
Sebulan berlalu, Rena kembali sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk, untuk Udin, mungkin lain kali ia akan bertemu langsung dengan tetangga Mbok Jum itu.
Saat ini Rena disibukkan dengan perusahaan Isak yang ingin mengadakan pesta. Setelah memenangkan tender fantastis. Isak akan membuat pesta perusahaan, ia merasa seluruh pegawainya sangat bekerja keras dalam menumbuhkan perusahaannya 5 bulan ini.
"Rena aku ingin mengundang Raka" Isak akhirnya bicara, saat terakhir ia bertemu Raka, lelaki itu terlihat kurus dan tak terurus.
Menanyakan kabar lelaki itu ia tersenyum bahagia mengatakan ternyata mengurus new born itu menyenangkan. Isak yang mendengarkan ucapan Raka meringis miris.
Bagaimana lelaki itu sangat perhatian dengan yang bukan anak dan istrinya, dan di belahan bumi lain, Istri sah dan sang jabang bayi tumbuh tanpa sepengetahuannya.
Isak tidak tega. Walau bahagia tapi ia merasa Raka cukup untuk siksaan ini, Dari yang Isak dengar Raka. Selalu sendiri. Ia tidak lagi membawa Padma kemana-mana.
Yang paling mengejutkan Raka yang mengenakan cincin kawinnya dengan Rena.
"Ya silahkan saja, dia kan juga partner Lewi Corp" ucap Rena tak acuh.
"Baiklah, tapi kau tahu kan maksudku, tidak menutup kemungkinan jika kamu akan bertemu langsung dengannya, ya kalau ia datang"
"Karena aku dengar belakangan ini Raka tampak malas untuk ikut pesta, dan bahkan ia pun sempat malas masuk kantor, aneh sekali" ucap Isak. Rena mengeratkan bibirnya. Ia masih bisa merasakan remasan nyeri dihatinya. Rena tidak lagi menanggapi. Isak menatap sekretarisnya itu.
Melihat perut Rena mulai menonjol. "Ponakan ongkel apa kabar hari ini?" Ucap Isak, mengubah topik yang menjadikan mereka canggung.
"Sehat dong, Ongkel makanya ikut aku periksa, nanti kita ketemu lho" ucap Rena yang dibuat layaknya bocah.
"Mualnya gimana Ren?"
"Udah nggak lagi Bang, berkat vitamin" mereka membicarakan perihal pesta juga undangan Doroty padanya. Rena baru tahu, jika sebelum Doroty menemuinya, Eyang penyayang itu menemui Nami dan Ibrahim, mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya.
Begitupun saat Doroty ke Lewi Crop, ia bertemu dengan Isak. Dan Isak menyetujuinya. Semua karena kebaikan baby yang ada di perut Rena.
Bahkan hingga saat ini Rena tak pernah mengangkat telepon dari Davis. Ia hanya mengirim satu atau dua kalian dan lalu memutus kembali koneksinya dengan keluarganya.
__ADS_1
***
"Sudah pulang Bang?" Raka hanya melihat Kila sekilas dan melangkah menuju kamar yang banyak menyimpan wangi Rena.
Ia sungguh lelah. Semua detektif yang ia kerahkan tidak berhasil melacak keberadaan istrinya itu. Malah ia didatangi oleh pengacara sang istri.
Meminta surat cerainya, dan akan diurus oleh sang istri. Apa yang Raka lakukan ia mengamuk, mengusir si pengacara yang di minta oleh Doroty.
Doroty sudah menebak. Raka membayar banyak detektif untuk mencari cucu mantu, dan berkat keluarga Ibrahim, dan dirinya, Raka tidak sedikitpun mendapatkan cela.
Ia setiap hatinya mendapatkan kabar mengenai Raka. Walau ia kesal Raka tenggelam menyibukkan diri merawat bayi Citra.
Dan bisa dilihat Raka menjauh dari Padma juga Kila, bahkan dengan Andruw. Rupanya cucunya itu sudah muak dengan keluarganya sendiri.
Doroty juga tidak habis pikir dengan kelakuan Andruw. Bagaimana anaknya yang bijaksana itu melakukan hal begitu kejam untuk cucu menantunya.
Mendukung Padma dan Raka. Mengapa tidak sejak awal saja Raka dinikahkan oleh Padma.
Yamg tidak jelas. Selalu menggatungkan Istrinya. Datang dan pergi sesuka hatinya. Ada saatnya Raka pergi saat rasa bencinya pada Rena tidak lagi bisa ia kontrol. Ia takut menyakiti sang istri. Kesadaran tang terlambat jika sebenarnya ia sudah mencintai Rena sejak dulu.
Ia masuk ke dalam kamarnya, menguncinya. Ia tahu jika Kila mengikutinya. Hari ini ia sangat lelah. Ia tidak akan menceraikan Rena.
Bahkan setelah ia meniduri Rena. Ia tak berhasrat dengan wanita mana pun, bahkan Padma sekalipun.
Ia menghindari Padma agar wanita itu tidak lagi merasa sakit hati. Ia pun tahu bagaimana hubungan Padma dan Davis, kakak Rena.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama, dan itu membuat Raka leha. Tidak ada terbersit sedikitpun cemburu.
Tidak ada rasa marah seperti saat ia melihat Rena bersama si Gani-Gani itu. Diawal Rena hilang ia sempat menuduh Gani membawa istrinya kabur.
Ia mengamuk di perusahaan Gani, seperti orang gila. Lalu Raka digiring ke kantor Polisi dan akan dipenjara. Jika menyerang Gani lagi. Mabuk-mabukan. Kepergian Rena benar-benar membuatnya gila.
__ADS_1
Untuk Ibrahim membebaskannya. Ia pun meminta maaf pada Gani dan keluarganya. Nami masih saja acuh pada Raka.
Dari situ kesehatannya menurun, lemas, malas, mual, tidak ada semangat hidup. Hingga ia menemukan pakaian Rena, dari situ ia bisa merasakan Rena.
Berbekal pakaian itu Raka mulai bangkit, Ia bekerja.
Nami lagi merongrong agar Raka menceraikan saja Rena, biarkan Rena bahagia dengan Isak.
Nami berkata jika Isak akan menerima janda Rena dengan tangan terbuka. Bami yakin Isak bisa membahagiakan Rena.
Raka hanya bisa diam. Hatinya mencelus saat seseorang memaksanya berpisah dengan Rena. Ia menahan sakit hati dan amarah.
Belum lagi Padma yang bertanya kapan ia menikah? Ia sangat risih saat Padma mulai mendekat padanya. Merayu dan menggoda. Raka merasa tindakan Padma tidak benar.
Pernah Padma nekat telanjang didepan Raka. Bukannya berhasrat Raka langsung kabur dan tidak kembali selama dua minggu. Raka dan kebiasaan kaburnya yang menjengkelkan.
Keadaan yang Rena sering rasakan akhirnya Padma rasakan. Ia pergi ke Amerika. Disana ia mendapat kabar jika Eyang Doroty kembali ke kampungnya di Indonesia.
Raka mana peduli, ia merasa bersyukur jika tidak bertemu dengan Doroty, ia akan di paksa untuk membawa sang istri yang kabur.
Lalu disudutkan, Pikiran Raka sudah ruwet ditambah dengan mereka yang selalu mendorong kemauannya pada Raka. Raka lelah. Dan pelariannya selain Amerika adalah rumah Citra. Ia satu orang anak bernama Elzar itu tidak lagi tinggal di panti asuhan milik Raka.
Ia menemui mantan suami, memberi bukti tes DNA bahwa benar anaknya adalah anak suaminya. Membawa anak itu ke hadapan nenek mantan suaminya dengan bantuan Doroty. Tentu saja anak Citra mendapatkan haknya, dan Citra mendapatkan kembali perusahaan keluarganya yang dikuasai oleh keluarga suaminya itu.
Suaminya itu dipecat tidak terhormat dan ditendang begitu saja. perombakan besar-besaran terjadi.
Lagi-lagi Doroty mengetukkan tongkat ajaibnya bagi Citra. Menurunkan orang-orang berkompeten dan mengurus dan memecat semua karyawan yang merugikan perusahaan.
Citra tinggal di sebuah hunian mungil namun dengan pengamanan yang baik. Citra juga tahu jika Rena ada bersama Doroty saat ini.
Citra tidak ingin Raka menjadi sekejam mantan suaminya itu.
__ADS_1
Bersambung ...