Dendam Sang CEO Tampan

Dendam Sang CEO Tampan
Bab 41. Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Rena dan Raka semakin lengket, Raka yang akan mengantar jemput Rena. Menjadi suami siaga untuk Rena itu tujuan hidupnya saat ini.


Perusahaan cabang Doha, sudah mendapatkan pemimpin baru. Sepupunya, sedangkan ia fokus dengan mengembangkan perusahan yang bekerja sama dengan Isak.


Berbanding terbalik dengan kehidupan Padma yang terkurung dalam sebuah rumah besar yang dingin.


Ia menjadi nyonya di tempat itu. Tapi tidak satupun pelayan dan penjaga menghormatinya. Tapi tidak juga ada yang berani membuat malas dengannya. Lebih tepatnya.


Mereka lebih tidak menganggapnya ada. Ia tidak mengira akan berakhir begini. Dan ia terlalu gegabah menerima tawaran  Davis.


Ia harus keluar dari sini. Ia ingin bebas. Ponsel dan semua alat komunikasinya di blokir. Davis benar-benar memutus semua komunikasi dirinya dan dunia luar.


Ia seperti pesakitan bodoh. Tapi siapa sangka jika ia tidaklah sesial itu. Ia melihat ponsel tergeletak di dapur. Ia tidak tahu milik siapa.


Diam-diam ia mematikan ponsel itu dan memasukkan dalam kantongnya dan melenggang ke kamar miliknya. Sesampai di kamar Padma langsung masuk ke kamar mandi.


Ia mematikan nada dering dan langsung memasukkan sebuah nomor. Panggilan pertama dan kedua tidak dijawab.


Lalu ia mencoba dengan panggilan ketiga. Dijawab dengan nada ketus.


"Siapa sih ini?"


"Hai Kila apa kabar?"


"Padma? Kenapa kau menelponku? Kita putus hubungan saat kau lebih memilih bertunangan, dasar pengkhianat!"


"Kila dengerin aku dulu"


"Halah katanya kau jijiklah, gak sudi lah apa itu kau menjilat ludahmu sendiri. Siaalnya aku dan keluargaku percaya denganmu!"


"Bukan! Akupun tidak bisa apa-apa, dia mengancamku" sendu Padma sebenarnya ia juga marah dan malas harus menghubungi  Kila. Wanita itu terlalu manja dan kekanakan.


"Aku tidak bisa berkutik bahkan ponselku disita olehnya."


"Lalu kau pakai ponsel siapa?" Padma bisa mendengar suara diseberangnya sedikit melunak.


"Aku pakai ponsel pelayan yang aku ambil diam-diam. Aku minta nomor baru Raka dan akan meminta bantuannya." Bisik Padma dengan sesekali mengecek keberadaan Davis.


"Oke akan aku kirimkan. Ah tapi mumpung kamu sudah disana kenapa tidak kau manfaatkan pria bodoh itu."


"Aku akan coba. Dia akan luluh denganku tenang saja" Dia tidak sebodoh yang kau bayangkan adik kecil. Setidaknya aku memerlukan Raka untuk keluar dari sini.


Batin Padma.


"Cepat kirimkan ya, aku sudahi dia telah kembali." Padma membuka pintu kamar mandi dan mendengar deru mobil milik Davis. Padma membuka keran air.


Padma mematikan benda persegi itu lalu membungkusnya dengan plastik berkali-kali lipat dan memasukkannya di penyimpanan air untuk toilet.


Setelahnya Padma mandi cepat. Lalu keluar. "Kau sudah pulang" ucap Padma ramah. Namun Davis membuka kemejanya dna mengambil berapa pakaiannya. Senyum Padma merekah lebar.

__ADS_1


"Siapkan makanku!" Ucap Davis sebelum keluar kamar. Senyum itu luntur perlahan digantikan dengan tatapan datar juga dingin, seringaian licik tergambar jelas.


"Kau punya seribu cara untuk menawan juga mengancamku, tapi aku punya seribu satu cara untuk melawanmu" desis Padma.


***


Udin bekerja dengan Raka. Ia menjadi OB di perusahaan Raka. Siwa memberikan semua data Udin dengan sangat jelas. Benar Udin Saparudin adalah saudara yang dicari oleh Rana. Keluarga Santoso.


Sebuah foto lama Rena pandangi lama. Benar dalam ingatannya gambar itu adalah kakek dan neneknya, juga ada Paman juga bibinya, dan ada ibunya namun ada satu wanita yang tidak ia kenali ada di antara keluarga itu dengan senyuman cerah. Berbanding dengan sang ibu Wila yang terkesan cupu.


Dari keterangan yang ditulis disana namanya.Wita, Rena tidak pernah mendengar nama Wita disebut oleh mereka. Atau Rena lupa?


Rena mulai membaca semuannya. Dan dibuat terkejut ternyata Wita adalah saudara kembar ibunya.


Mereka kembar tidak identik. Wita yang periang memiliki senyum dan binaran indah di matanya sedangkan Wila memiliki kulit kecoklatan dan rambut yang dipotong sebahu. Menggunakan kacamata juga berkawat gigi. Dan terlihat manis jika ibunya mau berdandan pikir Rena.


Siwa merangkum dengan detail. Saat kuliah Ibunya masuk ke kampus yang sama. Mereka saudara kembar tapi tidak ada satupun yang tahu mereka saudara. Semua atas permintaan Wila.


Wila tidak ingin dibandingkan. Mereka menjalani kehidupan yang menyenangkan. Wila dengan teman-tamannya dan Wita pun dengan teman-temannya.


Hingga Wila menemukan Troy. Troy adalah sahabat Wila yang sangat dekat, ia tidak membedakan Wila dengan gadis mana pun. Troy selalu mengistimewakan Wila. Namun Wila menutupi jika ia dan Wita adalah saudara kembar. Hingga Troy tahu faktanya.


Troy memanfaatkan kedekatannya dengan Wila untuk mendekati Wita. Juga memanfaatkan Renaldi, sahabatnya yang Wita sukai.


Wita menyukai Renaldi. Namun Wila tidak tahu itu. Troy sering mengajak Wita bertemu dengan alasan akan memberi informasi tentang Renaldi.


Semakin lama Wila semakin cemburu dan marah pada Wita. Dan Wita bukan wanita yang hanya diam jika ia suka. Ia juga mendekati Renaldi dengan berbagai cara. Hingga Troy mendapatkan kabar Wita sudah jadian dengan Renaldi.


Wila yang mendapat panggilan Troy langsung mengangkat tanpa pikir panjang menjemput lelaki itu dan membawa Tfoy pulang ke apartemen lelaki itu.


Rancuan dan umpatan keluar dari bibir Troy. Wila menyeret dirinya masuk dalam apartemen. Troy yang terus meracau itu Wila lempar keranjangnya.


Saat Wila akan pulang tangannya ditahan Troy. Ia dengakuat memeluk Wila. Namun menyerukan nama Wita disana.


Perlahan Troy yang tak sadar mengoyak pakaian Wila dan mengkungkung wanita itu. Mencium kasar dengan merancau seberapa cinta Troy pada Wita, seberapa ia memuja gadis itu. Dalam kungkungan Wila hanya bisa menangis. Ia sakit hati juga tidak bisa melepaskan diri dari Troy.


Wila memohon untuk melepaskannya. Memohon dengan suara takut juga paraunya kalau dia bukan Wita. Troy tidak sadar dengan tindakannya. Akhirnya memperkosa Wila.


Paginya Troy dibuat terkejut dengan Wila yang tertidur meringkuk disampingnya. Troy yang tidak mau disalahkan ia kabur. Wila menyalakan Wita atas semua nasib jeleknya. Dan Wila mencoba berdandan dan merayu Renaldi. Dan Renaldi masuk jebakan.


Nasib Wila seakan berada dititik terendah hidupnya. Sebulan setelahnya ia dinyatakan mengandung. Ayahnya murka. Menanyakan siapa yang menghamili. Awalnya Wila tidak menjawab. Namun saat Wila menjawab Renaldi. Dan Renaldi mau bertanggung jawab. 


Wita hancur. Ia kabur dengan hati yang menjadi abu. Pernikahan Wila dan Renaldi tidak sampai dua bulan lalu mereka bercerai.


Kehidupan keluarga Wila, berangsur kembali normal. Keluarganya menyayangi cucunya. Davis. Lalu dua tahun kemudian, Wita datang dengan hamil besar.


Keluarga Santoso menjadi gempar. Wita datang dengan kuyuh, kurus, ia menangis sejadi-jadinya. Tubuhnya penuh dengan tanah.


Sangat memprihatinkan. Sang ibu, Yulia Santoso tidak berhenti menangis. Melihat anaknya seperti ini.

__ADS_1


Wita despresi. Sedikit demi sedikit Wita menceritakan jika setelah Wila dan Renaldi bercerai. Renaldi mencari dirinya. Mereka bertemu dan cinta antara mereka masih sebesar itu.


Akhirnya tanpa adanya keluarga hanya diwakilkan oleh wali. Mereka melangsungkan pernikahan. Pernikahan KUA.


Kehidupan Wita sangat bahagia. Satu tahun usia pernikahan mereka. Wita dinyatakan hamil. Mereka sangat menantikan Renaldi memang sosok suami sangat siaga. Menjaga dengan baik sang istri. Dan selalu tak sabar menanti kahadiran Rena. Itu nama yang  Renaldi mau jika anaknya perempuan.


Di usia kandungan yang jalan ke delapan bulan, kembali nasib buruk menimpa Wita. Renaldi mengalami kecelakaan dan tidak selamat. Wita terlalu terkejut hanya bisa menangis. Dan menangis. Ia tidak lagi memperhatikan dirinya.


Hari datangnya Wita ke rumahnya.  Adalah hari dimana Renaldi dimakamkan. Ia tidak lagi kuat. Tanpa sadar membawanya kembali pulang kerumah.


Wita hanya bengong dan linglung  tidak terlihat semangat hidup. Suatu malam air ketubannya pecah. Keluarga santoso membawa Wita ke rumah sakit. Saat Wita sadar ia ada dipangkuan Wila.


Wanita itu mencengkram keras tangan Wila. Dan meminta Wila untuk membesarkan anaknya. Karena ini adalah balas budi Wila pada Wita juga Renaldi.


Karena Wila begitu jahat menjebak Renaldi dan membuat Wita harus meninggalkan keluarganya.


Entah mengapa Wila mendengus keras. Balas budi? Tidak akan. Namun hati berubah saat ia melihat bayi merah Rena. Ia akan merawat Rena tapi tidak tahu ia bisa memberi kasih sayang atau tidak.


Wita menghembuskan nafas terakhirnya setelah melahirkan Rena. Hidup Rena di asuh oleh keluarga Santoso.


Lalu Wila bertemu dengan Troy yang sudah mapan. Wila tidak mengatakan jika Davis adalah anaknya. Yang Troy tahu, saat dia kembali ingin meminang Wila ia terlambat.


Wila sudah menikah dengan Renaldi kekasih Wita. Entah mengapa Troy merasa dikhianati, ia sakit hati dan pergi.


Namun takdir membawa mereka kembali bersama. Wila dan Troy menikah, mereka berencana mengubur masa lalu. Dengan pindah ke Doha.


Wila membawa serta Rena. Ia akan menepati janji pada kakaknya akan membesarkan Rena. Hingga kini Wil tak bisa memberikan kasih sayangnya pada Rena.


Yang Troy tahu Davis adalah anak kandungnya sedangkan Rena anak istrinya dengan Renaldi. Anak musuhnya.


Karena itu Troy tidak merasa harus memberikan kasih sayang pada Rena. Rena yang membaca rangkuman Siwa hanya bisa menangis terseduh.


Akhirnya ia tahu mengapa orang tuanya sangat pilih kasih. Jadi ia adalah anak dari Wita Santoso dengan Renaldi Akbar. Disana juga terselip foto lama. Seorang wanita hamil dengan senyuman lebar juga mata berbinar di sebelahnya ada lelaki yang berjongkok dengan kepalanya menempel ke perut hamil istrinya. Senyum yang terlihat dari samping itu tampak bahagia.


"Pa Ma, aku berterima kasih kalian sayang padaku" ucap Rena dengan tangisan yang menyayat hati.


Ada memo terselip. "Saya siap mengantar anda ke tempat peristirahatan terakhir mereka"


Raka kembali ke Amerika selama dua minggu. Menyelesaikan pekerjaannya disana. Rena mendekatkan ponsel yang tersambung.


"Antar aku"


***


Ruangan gelap banyak benda bertebaran di lantai. Sosok dengan siluet hitam menenggak minuman dari botol. Saat dirasa minumannya habis ia akan membuang botol kosong itu ke dinding.


Hancur berantakan. Tak lagi ia indahkan pecahan itu. Ia menginjakkan. Darahnya membekas di lantai. Ia tidak peduli.


Ia ingin merebahkan diri saja sebentar. Sosok itu membuang tubuhnya begitu saja ke ranjang yang spreinya berhamburan berantakan.

__ADS_1


Tak lama terdengar hembusan nafas teraturnya. Ia mengubah posisinya. Ia meringkuk seperti janin. Tubuhnya menggigil kuat. Sendirian.


Bersambung ...


__ADS_2