
Setiba nya di rumah, aku langsung bersih-bersih dan mandi. Sepertinya ibu belum pulang jugak, akupun pergi sholat Asyar. Setelah selesai sholat, notifikasi HP ku berbunyi, dan saat ku lihat ternyata pesan dari nomer baru,
"Hay kak, aku Diya... oh ya, ada yang mau kenalan sama kakak loh" Isi dari pesan itu.
"Siapa dek?" Balas ku sekenan nya.
"Kakak belum punya pacar kan hehe, aku tau banget kakak kayak gimana, nah dia cocok banget sama kakak... ayo dong." Bujuk nya.
Setiap hari handphone ku terus berdering oleh pesan dari Diya. Karna tidak enak hati akhirnya aku menerima tawaran nya.
Tak lama setelah menyetujui, dia pun memberi nomer dan harus aku yang kirim pesan duluan, hey.. sebenarnya siapa laki-laki ini.. Karna takut di tanyai, aku memberanikan diri mengirim pesan terlebih dahulu pada nomer tersebut.
"Hay.. Salam!!"
Delieved to +26***
Tak lama nomer itupun langsung membalasku dengan cepat.
"Iya, ini Asmara ya?" Balas nya.
__ADS_1
"Benar, ini siapa ya?"
"Aku Zahwan, orang yang nabrak kamu tadi.. pasti nomer ini dari Diya, ya?"
"Iya"
"Maaf sebelum nya, keberatan gak kalo saya mau kenal sama kamu?"
"Ngga kok" Jawab ku seadanya. Sejujurnya aku benar-benar malas untuk membalas nya, tapi demi menghargai Diya aku terpaksa harus mau.
Dari sejak hari itu Zahwan terus mengirimi ku pesan dan sesekali menelpon ku hanya saja tidak ku angkat. Namun ntah kenapa hati ku mulai simpati, akhirnya aku membalasinya dan sesekali mengangkat telpon nya. Seperti pada umum nya hanya saling bertanya kabar, namun lama kelamaan perhatian nya semakin di tonjolkan.. dan aku merasa dia sengaja ingin mendekatiku. Sayang, sekikuk apapun wanita jika di beri perhatian seperti itu maka akan luluh.
Tiba-tiba dering telpon menghancurkan lamunan ku.
"Hay kak, gimana? ka Zahwan baik kan, selain baik dan tampan, dia jugak berasal dari keluarga terpandang.. pokok nya the best lah hehe." Ucap Diya.
"Oh ya, jadi dia orang berada... sebelum nya dia gk pernah bilang soal itu, kalo gitu aku jadi minder deh dik" Jawab ku.
"Eh jangan dong... lagian kalo kak zahwan yang suka siapa yang bisa ngalangin hehe." Goda nya.
__ADS_1
"Oh ya.. udah dulu ya kak, bye." Ucap Diya sembari menutup telpon nya.
Sore nya Zahwan mengajak ku ketemuan di Cafe, lalu besok nya dia tiba-tiba seperti menghindar. Mungkin dia sudah sadar kalo aku emang ngga pantes buat dia.
Seminggu berlalu sejak dia tidak memberi ku kabar dan kepastian. Kemudian dia pun memvideo call ku, lalu aku mengangkatnya. Ku lihat wajah nya yang memelas dan menahan amarah.
"Kamu kenapa? marah sama aku? ngomong aja nggak perlu sungkan" Ucap ku memulai percakapan.
"Ngga ko!" Jawab nya simpel.
Kulihat tatapan nya dingin, tidak seperti biasanya yang selalu menatapku dengan tatapan hangat. Lalu tiba-tiba ia berkata..
"Maaf ya As, aku takut nyakitin hamu dan dia. aku tau aku salah.. aku mau jujur sama kamu.. sebenernya aku udah punya tunangan. Dan tante dia kemarin liat kita lalu marah besar. Aku bingung harus jawab apa sama keluarga Ethalia.." Jelas nya.
Sontak hati ku bagai di sambar petir di siang bolong. Tanpa sebab seketika hati ku sakit, namun aku sadar.. siapa aku, atas dasar apa aku harus marah. Aku bukan siapa-siapa.
"Kamu pasti sakit hati banget kan sama aku? ko kamu diem?"
"Nggak ko hmmm, aku gak marah.. memang hak apa aku harus marah, aku kan bukan siapa-siapa kamu" Jawab ku tersenyum. Mendengar itu Zahwan terdiam lalu seketika mematikan VC nya.
__ADS_1