Delima

Delima
Kenapa.


__ADS_3

Dua minggu ini aku merasa sakit punggung. Terkadang pusing berkunang-kunang sehingga sulit untuk beraktifitas.


Sepertinya min ku bertambah. Bisa juga karna kurang minum sehingga membuat ku kekurangan darah.


Dan, aku pun tak dasar kan diri.


Saat aku membuka mata, aku sudah berada di ruangan, dan ternyata di salah satu rumah sakit yang aku tidak tau dimana, dan siapa yang membawa ku.


Kemudian datang lah seseorang, dan ternyata itu dia.


"Alhamdulillah kamu udah siuman, Asma kamu gak papa kan?"


"Ethalia? ko kamu bisa ada di sini?"


"Aku sengaja datang kesini untuk ketemu sama kamu, tapi saat aku sampai di rumah, aku liat kamu tak sadar kan diri di teras, jadi aku bawa kamu kesini deh."


"Mangata? dia di mana?"


"Oh, anak kamu ada sama tetangga kamu. aku titipin dia karna gak mungkin kan aku bawa dia."


"Emmmm.. makasi!!"


Dokter pun datang menghampiri.


"Selamat siang bu Asmara, menurut hasil pemeriksaan ibu baik-baik saja, hanya saja ibu kekurangan vit dan cairan sehingga menyebabkan dehidrasi. Dan kalo sudah mendingan ibu bisa pulang kok." Jelas bu dokter.


"Baik lah.. makasi ya dok!!" Seru ku.


"Jadi gimana?, mau pulang sekarang?" Tanya Ethalia.


"Tentu!!"


Kamipun pulang.


Setelah sampai di rumah, di depan sudah ada Zahwan dan Mangata yang sudah menunggu.


"Gimana hasil nya, Eth?" Tanya Zahwan


"Asmara cuma kecapean dan kurang istirahat."

__ADS_1


"Sini, biar aku yang gendong mangata!" Seru ku.


Pandangan Ethalia terus kepada Mangata membuat aku merasa kurang nyaman.


"Kenapa Eth? ada yang salam dengan Mangata?" Tanya ku.


"Hhng.. engga ko, dia mirip banget ya sama mas Zahwan!!" Ucap Ethalia.


"Kan jagoan nya ayah!!, iya kan sayang!!" Sanggah Zahwan.


"Sudah, ayo masuk. Aku tadi baru bikin kue..!!" Seru ku mempersilahkan mereka masuk.


Setiba di ruang tamu, aku langsung mempersilahkan mereka duduk dan pergi ke dapur untuk membawa cemilan.


"Nah.. ini, silakan di coba!!, Oh ya.. hay Nathali. Kamu suka biskuit?, tante Asmara bikin biskuit empasi, ayo coba nak!! " Seru ku sembari menyodorkanya.


Dengan polos dan sedikit malu-malu, Nathali menjangkau kue dengan tangan nya yang mungil.


"Mmmm.. kue nah ena ateu!!" Puji nya.


"Wah.. Nathali udah pinter puji orang ya, makasi!!" Imbuh ku.


"Bunda, Atta nangis au mimi!!" Ucap Nathali kepada Ethalia.


"Oh.. yaudah, tante mimiin dulu yah!!" Seru ku.


Aku pun membawa Mangata dan mengeluarkan payudaraku lalu di susukan. Nathali yang merasa heran seketika bertanya pada ibu nya.


"Bunda, ko atta mimi nah pake itu? aku engaa!!" Clotehnya penasaran.


"Emang Nathali mimi nya pake apa?" Tanya ku.


"Di botol!!" Jawab nya polos.


"Kamu gak kasi Nathali asi, Eth?" Tanya ku.


"Iya As, aku gak kasi dia asi karna mau ngejaga bentuk tubuh ku!" Jelas nya.


"Maaf ya Eth, menyusui gak akan buat tubuh kamu kendur kok, justru itu bagus buat tubuh kamu. Sebab ketika kita menyusui tubuh kita akan membakar 12000 kalori. Setara dengan kamu lari maraton atw diet karbo selama berbulan-bulan" Jelasku.

__ADS_1


"Oh yah... pantas tubuh kamu bagus.!!"


"Kalo kamu mau tubuh kamu gak kendur. bisa juga di imbangi dengan olahraga."


"Gitu ya!!"


"Denger tuh Eth!!" Sanggah Zahwan.


"Oh ya... bukan nya seharusnya usia Mangata menginjak 2,5 tahun ya? ko Masi mimi?". Ethalia heran.


"itu karena aku yang belum tega.. mungkin sebentar lagi udah di berentiin.". Jawab ku.


Setelah Mangata selesai menyusu Zahwan mengambil Mangata dan mengajak nya main dengan sesekali mengangkat tubun mungil nya ke atas seolah main kapal-kapalan. Dan seketika, mataku tertuju pada Nathali yang tak henti melihatnya.


"Sayang, kamu mau jugak main kapal-kapalan?. Emang di rumah Papah nggak pernah ajak main kamu kayak gitu?" Tanya ku.


"Enggak pernah tante.!! Papah jalang ngajak aku main. paling cuma ngajak jalan atw makan es klim aja"


Mendengar itu sontak membuat ku terkejut. Mungkinkah Zahwan sedingin itu dan belum bisa menerima nya.


"Emmm.. kalo gitu sama tante di terbangin, mau?"


"Mau ate!!" Serunya semangat.


"Oke.. les go!!" Balasku sembari mengangkat tinggi tubuh nya. Dan sesekali berputar sehingga membuat kami pusing dan tersungkur pelan. Nathali tertawa lepas. Terlihat keceriaan dari wajah imut nya. Zahwan yang melihat nya merasa aneh dan Ethalia merasa terharu.


"As.. baru kali ini aku lihat Nathali bisa secepat itu deket sama orang. Apalagi yang baru ia temui." Ucap Ethalia.


"Oyah!!" Seru ku.


"Bund.. boleh gak aku ninep di cini. di mbu Asmala!!"


Sontak kami terkejut mendengar ucapan Nathali.


"Mbu??" Tanya Zahwan.


"Iya, boleh kan atu panggil ateu, mbu? mbu kan istri papah jugak hihihi"


"Boleh sayang!!" Jawab ku.

__ADS_1


__ADS_2