
Sering kali mimpi terlihat begitu nyata, begitu penuh oleh cahaya kebenaran, hingga cahayanya meresap ke dalam seluruh tubuh kita dan menerangi waktu keterjagaan kita, seperti itulah mimpiku. Aku terbangun di pagi hari yang ntah kenapa merasa ada ketenangan.
Handpone ku berdering tak henti sehingga membuatku terpaksa bangun dari tempat tidur, dan ternyata itu dari Zahwan.
"Halo As, bisakan bawain makanan ke sini sekarang..!!" Ucap Zahwan seperti biasa.
Sejenak aku terdiam, jika tidak di iyakan itu hanya akan memberi nya kesempatan untuk mencaciku.
"Baiklah!!" Jawb ku singkat sembari memutuskan telpon.
Akupun bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah selesai aku langsung memakai tunik toska dengan kulot yang bewarna senada dengan fasminahnya.
Setelah semuanya siap, aku langsung bergegas dengan menenteng rantang berisikan makanan masakan buatan ku.
Setiba nya di sana aku langsung masuk ke ruangan Zahwan dengan diam tanpa kata-kata menyimpan rantang makanan yang ku bawakan di atas meja. Kebetulan Zahwan sedang sibuk menghitung jumlah pendapatan hari ini.
Saat aku hendak melangkah kan kaki untuk pergi, karna aku tau dia hanya menyuruhku untuk mengantarkan makanan saja seperti biasanya. Tiba-tiba dia memeluk ku dari belakang.
"Kamu mau kemana? emang gak kangen sama aku?" Tanya nya.
__ADS_1
"Iya, yaudah lepasin aku mau pulang!!"
"Yakin mau langsung pulang?, Lagian aku nyuruh kamu kesini karna sengaja mau ketemu sama kamu. Udah lama kan kita gak berduaan sambil manja-manja sama kamu?"
Lalu aku melepaskan tangan nya dan berbalik,
"Kamu gak salah makan obat kan pah?" Tanya ku heran sambil menyentuh kening nya.
"Nggak lah, aku sekarang lagi laper... mau makan!"
"Yaudah sanah makan, itu udah ada di meja kerja kamu."
Tatapan Zahwan berubah menjadi sendu, sambil mendekap ku yang tak memakai baju sehelaipun dengan hanya di tutupinya oleh kain. Tiba-tiba ia menatap ku syahdu.
"As, kok kamu bisa sabar sih gadepin sipat aku yang kasar sama kamu?, selama ini kamu udah baik. Sakit gak sih aku perlakuin kamu kayak gini, maaf kalo selama ini aku belum bisa bahagiain kamu. Jangan dulu pulang yah, aku kesepian" Jelas nya.
"Emang gak ada orang selain aku yang bisa kamu minta buat temenin kamu. Kemana dia?" Tanyaku.
"Nggak ah males... udah aku blok, soalnya ngeselin pengen nya di manja terus. Tapi dia sendiri gak mau ngertiin"
__ADS_1
"Namanya jugak gadis muda, lagian kalo cuma sekedar buat baperin terus akhirnya ninggalin. Kenapa kamu deketin dia? , kamu lupa ya kalo kamu bakalan jadi seorang ayah? "
"Iya..iya... gak akan lagi. Karna aku udah dapetin wanita yang bisa buat aku susah berpaling ke lain hati"
"Gombal... lepas aku mau pulang.!!"
"Jangan dong...!! Aku masi lapar"
"Ya sanah makan!!"
"Aku mau makan kamu lagi!!" Tegas nya sembari kembali mencumbu ku.
Setelah beberapa jam kemudian, ia pun bangun dari atas tubuhku. Lalu memakai baju nya dan memakan makanan yang ku ambilkan.
"Yah keburu dingin!!"
"Salah siapa nggak langsung kamu makan" Ucapku.
"Kan tadi lapernya mau makan kamu, sekarang udah puas jadi laper perut hehe" Candanya.
__ADS_1
Akupun menutup tubuh ku dengan kain, mencoba untuk bangun, tapi gak bisa. Semua badan ku terasa sakit. Tubuh ku gemetar, itu membuat nya merasa cemas.