"Itu tanda-tanda cinta yang saya kasi tadi,kan" Bisik nya.


"Asma, saya ngerti kenapa kamu gak mau kembali lagi, tapi ingat, saya masi suami kamu.!!" Sambungnya.


__ADS_2