Delima

Delima
Sampai.


__ADS_3

Merasa tak terima Zahwan yang terus menemuiku, ka Zahra meminta ibu Zahwan untuk bertindak.


Hingga akhirnya mereka berdua datang menemuiku.


"Sudah saya katakan pada kamu Asmara!! jika sekarang Zahwan sudah memiliki istri dan anak yang lain. Bukan hanya kamu saja!! Kamu harus nya sadar itu." Jelas ibu Zahwan.


"Maaf bu, aku gak pernah nyuruh Zahwan tinggal di sini, dan aku gak bermaksud ngambil hak itu dari Ethalia, sebab kami pun sudah lama berpisah." Jawab ku.


"S**aya pegang ucapan kamu. Pergi tinggalkan Zahwan untuk selamanya."


"Baik!!."


Semua nya berakhir Sampai sini!.


Dua hari setelah nya aku menjual rumah dan lestoran ku yang ada di kota J ke teman Iman, dan syukurlah langsung terjual. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kota B.


Setiba nya di sana aku langsung mencari tempat tinggal di salah satu perumahan. Dan untung nya masi ada rumah yang belum terjual. Dekorasi nya pun lumayan sesuai dengan harga yang di tawarkan sehingga langsung membeli nya.


"Huh.. syukurlah.. aku sudah mendapatkan tempat tinggal yang nyaman, mestipun kecil, tapi cukup luas untuk di tinggali aku berdua dengan Mangata."


"Mbu, ko kita pindah lumah lagi, aku gak bisa ketemu pak iman dan mba devi lagi dong!!" Seru Mangata.


"Hmmmmm... nanti kalo ada waktu, kita bisa ko main ke rumah pak iman dan mba devi!." Jawab ku.

__ADS_1


"Yudah deh... oh yah, ibu udah kasi tau ka Nathali kalo kita pindah? "


"Hng..nggak!! Kamu jangan kasi tau ka Nathali ya, sayang!! kalo dia tau, dia pasti bakal kasi tau ayah. Ibu gak mau ketemu lagi sama ayah!!"


"Kenapa? ayah jahat sama mbu, ya?"


"Iya!!"


"Aku bakal jagain mbu dari ayah, dan nenek sihir itu!!"


"Suuuttt... kamu gak boleh bicara seperti itu, itu kan nenek kamu."


"Bukan, nenek atta cuma satu, yaitu nenek Mufli, kapan ya aku main sama nenek, selama ini aku belum pernah liat nenek secara langsung. kalo hanya di video call aja gak seru!! "


"Aku jugak sayang sama nenek!!" Imbuh Mangata.


"Apa kamu lapar, mbu masakin kamu makanan ya!!"


"Nggak ah, aku cape mau tidur!!" Jawab nya.


**


Seminggu kemudian.

__ADS_1


**


Sampai saat ini aku belum menemukan pekerjaan yang cocok untuk menyambung hidup kami berdua. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk membuat kedai kecil di depan rumah. Mengingat di perumahan ini masi jarang ada warung.


Aku menyediakan beberapa makanan manis seperti puding dan es krim, di tambah gorengan dan kopi seduh. Satu hari pertama memang masi sepi. Tapi dua hari setelah nya, kedai mulai rame dengan bapa-bapa dan anak-anak. Ada jugak beberapa anak sekolah dan para santri yang sekedar nongkrong mengingat di samping perum ini memang terdapat sekolah SMA dan pondok pesantren.


Hingga pada suatu hari,


" Permisi!!"


Aku pun keluar dari rumah, dan aku dapati seorang santri menggendong Mangata yang sedang menangis.


"Sayang kamu kenapa nak?, kenapa anak sayah dek?" Tanya ku.


Namun pemuda itu malah terdiam menatapku, hingga akhirnya aku mengambil paksa Mangata.


"Kenapa malah diam, anak saya ko nangis?"


"Emmmmmh... ehh maaf mba, anak mba tadi jatuh pas lagi main sama anak-anak yang lain." Jelas nya.


"Oh seperti itu, makasi ya udah di tolongin!!" Jawab ku.


Aku pun masuk ke dalam rumah dan menghiraukan pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2