
Ntah kenapa ahir-ahir ini aku dan Zahwan rentan sekali bertengkar. Penyebabnya tiada lain adalah gadis yang saat ini menjadi selingan Zahwan. Apapun yang ku katakan selalu salah di mata dia. Terlebih jika dia habis bertengkar dengan gadis itu, tentu dia akan memelampiaskan amarah nya terhadap ku. Ia akan mencari kesalahan ku sekecil apapun untuk di jadikan alasan ia tanpa rasa bersalah membentak ku sesuka hatinya guna meredam amarah nya.
Suatu hari Zahwan membuat story WA dengan photo gadis yang di bajunya tertuliskan tulisan Arabic yang menggunakan kata Fa'- Ra' -jim, apabila di lihat sepintas maka akan terbaca menjadi Farji \= ******** wanita (dalam bahasa arab). Namun bacaan yang benar adalah Farraj \= Kebahagiaan (Bahasa arab).
Hal itu membuat ku membalas SW nya dengan emoticon Ketawa ngakak, yang mana di tanggapi nya sebagai mentertawakan nya. Padahal maksud ku adalah betapa konyolnya jika tulisan itu di baca oleh orang awam seperti ku maka akan terbaca menjadi tulisan kurang baik. Namun dia sangat marah karna merasa di tertawakan.
"Apa maksud nya? emang kamu ngerti?" Pesan nya.
"Nggak..!" Balas ku singkat.
"Ya terus apa maksud nya.. so so an kalo gak ngerti?"
"Lucu aja!!"
"Emang kamu pikir itu ngelucu? diam kalo gak tau!! jangan so!!"
"Iya maaf aku salah!!, maksud ku bukan ngetawain kamu kok.. cuma pengen ketawa aja karna awalnya aku membacanya dengan salah" Jelas ku.
"Makan nya jangan so soan!"
"Iya maaf!!"
__ADS_1
(Just read)
Lalu beberapa saat setelah nya diapun membalas.
"Aku lagi sibuk, gak ada waktu ngeladenin cewek ngeselin kayak kamu" Balasnya.
"Iya maaf!!"
"Yudah lah, aku gak suka sama prempuan so... udah sampe di sini aja. Blok contak aku!!" Balas nya tegas.
"Tapi..., Yaudah kalo itu buat kamu ngerasa lebih baik. Maaf ya!!" Balas ku.
(Just read)
Itulah kekurang dia, selalu mengambil keputusan kala sedang emosi.
Tak ingin menyesal aku pun memberanikan diri untuk mengajak ia ketemu terakhir kalinya.
"Maaf, sebelum nya apa bisa kita ketemu sebentar aja?, ada yang mau aku bicarakan"
"Nggak" Balas nya.
__ADS_1
" Sebentar aja!!(Emot memohon)"
"Nggak mau sebentar" Balas nya.
"Tolong.. sebentar aja" Balas ku.
"Mau selamanya." Balasnya.
"Besok di tempat biasa, bisa?" Balasku.
"Ya!" Balas nya singkat.
Besok harinya kami pun bertemu di Cafe biasa. Setibanya di sana aku hanya memasang wajah murung. Sedang dia biasa saja seperti tak ada masalah. Bahkan dia memegang tangan ku seperti biasanya.
"Kenapa sih cemberut aja? pesan makan ya.!!" Seru nya. Zahwan pun menyeru pelayan lalu memesan
makanan.
Tak lama kemudian pesanan nya sampai. Dia langsung menyantapnya tanpa basa-basi.
"Emmmm sambel nya pedes..!!, Ehh ayo dong dimakan. Kenapa sih cemberut aja." Ucapnya.
__ADS_1
Diapun mencoba membujukku dengan menyuapi ku. Tapi itu tidak berhasil. Hal itu hanya membuat ku heran... Apa dalam semalam dia langsung lupa dengan yang dia katakan.
Kamipun baikan. Ntah sejak kapan, tapi itu terjadi begitu saja. Setelah selesai makan kami pun pergi jalan-jalan ketempat lain sampai malam.